• L3
  • Email :
  • Search :

29 Desember 2022

Al Jabbar, Masjid Anyar Kota Bandung

Al Jabbar, Masjid Anyar Kota Bandung

Bentuk atapnya seperti setumpuk cangkang kerang, masjid yang akan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Jumat, 30 Desember 2022 menjadi masjid unik di Kota Bandung, bahkan di Jawa Barat atau di Indonesia. Lokasinya di Kecamatan Gedebage, dekat dengan rel kereta api Bandung-Surabaya, Al Jabbar seolah-olah terapung di air kolam. Tentu saja pondasinya menghujam dalam di bawah tanah, dengan puluhan tiang-tiang pancang, dengan kedalaman sekian puluh meter. Perhitungan struktur berasaskan Aljabar (Al Jabar), Al Gebra: sebuah kitab yang ditulis oleh ahli matematika yang juga penemu angka nol, angka penting dalam binary digit, digunakan luas di dalam komputer dan komputasi, bernama al Khawarizmi, kemudian menjadi istilah algoritma.

Secara topografis, Kecamatan Gedebage (dan Rancasari: dulu Gedebage adalah bagian dari Kec. Rancasari) adalah daerah rendah dan digenangi air hujan pada masa lalu. Bahkan di area pasar Gedebage selalu banjir setiap hujan. Padahal insinyur banyak di Kota Bandung, ada di ITB dan kampus swasta. Apa masalahnya? “Tanyalah pada air yang mengalir, bukan pada rumput yang bergoyang karena rumputnya tenggelam.” Betapa tidak. Sejak 1990-an, daerah ini tumbuh menjadi perumahan dan industri sehingga padat seperti saat ini. RTRW (tata ruang) berubah dan salah peruntukan. Teorinya, daerah rendah atau ranca (rawa) seperti Rancasari dan Gedebage seharusnya sebagai badan air bukan untuk perumahan dan kawasan industri. Tapi sudahlah… jangan dibahas di sini.

Kembali ke... laptop… eh ke masjid. Masjid besar ini mulai dibangun pada Desember 2017 pada masa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dirancang oleh tim arsitek Ridwan Kamil yang sekarang sebagai Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya sebagai Walikota Bandung. Luas masjid dan fasilitasnya plus luas kolam retensi (embung) hampir 26 hektar. Sesuai dengan namanya, masjid ini tampak gagah. Al Jabbar, satu di antara 99 Asmaul Husna artinya Mahagagah, Maha Memaksa. Selain gagah, juga besar dan luas. Daya tampung dalam dan luar (plaza) mencapai 60 ribu jamaah. Sebagai pembanding, stadion GBLA yang juga berada di Gedebage hanya menampung 40 ribu orang.

Menjelang peresmiannya, sejak sebulan terakhir ini ada pembangunan prasarana umum seperti jembatan yang melintasi sungai kecil di dekat rel kereta api. Juga ada pembangunan jembatan yang menghubungkan lokasi masjid dengan perumahan dan daerah perdagangan Summarecon. Karena cepat sekali selesainya maka saya istilahkan dengan SKS: Sistem Kebut Sangkuriang. Termasuk landscaping yang masif di tepi sungai, di tepi jalan yang biasa dijadikan lalu-lintas para pesepeda. Hanya dalam satu bulan, sudah banyak pohon tinggi-tinggi dan perdu yang subur. Tetap waspada, meskipun pohonnya tinggi dan besar, tetapi akarnya masih pendek dan dangkal. Rawan rubuh. 

Sejumlah foto terlampir dijepret pada H-1, Kamis, 29 Desember 2022. Satu foto diambil dari sebuah website portal berita detik.com. Tampak kru TV-One sudah bertugas, melaporkan aktivitas sibuk harian dan menyiapkan siaran langsung Damai Indonesiaku. Begitu pula deretan kendaraan memenuhi halaman parkir bahkan penuh berjajar sampai ke jalan yang menuju stadion GBLA. Ada yang menyiapkan fasilitas sanitasi atau MCK mobile, ada yang memasang pompa untuk air bersih, menyiapkan tangki (toren) air dan memasang instalasi listriknya. Hiruk-pikuk. 

Sambil lihat-lihat dan mengayuh pedal sepeda, tanpa dinyana, saya bertemu dengan mantan mahasiswa yang sekarang bekerja di bagian infrastruktur Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat, namanya Yudhi Raksa yang sedang melaksanakan tugas di lokasi masjid tersebut.

Kru TV-One menyiapkan perangkat siaran langsung
Difoto dari jembatan Rancasagatan
Jembatan SKS penghubung ke Summarecon
Jembatan darurat, akses dari dan keluar lokasi masjid



Selamat untuk tim arsitek Ridwan Kamil, selamat untuk Ahmad Heryawan sebagai penggagas dan peletak batu pertama dan terima kasih kepada PT Wijaya Karya Gedung Tbk. 

Akhir kata, yang terberat dalam kaitan dengan masjid adalah pemakmurannya. Makmur tidak sekadar ramai orang shalat, apalagi kalau ramai oleh orang yang sekadar berfoto-foto tetapi makmur lantaran dijadikan sumber ilmu. Kegiatan rutin seperti majelis ta'lim yang ditingkatkan menjadi tadris, ta'dib dan tarbiyah. Pendidikan fisik, otak, jiwa, akidah, ibadah, akal. Pengurus DKM-nya tidak berbasiskan organisasi masa tetapi diasuh oleh umat Islam yang berorientasi pada Qur'an dan sunnah. Setelah memperoleh ilmu itu maka selanjutnya  dilaksanakan sehingga iman makin kuat dan kehidupan masyarakat menjadi aman, adil dan makmur.*
ReadMore »

5 Desember 2022

Logistik Gempa Cianjur

Logistik Gempa Cianjur

Warungkondang adalah satu di antara 15 kecamatan yang relatif parah terdampak gempa. Kegiatan ekonomi di daerah ini termasuk terbesar kedua setelah ibukota Cianjur. Berlokasi di bagian barat kabupaten, sebelum Gekbrong yang berbatasan langsung dengan Kec. Sukaraja di Sukabumi, daerah ini dilewati oleh jalur jalan raya utama Bandung Sukabumi sehingga menjadi tujuan belanja bagi daerah di sekelilingnya.

Jalan masuk menuju lokasi yang terdampak parah di desa-desa di Warungkondang adalah prapatan pasar sebelum masjid al Barokah. Dari arah Bandung belok kanan, terus ke atas. Jalan agak sempit, lebar lima meter, sehingga macet. Hanya beberapa puluh meter dari prapatan sudah ada tenda pengungsi. Tenda pengungsi swadaya masyarakat berupa terpal yang dibentangkan dengan konstruksi kayu dan bambu. Sebagian ada diperkuat besi. Tikar, kain dan karpet terhampar sebagai tempat duduk dan di sebelahnya sebagian warga masak makanan.

Sejumlah relawan menghibur anak-anak, dengan mimik dan gestur tubuh, ucapan dan senda gurau yang menimbulkan gelak tawa serta senyum di bibir korban. Ada juga di lokasi lain, trauma healing dengan lantunan dzikir, dipandu oleh santri pondok pesantren, baik di dalam Cianjur maupun dari kabupaten. Lantunan ayat al Qur’an menjadi terapi hati setelah berlalu lima hari, pada Sabtu, 26 November 2022. Dalam lima hari tersebut getaran akibat gempa masih terasa dan berlangsung sporadis. Mayoritas di daerah terdampak parah warga takut tidur di dalam rumah yang retak ringan, apalagi rusak berat.

Pekan kemarin, 4 Desember 2022 ke lokasi lagi, di Kec. Cugenang. Seperti waktu ke Warungkondang pekan lalu, kemacetan juga terjadi. Jalan yang lebarnya 4-5 meter menjadi penyebab. Bahu jalan berupa tanah-batu yang dibatasi selokan dan tebing talud 1-2 meter menjadi sebab lambatnya arus lalu lintas. Yang terbanyak adalah mobil pembawa bantuan logistik dan uang yang dititipkan ke organisasi atau kelompok relawan.

Polisi Brimob ada yang naik motor tril membawa logistik ke dusun terisolir. Isolasi terjadi karena jalan terputus, hanya bisa dilewati oleh motor yang cocok untuk medan berlumpur. Banyak polisi bersiaga di masjid di alun-alun Kec. Mande sambil menunggu giliran tugas. Juga ada personil di pos-pos polisi dan pos rayon militer dan para babinsa.







Sebaran pengungsi ada di sepanjang jalan desa menuju bagian puncak lokasi korban. Karena daerahnya berbukit-bukit, jalannya juga naik turun dan ada yang dialiri air hujan atau air banjir dari selokan. Terjadi macet parah apabila ada truk yang lewat atau mobil yang agak besar. Maka disarankan mobil pengangkut logistik hendaklah sejenis elf karena gardan atau ground clearence-nya tinggi dan agak ramping sehingga mudah berpapasan dengan mobil lainnya agar lalu lintas menjadi lancar.*

ReadMore »