• L3
  • Email :
  • Search :
Tampilkan postingan dengan label TUGAS AKHIR - SKRIPSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS AKHIR - SKRIPSI. Tampilkan semua postingan

10 April 2026

Akhirnya Tugas Akhir Selesai

Akhirnya Tugas Akhir Selesai

Hukum alam di dunia ini ialah ada awal, ada akhir. Ada inlet, ada outlet. Ada in, ada out. Ada on, ada off. Ada start, ada finish. Ada mulai, ada selesai. Ada semester satu, ada semester delapan atau semester akhir. Bagaimana caranya agar TA bisa segera selesai? Satu semester atau dua semester, bisakah selesai?

Sesungguhnya, faktor utama bisa tidaknya TA diselesaikan pada waktunya bergantung pada mahasiswa, yaitu kesehatan fisik dan kesehatan psikis mahasiswa. Fisik merujuk pada kesehatan badan wadag. Tidak sakit flu, batuk, diare atau penyakit lainnya yang bisa mengganggu pelaksanaan TA. Punya kemampuan berpikir yang normal umumnya orang Indonesia. Tidak harus jenius. Adapun kesehatan psikis berkaitan dengan hati (qalbu), ‘afiat, berelasi dengan spiritual atau keimanan masing-masing. Semangat atau spirit (asal katanya adalah spiritus: menghidup-hidupkan) dalam mengerjakan TA. Semangat ini bersemayam di qalbu. Dikuatkan lagi dengan motto ora et labora, doa dan ikhtiar. 

Sebagai ikhtiar agar TA akhirnya selesai, amalkan poin-poin berikut ini.

1. Niat. Niat yang betul-betul kuat, niat menjadi sarjana. Punya bayangan sekian tahun ke depan sudah menjadi karyawan swasta, BUMN, BUMD AM atau ASN atau pengusaha di bidang ilmu dan teknologi yang dipelajari atau diminati. Agar makin kuat di dalam hati, niat tersebut bisa dibahas dengan orang tua, saudara dan orang-orang yang dekat dalam pergaulan sehari-hari sehingga makin melekat di hati, di alam bawah sadar (subconscious). Obrolkan saja kepada mereka bahwa kamu sedang menulis TA dan mematok target selesai semester ini atau semester depan misalnya. Minta juga didoakan agar sehat wal’afiat selama menulis laporan TA. Bahas juga dengan kakak kelas (tingkat) yang sedang tahap akhir dalam menulis TA-nya (atau sudah lulus), dengarkan tips dan triknya atau saran-sarannya.

2. Disiplin. Upayakan mengerjakan TA setiap hari. Tiap hari! Menulis satu kalimat saja sudah cukup. Apalagi menulis satu paragraf, ini lebih bagus. Setiap hari satu paragraf maka satu bulan berhasil menulis 30 paragraf. Melaksanakan TA berarti melaksanakan jadwal (schedule) yang sudah dibuat. Ingatlah, jadwal pelaksanaan TA bukan sekadar pelengkap di halaman terakhir proposal TA. Jadwal ke lapangan (sungai, danau, TPA-TPS sampah, IPAL, IPAM, jalan raya, hutan, laut, dll.), jadwal sampling, jadwal analisis di laboratorium atau diserahkan ke lab. lain, jadwal mengolah data, jadwal membahas data dan menyimpulkannya. Disiplin ini hanya perlu waktu sedikit saja tetapi dilaksanakan setiap hari. Sekitar lima menit. Nanti tanpa terasa, tidak disadari, ternyata sudah menulis atau mengolah data selama dua jam bahkan lebih.

Disiplin dapat menghapus perilaku menunda-nunda (procrastination). Paksa diri mengerjakan TA setiap hari (misalnya pergi ke lokasi studi, ke kantor desa, BPS, PDAM, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, atau ke laboratorium atau tulis saja beberapa kalimat kalau sedang duduk di mana pun; bisa juga dicatat di buku notes atau di ponsel atau laptop atau direkam suaranya di ponsel.). Teruslah bergerak mengerjakan TA, tidak bergantung pada waktu, pada lokasi, pada mood hati. Tiap hari, kerjakan!

3. Baca. Tidak mungkin bisa melaksanakan TA tanpa membaca. Banyak-banyaklah membaca TA orang lain, membaca buku teks, membaca artikel ilmiah dan ilmiah populer yang berkaitan dengan tema TA. Tidak mungkin bisa menulis bab demi bab apabila tidak membaca. Membaca adalah memasukkan informasi ke dalam otak kemudian mengeluarkannya lagi dalam bentuk lisan dan/atau tulisan (kalimat) yang berbeda. Mengandalkan copy-paste atau AI dari internet tidak akan menghasilkan paparan tulisan yang sinkron dengan paragraf-paragraf lainnya. Akan tampak tambal-sulam dan alur pikirannya meloncat-loncat sehingga tidak selaras. Juga akan sulit menjelaskannya secara terperinci dan logis apabila ditanyakan oleh dosen. Makin banyak membaca maka makin banyak juga kalimat yang bisa ditulis. (Oleh sebab itu, latihlah menulis rangkuman setiap tugas-tugas dosen karena akan bermanfaat pada waktu menulis TA. Yang ini adalah nasihat untuk mahasiswa yang belum TA).

4. Data. Data primer dan sekunder harus dipisahkan dan tampilkan dengan jelas. Selalu menuliskan sumber data apabila mengutip data sekunder. Data primer ditampilkan berupa tabel dan/atau grafik. Data tertentu mungkin lebih tepat ditampilkan dalam bentuk tabel tetapi data yang lain mungkin lebih cocok ditampilkan dalam bentuk grafik seperti garis, batang, atau lingkaran. Data juga perlu diolah dengan memanfaatkan ilmu statistika tertentu yang sesuai dengan kebutuhan dan merujuk pada hasil penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah. Data penduduk misalnya, apabila diperlukan data proyeksinya maka perlu diuji dengan beberapa metode matematis kemudian dianalisis. Standar deviasi dijadikan pembanding antara beberapa metode yang dianalisis.

Data perencanaan unit operasi dan unit proses merujuk pada kriteria desain atau data hasil penelitian yang absah (valid), baik penelitian di laboratorium maupun di lapangan (instalasi). Koefisien, konstanta, dan variabel di dalam rumus-rumus dibaca dan dipahami maksudnya. Satuan harus seragam. Ada British atau Imperial Unit, ada juga Sistem Satuan Internasional (Système International d'Unités: SI Unit). Pelajari juga cara konversinya. Misal, satuan gallon dikonversi ke satuan liter. Satuan panjang feet dikonversi ke satuan meter. Banyak lagi yang lain. Bisa dicek di internet dengan kata kunci konversi SI unit British unit.

5. Bahas. Pembahasan data yang diperoleh menggunakan matematika dasar atau statistika, khususnya TA penelitian. Adapun TA perancangan, pembahasannya berkaitan dengan diameter pipa atau bak, dimensi bak, geometri saluran atau bak, layout, flow diagram, denah, potongan, detil, profil hidrolis, Speks dan RAB untuk konstruksi, operasi dan pemeliharaan. Dijelaskan juga geometri bak yang dipilih berkaitan dengan pemanfaatan energi air (hidrolis, turbulen) agar terjadi pengadukan alamiah atau justru agar aliran airnya laminer (tenang). Begitu juga dijelaskan cara untuk meniadakan aliran singkat (short circuiting), scouring, resuspensi, tekanan negatif di filter, kecepatan minimum dan maksimum, dll. Ini bergantung pada tema TA, apakah IPAM, IPAL, IPLT, drainase, sewerage, transmisi distribusi air minum, sanitary landfill, IPALindi, dll. (berkaitan dengan fluida: air hujan, air sungai, air minum, air limbah, air lindi, udara).

Dengan melaksanakan lima poin di atas maka pada waktunya, sedikit demi sedikit, hari demi hari, laporan TA dapat diselesaikan. 

Tips dan motivasi lainnya:

https://gedehace.blogspot.com/search/label/TUGAS%20AKHIR%20-%20SKRIPSI

ReadMore »

26 Juli 2025

Tips Menulis Latar Belakang

Tips Menulis Latar Belakang

Menulis karya ilmiah semisal Tugas Akhir (TA) atau apapun istilahnya di berbagai perguruan tinggi tentu bermaksud dibaca oleh orang lain, selain untuk menyelesaikan kuliah. Pembaca biasanya memiliki minat yang sama atau hampir sama dengan tema TA lantaran sedang menulis laporan ilmiah yang memerlukan rujukan penelitian sebelumnya. Oleh sebab itu, penulisan TA harus informatif, mampu memberikan informasi kepada pembacanya dengan bahasa yang lugas, kalimat efektif, bermakna tunggal (tidak makna ganda, tidak multitafsir atau ambigu) dan sesuai dengan ejaan yang betul (Ejaan Yang Disempurnakan, EYD). Agar semua bagian bab di dalam karya ilmiah dibaca maka karya ilmiah harus menarik atau memberikan kontribusi khas untuk ilmu dan keperluan masyarakat sehingga dibaca beberapa kali agar semakin paham. 

Latar Belakang

Subbab ini berisi dinamika pikiran peneliti atau mahasiswa yang sedang menulis TA. Beragam pendapat, pertanyaan ada di dalam benaknya setelah membaca artikel (makalah) ilmiah atau ilmiah populer. Atau setelah melihat kejadian seperti pencemaran air sumur, bukit erosi dan longsor, tumpukan sampah plastik, keramik kotor karena air tanah meskipun sudah ada filter air, lumpur aktif mengolah air limbah pabrik minyak goreng, asap knalpot diolah dengan zat tertentu, dll. Dinamika pikiran tersebut lantas menimbulkan niat atau keinginan untuk melaksanakan penelitian. Ingin mencari jawaban atau solusi atas kejadian-kejadian tersebut. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan manfaat untuk ilmu dan manfaat praktis bagi masyarakat.

Namun demikian, tidak semua kejadian dan masalah yang dilihat atau dibaca tersebut lantas bisa dijadikan materi penelitian. Peneliti harus yakin bahwa fenomena (kejadian) tersebut adalah masalah aktual dan relevan. Agar tahu bahwa masalah tersebut masih aktual maka peneliti harus membaca banyak artikel ilmiah dengan tema yang serupa atau sama. Aktual berarti belum usang (obsolete) karena ada hal-hal yang belum terjawab meskipun sudah banyak diteliti. Aktual dan relevan diperlukan karena harus ada manfaat ilmiah (teoretis) dan manfaat praktis yang dihasilkan. Namun demikian, boleh saja mengulang penelitian orang lain untuk membuktikan sesuatu yang dianggap tidak jelas, meragukan, ingin membuktikan sendiri, dll yang biasa disebut replikasi (replicate).

Bagaimana cara menuliskan dinamika pikiran tersebut di dalam Latar Belakang? Cara bertutur boleh berbeda. Setiap orang punya cara khas masing-masing. Tetapi konten yang perlu ditulis adalah sama dan dijelaskan di bawah ini.

Di paragraf pertama Latar Belakang tulislah masalah utama (problem issue) yang menimbulkan minat untuk menelitinya. Tulislah bahwa tema penelitian tersebut sudah bermanfaat untuk masyarakat dan masih aktual. Bisa dengan cara mengutip manfaat dari artikel penelitian orang lain. Kutiplah misalnya lima artikel (makalah) penelitian orang lain yang berisi manfaat hasil penelitian dengan tema tersebut. Terutama bermanfaat untuk masyarakat karena sudah luas digunakan. Ini ditulis di paragraf pertama secara kronologis (urutan waktu) agar pembaca memiliki minat untuk membacanya lebih lanjut. Eye catching. Meskipun sudah luas diteliti dan digunakan, tulis juga bahwa masih ada hal-hal atau masalah lain yang perlu diteliti untuk menambah khazanah ilmu dan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat. Catatan, semua kutipan harus diparafrase, ditulis dengan kalimat sendiri. Tidak boleh copy-paste secara verbatim (co-pas 100%).

Sebagai contoh, bisa ditulis perihal kondisi terkini persampahan, drainase, penyediaan air minum (PAM) atau air limbah di sebuah kecamatan. Acuannya adalah laporan BPS atau Bappenas. Bisa juga dari peraturan Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, atau peraturan daerah, dinas-dinas yang ada di setiap kabupaten atau kota, dll. Begitu juga kondisi sanitasi, bisa bersumber dari laporan resmi pemerintah atau dari kutipan di koran yang melaporkan kondisi air minum atau sanitasi tersebut. Atau adanya bencana alam yang membutuhkan alat-alat filter portable yang mudah dipindah-pindahkan tetapi perlu diteliti media apa yang paling tepat digunakan, murah dan mudah dibuat.

Di paragraf selanjutnya, berkaitan dengan aktual dan relevan maka tulislah kutipan-kutipan dari penelitian yang bertema sama. Bisa dari dalam negeri, bagusnya lagi ada dari artikel berbahasa Inggris seperti yang terbit di jurnal yang diakui di seluruh dunia (misalnya sudah dindeks oleh Scopus, WoS). Tahun terbitnya juga perlu diperhatikan. Apakah tiga tahun terakhir atau lebih. Kalau tidak ada artikelnya, boleh lima tahun terakhir atau sepuluh atau tiga puluh tahun terakhir. Kalau tidak ada, berarti penelitian yang dilaksanakan ini berpeluang menjadi penelitian baru dengan temuan baru (novelty). Meskipun, ini menurut orang bijak bestari, tidak ada yang baru 100% di kolong langit ini. Semuanya berasal dari temuan-temuan sebelumnya yang berubah sedikit demi sedikit selama ribuan tahun.

Paragraf selanjutnya adalah tulisan tentang “masih ada masalah” yang perlu diteliti. Meskipun sudah banyak penelitian di dalam tema yang sama, selalu ada saja celah untuk meneliti aspek lainnya. Misalnya, penelitian tentang slow sand filter, sudah banyak jenis media filter yang diteliti: pasir silika, pasir laut, pasir sungai, pasir urug, antrasit, garnet, pelet plastik, dll. Apabila peneliti dapat menemukan media yang belum diteliti, baik media alami maupun sintetis, ini juga masih bisa dijadikan penelitian baru. Ada kebaruan (novelty). Demikian juga variasi ketinggian media, diameter media, diameter alat filter (variasi berat atau volume media), variasi kecepatan, variasi pH, temperatur, dll. Usahakan masalah-masalah yang masih ada dan akan diteliti ini ditulis di Latar Belakang dan akan dibuatkan kalimat per-tanya-an di subbab Rumusan Masalah dan kalimat per-nyata-an di subbab Tujuan Penelitian.

Setelah menuliskan sejumlah masalah tersebut maka tulislah apa yang akan dilakukan. Apa agenda penelitiannya. Misalnya, metode apa yang akan digunakan untuk memperoleh solusi atas masalah tersebut. Ditulis satu atau dua kalimat saja. Lengkapnya ditulis di bab Metodologi di laporan TA atau di Alat - Bahan dan Metode (Materials and Methods) di artikel jurnal ilmiah. Tulisan di TA lebih lengkap (perinci) daripada di jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, laporan TA yang akan diubah menjadi artikel ilmiah harus dirombak mengikuti struktur artikel (makalah) ilmiah. Berbeda lagi apabila TA ditulis untuk pembaca majalah atau koran atau media online, formatnya berbeda. Bisa saja menulis untuk masyarakat awam (umum) ini lebih sulit karena tulisan harus renyah dibaca (artikel ilmiah populer) dan hanya 800 kata. Dewan redaksi majalah atau koran memiliki tatacara seleksinya, mana yang layak diterbitkan mana yang tidak.

Untuk menegaskan lagi pentingnya atau manfaat penelitian, boleh ditulis dalam satu kalimat saja tentang manfaat penelitian bagi masyarakat di akhir Latar Belakang. *

Tulisan tentang Latar Belakang TA atau artikel ilmiah bisa juga dibaca di beberapa link ini. 

https://gedehace.blogspot.com/2025/07/tips-menulis-latar-belakang.html

Menulis Laporan Tugas Akhir Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan | AirLimbahKu

Sekilas Cara Menulis Tugas Akhir | AirLimbahKu

ReadMore »

3 Februari 2023

Korelasi Bab Studi (Tinjauan) Pustaka dan Bab Hasil dan Pembahasan

Korelasi Bab Studi (Tinjauan) Pustaka dan Bab Hasil dan Pembahasan

Semua bab di dalam laporan KP dan TA adalah satu kesatuan utuh. Meskipun dipisahkan dalam bab perbab sesungguhnya semua isi (konten, materi) di dalam bab-bab tersebut saling berkaitan, berhubungan, berkorelasi. Begitu pula Bab Studi Pustaka atau Tinjauan Pustaka atau Kajian Pustaka. Tiga istilah ini agak berbeda tetapi maknanya sama. Dipilih satu saja yang biasa digunakan di prodi secara turun-temurun.

Bab Tinjauan Pustaka ini berisi ilmu yang menjadi tema atau judul laporan KP atau TA. Ilmu yang ditulis adalah ilmu yang sangat dekat dengan tema atau judul KP atau TA. Semua kalimat, alinea (paragraf) yang ditulis harus memiliki rujukan ke satu atau lebih sumber ilmu seperti buku, artikel ilmiah di jurnal, peraturan-peraturan negara atau daerah, majalah, koran, atau wawancara, observasi. 

Setiap alinea yang ditulis harus ada rujukannya. Semua rujukan tersebut harus ditulis di Daftar Pustaka. Cara merujuk atau sitasi dan menulis Daftar Pustaka silakan baca di blog. Harus diingat bahwa “copas: copy-paste” itu dilarang! Kutipan harus diparafrase. Persentase maksimum kutipan yang sifatnya copas itu atau verbatim adalah 20%. Lebih dari 20% biasanya dinyatakan sebagai jiplakan (plagiat). 

Apabila persentase copas tersebut kurang dari 20% maka dinyatakan sah sebagai laporan milik masing-masing. Selanjutnya adalah mengaitkannya dengan Bab Hasil dan Pembahasan (Bab H dan P). Tulisan di Bab H dan P ini pasti berisi fakta atau data yang diperoleh selama pelaksanaan KP atau TA. Bisa berupa data primer, bisa juga data sekunder. Namun tulisan di Bab H dan P ini *tidak boleh berhenti* pada penulisan paragraf data, tabel, dan grafik saja. Harus dirujukkan ke ilmu yang ditulis di Bab Tinjauan Pustaka.

Banyak terjadi, mahasiswa hanya menulis data atau fakta saja *tanpa satu pun kutipan atau sitasi* dari Bab Tinjauan Pustaka yang ditulisnya. Pertanyaannya, apa gunanya menulis Bab Tinjauan Pustaka yang sangat tebal, bahkan berisi banyak nama, misalnya sampai 30 nama yang dikutip tetapi *tidak ada satu pun yang dikutip* untuk dijadikan materi pembahasan di Bab H dan P? Selayaknya data atau fakta primer – sekunder yang diperoleh itu dikaji, dikaitkan dengan teori yang ada, dikaitkan dengan penelitian atau perancangan orang lain yang bertema atau berjudul sama.

Makin banyak bahasan dan perbandingan antara data (fakta) yang diperoleh dengan data atau hasil yang diperoleh orang lain dari buku, artikel, majalah, dll maka makin lengkap laporan KP atau TA tersebut. Jangan pula sekadarnya saja, yaitu sekadar ada satu alinea (paragraf) yang dikutip sebagai penambah pembahasan saja. Hendaklah dikutip dari beberapa sumber pustaka kemudian disusun kalimatnya dalam satu paragraf yang utuh. Menulis ulang sumber pustaka menjadi satu paragraf baru akan mengurangi persentase plagiat (similarity).

Tidak ada kata terlambat. Mulai saat ini, tulis dan perbaiki lagi laporan KP atau TA masing-masing sebelum diseminarkan agar memperoleh nilai maksimal, yaitu A. *

ReadMore »

30 Januari 2023

Tentang Bimbingan KP dan TA

Tentang Bimbingan KP dan TA

Dua mata kuliah yang khas di Prodi Teknik Lingkungan UKRI adalah Kerja Praktik (KP) dan Tugas Akhir (TA). Disebut khas karena membutuhkan pertemuan intensif atau rutin antara pembimbing dan mahasiswa agar dihasilkan laporan KP dan laporan TA yang bermutu tinggi.

KP ber-SKS 2 dan SKS TA (termasuk Seminar) adalah 6 SKS. Selain dua mata kuliah tersebut ada puluhan mata kuliah lainnya dengan SKS masing-masing adalah 2 SKS atau 3 SKS. Semua mata kuliah dengan 2 SKS atau 3 SKS tersebut biasanya memiliki pertemuan di kelas antara 14 s.d 16 pertemuan persemester. Juga ada yang wajib praktikum dan tugas-tugas pekanan atau semesteran. Tambahan lagi adalah ujian, yaitu UTS dan UAS. Dari semua itu maka dosen lantas memberikan nilai akhir.

Bandingkan dengan matkul KP dan TA. Apalagi TA, sebuah tugas terakhir yang wajib dibuat dan ditulis laporannya oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen pembimbing. Bahkan dengan dua dosen pembimbing. Ini menunjukkan bahwa mata kuliah KP dan TA adalah mata kuliah SANGAT penting. Penting! Wajib dilaksanakan dengan serius.

Tetapi faktanya, banyak mahasiswa yang tidak melaksanakan bimbingan seperti halnya mata kuliah lain yang bahkan bisa 14 kali pertemuan dengan dosen pengampu mata kuliah. Sudah disebut di atas bahwa KP dan TA adalah mata kuliah yang sangat penting. Matkul lain yang 2 SKS misalnya bisa 14 kali pertemuan persemester ditambah UTS, UAS, dan tugas atau praktikum. Mengapa mata kuliah KP 2 SKS dan TA yang 6 SKS malah tidak bisa bertemu dengan pembimbing, bahkan hanya sekadar 7 kali pertemuan bimbingan?

Logikanya, 6 SKS itu adalah tiga kali 2 SKS. Apabila matkul 2 SKS bisa bertemu di kelas sampai 14 kali maka yang TA 6 SKS logikanya bertemu 3 kali 14 = 42 kali bimbingan. Tetapi tentu kalkulasi ini tidak seperti itu terapannya. Belum pernah saya alami, mahasiswa bimbingan KP atau TA hingga sebanyak itu. Ini hanya untuk menyentuh hati (qalbu) dan pikiran mahasiswa saja. Sekadar pembanding saja bahwa matkul KP dan TA itu penting.

Kalau dilihat dari jumlah babnya, misal 6 atau 7 bab, maka logikanya bimbingan minimal 6 atau 7 kali. Bagusnya lagi adalah lebih dari itu, misalnya 12 kali sehingga setiap bab bisa diperiksa dan dibahas minimal dua kali. Terutama bab Hasil dan Pembahasan, bab ini bisa lebih banyak didiskusikan karena penting. Kerapkali terjadi, mahasiswa yang bimbingan sampai 8 kali pun ada saja terjadi kesalahan perhitungan. Apa-TAH lagi yang hanya satu, dua, tiga kali tentu lebih banyak potensi kesalahannya, termasuk kesalahan berbahasa tulis (tidak sesuai dengan EYD atau PUEBI), salah tatakutip atau sitasi, dll.

Tulisan ini dibuat karena sejumlah mahasiswa ingin ikut seminar padahal jarang bimbingan bahkan ada yang belum pernah bimbingan tetapi ingin ikut seminar. Apakah yang seperti ini bisa diterima, bandingkan dengan matkul lain yang wajib pertemuan 14 kali persemester?

Tulisan ini menjadi introspeksi untuk mahasiswa dan dosen pembimbing demi perbaikan kualitas belajar-mengajar di kampus yang kita rawat bersama ini agar tetap bertahan dan bahkan makin baik dan berkembang. Siapa lagi yang harus dan mau memajukan prodi dan kampus kalau bukan sivitas akademika masing-maing? *

ReadMore »

27 Agustus 2022

Tujuh Tips Tuntaskan Tugas Akhir

Tujuh Tips Tuntaskan Tugas Akhir

Tugas Akhir (TA) adalah mata kuliah terakhir yang wajib dituntaskan oleh mahasiswa. Matkul ini bisa diselesaikan dalam waktu satu semester. Banyak juga yang membutuhkan waktu dua semester untuk menjalani seminar dan sidang TA. Apa saja hal utama yang perlu dilaksanakan oleh mahasiswa agar TA-nya lekas tuntas?


Berikut ini adalah tujuh poin pentingnya.

1.  Jadikan “Makanan”. Makna makanan di sini adalah konotatif atau kiasan. Setiap hari mahasiswa pasti makan. Yang puasa pun pasti makan, yaitu sahur dan buka. Hujamkan dalam hati, setiap ingat makan, juga ingat TA. Setelah makan, kerjakan TA. Banyak hal yang bisa dikerjakan. Bisa menyiapkan alat (termasuk kuesioner), mencatat ide, menulis rencana penelitian, membaca buku teks, meringkas artikel ilmiah, mencari jurnal, mengedit subbab, memperjelas detil gambar alat, dll. Ingat makan, ingat TA. Jangan sekadar ingat tapi lakukan sesuatu agar ada kemajuan (progress). Setiap hari harus ada penambahan kemajuan TA. Targetkan misalnya satu paragraf setiap selesai makan. Maka dalam sehari bisa satu halaman kertas A4. Sebulan mencapai 25-30 halaman A4. 

2.     Kerjakan dan Paksakan. Musuh terberat manusia adalah bisikan-bisikan setan agar malas dan menunda pekerjaan. Nanti saja. Sore saja. Malam saja. Besok saja. Pekan depan saja. Menunda-nunda adalah musuh bebuyutan manusia. Prokrastinasi. Bahkan ditunda sampai semester depan! Ada yang sampai tahun depan! Kerja dan tugas ke luar daerah menjadi alasan yang sangat menyamankan dan pembenaran dalam menunda-nunda menulis laporan TA. Paksakan. Semua orang mengalami masa malas, masa bosan, masa jenuh yang akhirnya menjadi masabodo. Hanya dengan cara paksakan sajalah hal-hal buruk tersebut bisa dikalahkan. 

3.     Menjadi Sarjana atau Kerja. Mahasiswa yang bekerja selalu punya alasan untuk lama kuliah. Pekerjaan dijadikan penunda sarjana. Tidak bekerja berarti tidak punya uang untuk biaya kuliah, begitu alasannya. Padahal tidak sepenuhnya betul. Pekerjaan bisa disandingkan, bersanding dengan TA. Keduanya bisa diselaraskan, diharmonikan. Harmonis. Banyak yang lulus dengan tetap bekerja. Memang mereka berjibaku, "berdarah-darah", "jungkir balik", semuanya dalam makna kiasan. Mereka paham, hanya mereka sajalah yang mampu mengubah nasibnya, mengubah dirinya menjadi sarjana. Maka, apabila harus memilih, maka pilihlah TA agar cepat selesai. TA selesai berarti bisa sidang, lalu yudisium, menjadi sarjana. Ijazah digunakan untuk bekerja, berkarir, atau hanya disimpan di lemari, itu adalah keputusan masing-masing. Spiritnya adalah anda membuktikan diri mampu menjadi sarjana, menjadi contoh bagi anak-anak di masa depan. 

4.     Diskusi dengan Teman dan Pembimbing. Menulis TA wajib dibimbing. Peraturannya demikian. S1, S2, dan S3 semuanya perlu pembimbing. Pembimbing adalah teman diskusi. Agar lancar dalam diskusi, yaitu membahas materi TA, maka mahasiswa wajib membaca materi yang menjadi tema atau judul TA. Berdiskusi jugalah dengan teman. Bertemu teman, terutama teman yang serius menuntaskan kuliahnya, dapat memotivasi diri agar cepat juga dalam menuntaskan penulisan laporan TA. Setiap perubahan dalam materi TA harus diketahui oleh pembimbing. Hindari menulis dan menulis terus kemudian setelah selesai barulah menemui pembimbing. Ini keliru karena pembimbing dianggap tidak ada bahkan dianggap tidak diperlukan. Izin bisa seminar dan sidang TA tetaplah dari pembimbing. Setiap perubahan dan penambahan tulisan dalam laporan TA wajib diketahui oleh pembimbing. Apalagi kalau ada perubahan alat penelitian, perubahan flow chart, perubahan metode atau lokasi maka pembimbing wajib diberitahu. 

5.     Baca dan Rangkum. Ini resep penting. Bacalah laporan TA orang lain di perpustakaan. Tentu cari laporan TA yang temanya sama, judulnya serupa. Baca juga artikel ilmiah dan ilmiah populer yang temanya sama. Catat dalam bentuk rangkuman. Menulis rangkuman berarti menulis materi yang dibaca dengan menggunakan kalimat sendiri. Parafrase. Bisa ditulis di kertas terlebih dulu kemudian diketik di komputer. Bisa dilengkapi dengan skema, gambar, tabel atau bagan yang akan dirujuk pada bab Studi Pustaka atau di bab Hasil dan Pembahasan. Tulis juga di bab Daftar Pustaka agar tidak luput. Jangan menulis Daftar Pustaka pada masa terakhir penulisan TA. Tulislah bersamaan dengan mengutip materi dari buku, artikel, video, dll. Ini cara yang efisien dan efektif. Hindari copy-paste dengan cara tulis ulang dan parafrase agar melekat lebih lama di dalam ingatan. 

6.     Alat dan Reaktor. Segeralah gambar rencana alat (atau berupa kuesioner) yang akan digunakan dalam TA. Setelah didiskusikan dengan pembimbing, cepatlah gambar itu diwujudkan menjadi benda penelitian TA. Alat atau reaktor bisa dibuat sendiri atau bisa juga dibuat oleh ahlinya di bengkel. Serahkan kepada ahlinya lebih bagus. Mahasiswa menyiapkan biayanya. Apabila penelitian memerlukan pompa, maka harus dihitung head dan debit pompa yang dibutuhkan, mungkin juga perlu blower (kompresor) untuk aerasi, perlu alat ukur debit, alat ukur headloss, termometer, colorimeter, spektrofotometer, peralatan titrasi, dan lain-lain yang disesuaikan dengan judul TA. Segera ciptakan gambarnya dan ciptakan juga bendanya! Diskusikan gambar alat dengan pembimbing sampai tuntas sebelum diciptakan menjadi benda oleh bengkel.

7.     Pertolongan Tuhan Yang Mahaesa. Selalu libatkan Allah Swt dalam menulis laporan TA. Setiap akan menulis, sebutlah nama-Nya. Setelah lelah menulis, sebut kesyukuran atas nama-Nya. Mintalah kepada-Nya ilmu dan kemampuan dalam memahami ilmu. Baca lagi berkali-kali dan mintalah berkali-kali kepada-Nya agar mampu memahami ilmu. Mintalah kesehatan jasmani, kesehatan ruhani, kesehatan sosial, kesehatan finansial. Ora et labora, berusaha dan berdoa. Doa di sini termasuk doa agar diberi kemauan, kemampuan, semangat, dan kesempatan dalam menambah ilmu dan menuntaskan TA. Mintalah orangtua, ayah dan ibu, untuk mendoakan, rutinlah berkomunikasi dengan orangtua, misal sepekan sekali, bisa lewat telepon (jangan SMS, WA, atau tertulis lainnya), tetapi usahakan bicara langsung atau bicara di telepon. Ingat pula bersedekah, bisa dengan ilmu, tenaga, jasa, uang. Kasih sayangi yang ada di bumi, maka yang di "langit" akan lebih mengasihsayangimu. Semoga sukses dan menjadi sarjana.*

ReadMore »

5 Agustus 2022

Huruf Kapital pada Judul Tulisan dan Karangan

Huruf Kapital pada Judul Tulisan dan Karangan

Semua orang punya nama. Tulisan atau karangan juga begitu, baik berjenis artikel, esai, feature, buku, cerpen, novel, puisi, laporan KKN, laporan KP, skripsi, tugas akhir, tesis maupun disertasi. Baik tulisan atau karangan tersebut pendek maupun panjang. Bisa berupa berita di koran, majalah, tabloid, selebaran atau berita di media online. Nama tulisan (karangan) tersebut disebut judul. Judul itu seperti label pada tulisan (karangan) yang dapat membuka tabir sehingga isinya bisa diketahui. Isi tulisan (karangan) bisa diduga dari judulnya. Judul adalah kepala tulisan atau karangan.

Tulisan dan Karangan

Apakah makna tulisan berbeda terhadap makna karangan? Dalam bahasa Indonesia, berbeda. Tulisan adalah karya tulis nonfiksi sedangkan karangan adalah karya tulis fiksi seperti cerpen, cerbung, novel, puisi, komik. Orang yang menulis disebut penulis, yang mengarang disebut pengarang. Namun demikian, banyak karya tulis berupa novel, kemudian orang yang membuatnya lebih senang disebut penulis. Di dalam bahasa Inggris, istilah penulis disebut writer dan karya tulisnya berjenis nonfiksi. Adapun istilah pengarang disebut author. Namun istilah author ini digunakan juga untuk penulis nonfiksi dan fiksi. Para penulis artikel ilmiah di jurnal ilmiah berbahasa Inggris biasanya disebut author, bukan writer. Dalam bahasa Inggris, dua kata ini bersinonim.

Apakah berbeda dengan script-writer atau copy-writer? Script-writer adalah penulis yang tulisannya berkaitan dengan skenario sebuah adegan film, drama, sinetron. Adapun copy-writer adalah penulis yang menulis tulisan berupa iklan di koran, majalah, tabloid, atau media online. Untuk dua istilah tersebut digunakan writer, bukan author. Padahal di dalam penulisan iklan misalnya, bisa saja ada temuan baru yang belum pernah ada sehingga memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) karena pekerjaan ini termasuk pekerjaan kreatif tinggi. Sejumlah iklan di televisi didaftarkan HaKI-nya. 

Author memiliki nuansa “pencipta”, dari tiada menjadi ada (tentu saja dalam tanda kutip, karena berbeda dengan Pencipta oleh Tuhan Yang Mahaesa). Adapun writer adalah orang yang mampu menulis, misalnya menulis di media cetak dan/atau elektronik, mampu meramu bermacam unsur berita menjadi utuh dan lengkap dengan berpedoman pada 5W1H (what, who, where, when, why, how) tanpa opini (pendapat penulis). Kalau ada opini penulisnya maka jenis tulisannya berubah menjadi artikel opini, bukan berita. Oleh sebab itu, dalam penulisan berita atau reportase di televisi, wartawan dilarang beropini, tetapi hanya melaporkan kejadian (fakta) dengan berpedoman pada 5W1H saja.

Faktanya juga, banyak orang yang memiliki kemampuan sebagai writer dan author. Mampu menulis artikel ilmiah dan mampu juga menulis puisi dan prosa. Lantaran sudah digunakan sejak lama, maka istilah di dalam tulisan ilmiah berbahasa Inggris adalah author, sama dengan istilah penulis novel dan cerita fiksi lainnya karena dianggap ada unsur “penciptaan, penimbul ide, pemilik gagasan” misalnya berupa temuan baru atau kebaruan (novelty) meskipun sedikit atau hanya bagian kecil dari keseluruhan temuan baru tersebut. Anggapan ini tentu tidak betul sepenuhnya karena banyak tulisan ilmiah di jurnal ilmiah nasional dan internasional yang tidak memiliki kebaruan apalagi temuan baru.

Merujuk pada uraian vocabulary.com, author dijelaskan sebagai berikut. Author comes from the Latin word auctorem, meaning "founder, master, leader." Bow down to the author! Well, no need for that, just make sure the author gets credit. Author usually refers to a professional writer. In fact, author can be used interchangeably with the word writer. But author packs a little more punch — an author is involved in the creation of the work and generating the ideas behind it; strictly speaking, a writer could just execute the written product.

Tatacara Penulisan Judul

Bagaimana dengan penulisan judul tulisan dan judul karangan? Bagaimana penulisan yang betul menurut kaidah bahasa Indonesia yang baku seperti ditulis di dalam EYD atau PUEBI? Ada banyak kesalahan yang dilakukan penulis/pengarang, terutama murid dan mahasiswa dan masyarakat dalam penggunaan huruf kapital pada judul tulisan atau karangan. Yang biasa terjadi adalah pada kata depan dan kata sambung: di, ke, dari, dan, dalam, pada, yang, adalah, untuk, hingga.

Contoh penulisan yang sesuai dengan kaidah adalah:

1.     Perancangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Air Limbah Kota Bandung. Huruf d pada kata dan ditulis dengan huruf kecil, bukan kapital (huruf besar).

2.     Evaluasi Sistem Transportasi Sampah dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kabupaten Sumedang. Huruf d pada kata dan ditulis dengan huruf kecil.

3.     Dari Sungai Menuju Gelas (Judul tulisan oleh Gede H. Cahyana, huruf D pada kata depan Dari ditulis kapital karena berada di awal kalimat.

4.     Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Huruf D pada kata depan Dari ditulis kapital karena berada di awal kalimat.

5.     Pada Agustus 2022 Terjadi Peningkatan Penderita Covid-19 dari Sabang hingga Merauke. Huruf p pada kata Pada ditulis kapital kerena di posisi awal kalimat, huruf d pada kata dari dan huruf h pada kata hingga ditulis dengan huruf kecil.

Kata ulang murni (sempurna) apabila ditulis sebagai judul tulisan maka harus ditulis kapital. Contoh:

1.     Buku-Buku yang Berisi Kisah Kepahlawanan Bangsa Indonesia.

2.     Manfaat Kunang-Kunang dalam Penyerbukan Bunga Sedap Malam.

3.     Evaluasi dan Pengujian Pipa-Pipa dalam Sistem Transmisi dan Distribusi Air Minum Kota Surabaya.

Apabila kata ulang tersebut tidak murni atau kata ulang berimbuhan maka penulisan huruf pada kata yang berimbuhan ditulis dengan huruf kecil. Contoh:

1.     Pemanfaatan Kulit Buah-buahan Sebagai Obat Herbal pada Penderita Sakit Tukak Lambung.

2.     Efisiensi Reaktor Hibrid Anaerob dalam Mengolah Air Limbah Industri Susu Berbahan Baku Biji-bijian.

3.     Ektraksi Buah Terong-terongan Sebagai Bahan Baku Industri Obat Penyakit Dalam. Kata Dalam di sini adalah nama istilah penyakit sehingga ditulis dengan huruf kapital.

Namun demikian, apabila semua huruf di dalam judul tersebut ditulis dengan huruf kapital, maka semua kata depan dan kata sambung ditulis dengan huruf kapital. Judul skripsi, TA, tesis, disertasi biasanya, sekali lagi biasanya, ditulis dengan huruf kapital. Ini lantaran kelaziman saja, tidak menjadi keharusan. Boleh saja ditulis seperti contoh tersebut.

Sesungguhnya penulisan judul, terutama judul yang panjang, yang menggunakan huruf kapital semuanya lebih sulit dibaca daripada judul yang hanya huruf depannya saja yang kapital dan semua huruf depan kata depan dan kata sambung ditulis dengan huruf kecil. Keterbacaan (readability) judul yang semuanya huruf kapital lebih rendah daripada keterbacaan judul yang tidak semuanya huruf kapital. Contoh:

1.     Kemampuan Virus Corona Penyebab Wabah Covid-19 dalam Menginfeksi Manusia Diduga Melemah Setahun ke Depan.

Bandingkan dengan tulisan berikut.

1.     KEMAMPUAN VIRUS CORONA PENYEBAB WABAH COVID-19 DALAM MENGINFEKSI MANUSIA DIDUGA MELEMAH SETAHUN KE DEPAN

Penulisan judul menggunakan huruf kapital semua di dalam sampul (cover) buku laporan KKN, KP, TA mungkin tidak bermasalah. Tetapi penulisan judul artikel, laporan, dll di dalam Daftar Pustaka akan lebih terbaca apabila menggunakan kaidah seperti dibahas di atas. (Gede H. Cahyana)*

ReadMore »

4 Juli 2022

Agar Tugas Akhir Cepat Selesai

Agar Tugas Akhir Cepat Selesai
Oleh Gede H. Cahyana

Tulisan ini adalah tips lanjutan dari sejumlah tips sebelumnya yang tulisannya tersedia di folder TA – Skripsi di blog ini. Kali ini dibahas tips atau strategi agar kuliah cepat tamat, Tugas Akhir lekas tuntas. Ada tiga tahap dalam penyelesaian studi mahasiswa, mungkin untuk semua prodi, atau setidak-tidaknya di prodi Teknik Lingkungan UKRI. Berikut adalah rinciannya.

Tahap 1: Pra-Tugas Akhir

Tugas Akhir adalah mata kuliah yang bisa diambil atau dikontrak pada semester ganjil dan semester genap. Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa segera melaksanakan TA, tanpa harus menunggu satu semester berikutnya. Tentu dengan tetap memperhatikan jumlah mata kuliah yang diambil pada semester berjalan (on going) karena TA memerlukan waktu khusus dan fokus dalam pengambilan data primer di lapangan dan/atau di laboratorium untuk diolah dan dibahas di bab Hasil dan Pembahasan,

Kegiatan tahap 1 diawali oleh perwalian dan KRS. Mahasiswa bisa bertanya tentang tema (atau judul TA) kepada dosen wali atau mengajukan tema (atau judul) yang diminati oleh mahasiswa. Judul yang disepakati tersebut lantas disiapkan dalam bentuk proposal TA. Pada waktunya nanti, setelah PKRS, mahasiswa wajib presentasi proposal TA. Pada presentasi tersebut dosen koordinator TA dan dosen lain yang hadir menilai kelayakan proposal TA tersebut. Layak artinya, memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku di prodi, misalnya tidak terlalu luas sehingga kajiannya menjadi dangkal, juga tidak terlalu dalam yang melebihi beban 6 SKS. Apalagi terlalu sempit dan dangkal, tentu tidak diizinkan karena mahasiswa akan sulit atau gagal membahasnya di bab Hasil dan Pembahasan.

Apabila gagal mengembangkan raihan data lapangan dan/atau laboratorium maka akan sulit menuliskan pembahasannya. Juga sulit memperlihatkan hal-hal yang belum (atau belum banyak) dibahas oleh orang lain. Hal-hal yang belum (banyak) dibahas oleh orang lain ini, apalagi yang belum dibahas, artinya ada hal baru (novelty) di dalam TA, maka bobotnya sudah mencapai 6 SKS. Kajian yang hanya evaluasi, misalnya Evaluasi IPAM atau IPAL atau IPALin (Lindi) atau TPA, TPS 3R, K3 di perusahaan (pabrik), dll hanya berbobot 2 SKS dan bisa dilaksanakan untuk matkul Kerja Praktik (KP), bukan TA. Namun demikian, apabila ditambah dengan materi lain yang berupa “perubahan” tertentu pada unit proses, unit operasi, arah aliran, variasi media filter misalnya, kemudian dilakukan variasi debit, variasi kualitas air umpan (feed), maka bobotnya sudah naik. Penambahan dan pendalaman kajian ini harus dibicarakan dengan dosen pembimbing agar laporan TA dapat memenuhi bobot 6 SKS.

Oleh sebab itu, sejak penulisan proposal, khususnya di subbab Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Metodologi hendaklah sudah ditulis cakupan materi TA yang mencapai bobot 6 SKS. Mahasiswa bisa memperoleh ide materi TA dengan cara mempelajari laporan-laporan TA yang tersedia di perpustakaan. Cobalah pikirkan ide lanjutan (atau ide baru) yang mungkin bisa diperoleh dari laporan TA orang lain tersebut. Dengan pengalamannya, dosen sudah bisa mengetahui apakah sebuah tema (judul) TA layak dijadikan TA atau ditolak. Apabila proposal TA dinyatakan diterima maka koordinator TA akan menetapkan dosen pembimbingnya kemudian diumumkan dalam tabulasi dosen pembimbing TA untuk selanjutnya dibuatkan SK Pembimbing oleh Dekan.

Tahap 2: Pelaksanaan dan Bimbingan TA

Tugas Akhir harus memperoleh bimbingan atau asistensi dari dosen agar materi yang dikaji berada di jalur yang tepat, sesuai dengan judul TA dan memenuhi kaidah ilmiah, memenuhi norma akademik dan memenuhi kode etik penulisan ilmiah. Dosen memberikan bimbingan atau asistensi materi TA dan tatatulis ilmiahnya. Materi (isi, content) TA menjadi tanggung jawab bersama antara dosen pembimbing dan mahasiswa dengan bobot materi 6 SKS.

Mahasiswa harus lebih aktif dalam pelaksanaan TA di lapangan dan/atau di laboratorium. Mahasiswa juga harus aktif melaporkan hasil penelitian atau perancangan TA-nya kepada pembimbing. Sebaiknya laporan kemajuan (progres) TA diberitahukan kepada dosen pembimbing setiap pekan (7 hari sekali). Artinya mahasiswa melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukannya berkaitan dengan TA selama sepekan terakhir. Bisa berupa laporan tertulis kegiatan di lapangan atau di laboratorium perihal kendala yang terjadi, perubahan proses fisika, kimia, biologi, rencana pengolahan data, statistik, dan lain-lain yang perlu disampaikan kepada pembimbing. Paling lama setiap dua pekan sekali (14 hari sekali) mahasiswa sebaiknya bertemu dosen pembimbing.

Pertemuan berkala dalam waktu singkat tersebut dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan TA-nya dan lebih cepat diketahui apabila terjadi kesalahan sampel, data, proses reaktor, kriteria desain, gambar-gambar, skala gambar, dan lain-lain, baik pekerjaan di lapangan maupun di laboratorium. Pertemuan berkala tersebut juga dapat membantu mahasiswa dalam menulis subbab-subbab yang dibutuhkan, membuat tabel atau grafik dan pengolahan datanya. Apabila terjadi kesalahan apapun akan segera bisa diketahui dan segera pula bisa diperbaiki, tidak terlambat sehingga tidak membuang-buang waktu karena harus mulai dari awal lagi. Jangan malu apalagi takut bertemu dosen (memang, nyaris semua orang mengalami hal ini, termasuk saya, tetapi selalu dikuatkan lagi dengan spirit di dalam pikiran bahwa tidak akan masalah karena materi yang akan dibahas sudah disiapkan, ditulis, dan referensinya lengkap, bahkan buku, artikel, majalah, dll yang dijadikan referensi juga dibawa). Yang penting datang dengan 4S: salam, sopan, santun, siap materi yang akan dibahas dengan pembimbing maka ini sudah lebih dari cukup.

Dosen pembimbing juga berharap agar mahasiswa menguatkan motivasinya dalam menulis TA. Mahasiswa menghidup-hidupkan spiritnya selama di lapangan dan/atau di laboratorium, kemudian segera mengolah data yang diperolehnya. Olahan data dan penjelasannya lantas diasistensikan kepada pembimbing setiap pekan atau dua pekan sekali selama setengah hingga satu jam sudah cukup. Begitu seterusnya. (Namun faktanya, ada mahasiswa yang sebulan, ada yang dua bulan, bahkan ada yang satu semester tidak menemui pembimbing TA dengan beragam alasan seperti pindah kerja, tugas lapangan, sakit, masalah keluarga, dll). Oleh sebab itu, kejujuran dalam segala hal selama pelaksanaan TA menjadi penting. Termasuk jujur dalam sampling dan analisis lab.-nya (datanya akurat), data tidak direkayasa, jujur dalam menulis kutipan (sitasi) dan mampu menulis parafrase sehingga terbebas dari plagiat dengan tetap menuliskan sumber kutipannya.

Begitu pula, mahasiswa harus punya rasa ingin tahu terhadap banyak materi TA dengan cara membaca buku teks, artikel ilmiah, ilmiah populer, laporan TA, koran, majalah, menyimak video di Youtube yang membahas tema yang selaras dengan tema TA. Materi yang diperoleh tersebut lantas ditulis di dalam buku atau diketik di komputer. Lengkapi dengan tatakutip yang betul (cara sitasinya betul, ejaan sesuai dengan EYD atau sekarang PUEBI) dan wajib ditulis juga di bab Daftar Pustaka. Perbanyaklah menulis data sekunder yang selaras dengan materi TA sehingga bisa dijadikan kajian dan perbandingan dalam analisis dan sintesis di bab Hasil dan Pembahasan. Ingatlah bahwa data yang diperoleh dan dibahas harus selaras (sinkron) dengan rumusan masalah dan tujuan di bab Pendahuluan. 

Tahap 3: Seminar dan Sidang TA

Apabila TA sudah dinyatakan siap diseminarkan oleh dosen pembimbing maka mahasiswa harus menyiapkan materi presentasi berupa slide Powerpoint. Siapkan slide yang informatif, dengan jenis huruf yang mudah dibaca dan ukuran huruf yang tepat. Jangan copas langsung kalimat dari laporan TA karena pasti memperoleh nilai kecil dari dosen pembimbing dan penguji. Jangan membaca kata perkata, kalimat perkalimat, apalagi membaca paragraf panjang hasil copas laporan TA. Formatlah semua isi slide agar terbaca dengan mudah, jenis dan ukuran huruf (font) yang serasi (proporsional) antara judul, subjudul, dan bahasan, gunakan tabel dan gambar yang jelas terlihat dan terbaca, hindari animasi, apalagi animasi yang aneh-aneh yang mengganggu konsentrasi mahasiswa dan dosen.

Upayakan tampilan slide memenuhi kaidah bahasa di dalam EYD (PUEBI) dan tanpa salah ketik (typo). Yang juga penting adalah latihan presentasi. Berlatihlah presentasi di depan teman-teman dan/atau dosen pembimbing dan cermatlah mengatur tuturan sehingga materi bisa tuntas dalam waktu yang disediakan, biasanya 20 menit. Sekali lagi, jangan dibaca langsung di layar tayang atau dibaca langsung kata perkata di laptop tetapi usahakan hapal kata-kata utama atau pokok-pokok pikiran yang ada di dalam slide. Cara ini dapat memberikan image bahwa mahasiswa menguasai materi TA-nya, khususnya materi yang dipresentasikan.

Sebelum presentasi hendaklah berdoa, ucapkan salam, dan perkenalkan diri. Akhiri dengan salam juga. Dalam menjawab pertanyaan penguji usahakan to the point kecuali perlu ada paparan awal sebelum ke kalimat-kalimat jawabannya. Minta izinlah untuk memberikan paparan awal ini sebelum pokok jawaban kecuali penguji langsung minta jawaban to the point, maka jawablah secara ringkas.

Tidak ada TA yang sempurna. Maka, setelah seminar dan sidang TA biasanya ada perbaikan laporan. Ada perbaikan isi, materi TA atau konten (content), ada pula perbaikan bahasa agar sesuai dengan EYD (PUEBI) atau sesuai dengan aturan tatatulis yang berlaku di prodi (kampus). Ikuti dan laksanakan sebaik-baiknya, dalam waktu yang singkat, jangan melebihi tenggat waktu yang diberikan.*

ReadMore »

15 April 2022

Alternatif Judul Tugas Akhir

Alternatif Judul Tugas Akhir

Bidang yang bisa dijadikan tema dan/atau judul TA adalah HSES: Health, Safety, Environment, Sanitation yang meliputi TA Perancangan (Desain, Perencanaan Detail (DED: Detailed Engineering Design), atau Rencana Induk (Master Plan) dan TA Penelitian (di laboratorium dan/atau di lapangan). Di bawah ini diberikan beberapa contohnya. Variasinya adalah lokasi atau alat (reaktor) yang berbeda-beda. 

1.     Perancangan Penangkap dan Instalasi Pengolahan Air Hujan di …. (suatu lokasi yang sulit air, jarang hujan atau kampus, perkantoran, rumah susun, dll).

2.     Perancangan Sistem Drainase Permukiman di …. (sebuah kecamatan), Kab… Prov … Bisa di kelurahan2 yang sering banjir atau evalusi dan usulan desain rehabilitasi sistem drainasenya.

3.     Perancangan IPAL Domestik Komunal di …. (sebuah permukiman padat penduduk atau sebuah kecamatan). Misal 10 tahun ke dapan, perlu proyeksi pendduduk untuk perhitungan debit air limbahnya. Atau di kawasan perumahan baru. 

4.     Evaluasi Pengelolaan Persampahan di …. (sebuah kecamatan) di Kota/Kabupaten …  tertentu. Evaluasi kondisi eksisting dan usulan perbaikannnya.

5.     Evaluasi Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Teknologi Biodigester di … (sebuah kota yang ada biodigester), atau variasi Effective Microorganism, dll

6.     Perancangan TPA Sanitary Landfill di Kecamatan ... Kabupaten ………….. , Provinsi ...... 

7.     Pengurangan Kation Besi dan Mangan di dalam Air Tanah Menggunakan …. (misalnya ekstrak biji kelor, biji asam, dll), dengan Aerasi, Filtrasi atau Pengolahan Kesadahan Menggunakan variasi media (kapur, marmer, dolomit, dll). 

8.     Pengolahan Kekeruhan Air Sungai …. Menggunakan Hydrocyclone atau Mixer atau Filter Manual (pilih satu).

9.     Pengolahan Air Limbah Domestik atau Pabrik Tahu, Tekstil, dll Menggunakan UASB atau Anaerobic Filter atau Gabungannya, AOP, Activated Sludge dan Modifnya, Trickling Filter, Wetland (dalam skala lab.)

10.  Pengolahan Air Limbah Domestik atau Air Limbah Pabrik Minyak Goreng Menggunakan Flotasi atau Koagulasi Flokulasi, atau unit operasi/proses lainnya.

11.  Perancangan Sistem Transmisi dan Distribusi Air Minum di Kecamatan……, Kabupaten….., Provinsi …

12.  Perancangan IPAM (Complete Treatment) di Kecamatan ….., Kab….., Provinsi … .

13.  Perancangan Sistem Penyaluran Air Limbah (Sewerage) di Kecamatan…., Kab….., Prov….

14.  Perancangan IPAL Domestik di Kecamatan….., Kab….., Provinsi .... .

15.  Perencanaan Induk (Master Plan) Sistem Penyediaan Air Minum Kota atau Kabupaten ….

16.  Perencanaan Induk (Master Plan) Sistem Penyaluran Air Limbah Kota atau Kabupaten ….

17.  Percncanaan Induk (Master Plan) Persampahan Kota atau Kabupaten ….

18.  Evaluasi dan Perencanaan Sistem Plambing di … (sebuah gedung, rumah susun, hotel)  di sebuah kota).

19.  Tugas Akhir bertema Kesehatan Lingkungan Kerja, Sanitasi Makanan Minuman, Hygiene Industri, dll

20.  Penelitian-penelitian di laboratorium untuk memperoleh efisiensi atau kinerja sebuah unit operasi atau proses seperti koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, membran, aerasi, flotasi, adsorbsi, dll.

21. Pengurangan kesadahan air baku menggunakan penukar ion atau menggunakan proses kapur dan soda dengan variasi media filternya.

22. Judul-judul lainnnya... 

ReadMore »

4 April 2022

Perihal Kerja Praktik dan Tugas Akhir

Perihal Kerja Praktik dan Tugas Akhir

Mata Kuliah Kerja Praktik dan Tugas Akhir adalah dua mata kuliah yang bertujuan memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa di lapangan dan/atau di laboratorium. Mata kuliah ini menjadi ciri khas pembekalan keahlian dalam bentuk “praktik”. Artinya, mahasiswa malaksanakan kegiatan di lapangan dan/atau di laboratorium secara mandiri yang dibimbing oleh dosen pembimbing akademik. (Kata dan/atau artinya, bisa di lapangan saja, bisa di lab. saja, bisa juga di lapangan dan di lab.). (Ingat, menulis singkatan lab harus dengan titik di belakang huruf b, yaitu lab.).

Mata kuliah KP dan TA tersebut bisa diambil atau dilaksanakan pada semester ganjil dan/atau genap. Kata sambung dan/atau ini berarti boleh pada semester ganjil saja, boleh pada semester genap saja, boleh pada semester ganjil dan dilanjut di semester genap atau semester genap dan dilanjut pada semester ganjil. Maksimum hanya dua semester. Apabila lebih dari dua semester maka harus ganti judul dan untuk KP maka harus ganti lokasi. Judul dan lokasi KP bisa dibahas dengan dosen pembimbing sebagai dosen penanggung jawab sampai mahasiswa bisa seminar. Namun demikian, apabila dinilai masih bisa diperpanjang karena tinggal sedikit lagi bisa selesai draft laporannya maka boleh diperpanjang satu semester atas izin dosen pembimbing. Begitu juga pada matkul TA.

Perlu diingat bahwa KRS harus ditulis atau diperbarui setiap semester. Mata kuliah KP yang belum tuntas pada semester ganjil misalnya, maka harus KRS juga di semester genap. Apabila belum tuntas lagi, maka harus KRS lagi di semester ganjil. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tetap terdaftar sebagai mahasiswa di semester on going ketika mahasiswa seminar atau sidang. Sebab, nilai mata kuliah KP dan TA akan ditulis pada “semester berjalan/on going”, bukan pada semester yang sudah lewat (berlalu). Karena nilainya di semester yang sudah lewat adalah T (tidak ada nilai). Oleh sebab itu, mahasiswa harus terdaftar (yaitu harus menulis di KRS) mata kuliah KP atau TA tersebut di setiap semester.

Mata kuliah KP dan TA memiliki kekhususan, yaitu mata kuliah yang dibimbing khusus oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing ini berbeda-beda dari satu dosen ke dosen lainnya, disesuaikan dengan bidang kajian dan kelompok bidang keahlian dosen. Dosen di bidang air limbah akan membimbing mahasiswa yang tema KP atau TA-nya di bidang air limbah. Tetapi karena keterbatasan dosen, sedangkan mahasiswa banyak, maka bisa juga dosen pembimbing dari dosen dengan kelompok bidang keahlian persampahan, kesehatan kerja, dll yang menjadi pembimbing, baik pembimbing 1 maupun pembimbing 2. Plotting dosen pembimbing ini dilaksanakan setelah mahasiswa presentasi proposal KP dan TA.

Presentasi proposal diperlukan agar lingkup studi yang dilaksanakan oleh mahasiswa sesuai dengan beban SKS-nya. Di dalam presentasi proposal KP dan TA, dosen akan memberikan masukan yang berkaitan dengan tema dan kedalaman atau keluasan materi kajiannya. Materi kajian tidak boleh terlalu dangkal atau terlalu dalam atau terlalu luas. Hal ini bisa dipelajari dari metodologi yang ditulis di dalam proposal dan tersirat di dalam judulnya. Bisa juga dianalisis pada rumusan masalah dan tujuannya. Juga pada ruang lingkupnya (apabila ditulis). Semua kelengkapan format proposal dibahas di dalam presentasi, termasuk jadwalnya. Jadwal ini penting agar bisa diperkirakan waktu penyelesaian KP atau TA tersebut. Maksimum dua semester, kecuali ada catatan khusus dari pembimbing bahwa boleh diperpanjang. Ini menjadi tanggung jawab penuh dosen pembimbing setelah berdiskusi dengan mahasiswanya.

Perlu dicatat bahwa pengajuan proposal KP dan TA dilaksanakan paling telat setelah PKRS. Semua proposal akan dikumpulkan dan ditabelkan hingga sepekan setelah PKRS. Ini bertujuan agar mahasiswa yang batal KP atau batal TA sempat membatalkan matkul tersebut atau mahasiswa yang ingin ambil KP atau TA sempat mengambil dan menulis matkul KP atau TA tersebut di PKRS. Setelah PKRS berlalu maka tidak ada lagi perubahan atau pembatalan. 

Mahasiswa yang sudah yakin akan mengambil KP dan/atau TA maka disarankan segera menulis proposalnya. Namun harus dingat lagi bawah ADA batas kutipan di dalam bab Studi Pustaka agar terbebas dari plagiat. Tentang plagiat ini bisa dibaca di sini. Proposal diprint dan dikumpulkan di prodi TL. Formatnya sudah ada di blog ini, di folder Tugas Akhir-Skripsi. Tata tulis dan tipsnya juga bisa dibaca.*

ReadMore »