• L3
  • Email :
  • Search :
Tampilkan postingan dengan label Hukum Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum Politik. Tampilkan semua postingan

4 November 2026

Penyadapan dan Dewan Jenderal 2026

Penyadapan dan Dewan Jenderal 2026

Sebelum peristiwa G30S-PKI pada 30 September 1965, beredar isu bahwa ada kelompok tentara yang terdiri atas para jenderal dengan maksud mengganti Presiden Soekarno lewat kudeta (coup d’etat). Isu ini diviralkan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Sebuah partai yang sesungguhnya dilarang eksistensinya oleh Pancasila dan UUD 1945. Tetapi bisa berkembang luas dengan jutaan orang simpatisan akibat Nasakom-nya Bung Karno. Artinya, Dewan Jenderal yang diviralkan oleh PKI sesungguhnya tipu muslihat untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat.


Kini, pada awal November 2026 ini ada juga sekelompok jenderal, bisa juga disebut Dewan Jenderal 2026 tetapi bukan tentara melainkan polisi. Peristiwa ini betul adanya, bukan isapan jempol. Sudah ada beberapa jenderal, termasuk mantan Kapolri yang di-rutan-kan di kantor Brimob.
 Ada lagi jenderal lain dan sudah beredar luas nama-namanya di media sosial sejak tanggal 2 November 2026. Diperkirakan ada belasan orang polisi yang diperkirakan terlibat di dalam penyadapan ini. Persekongkolan elite polisi ini menjadi kasus terbesar dalam sejarah polisi di Indonesia. Apakah pernah terjadi di negara lain? Kalau belum, ini menjadi kasus terbesar di dunia dan mungkin akan dijadikan film. Film berdasarkan kisah nyata. 

Tentang kasus penyadapan ini, saya teringat pada film-film spionase (film spy) seperti James Bond 007. Tema filmnya biasanya perang antara Amerika Serikat dan Inggris di satu pihak versus Uni Sovyet atau sekarang Rusia di pihak lain. Genre film mata-mata ini (biasa disebut film sepae) disukai oleh khalayak karena tidak banyak tembak-tembakannya tetapi cenderung mengajak penontonnya berpikir. Film yang seperti ini digandrungi karena penonton ikut aktif menduga-duga apa yang akan terjadi. Kadang-kadang dugaan itu meleset karena yang diduga baik ternyata di akhir cerita justru adalah penjahatnya. Film spionase yang sulit ditebak ini kerapkali menjadi box office.

Ternyata di Indonesia, seperti di dalam mimpi saja, aksi spionase ini sungguh-sungguh terjadi. Sekelompok polisi berpangkat jenderal menyadap presiden, ketua umum partai politik (anggota DPR), menteri, pengusaha, bahkan ormas. Dentuman skandal ini jauh lebih besar daripada ledakan bom atom. Bukan ledakan fisiknya tetapi dampak psikologisnya terhadap presiden dan kalangan yang disadap. Betapa pembicaraan setiap orang yang disadap itu bisa diketahui dengan mudah untuk dianalisis dan diambil tindakan (counter attack) bahkan saat rencana itu masih dalam wujud embrio. Bisa dibatalkan atau digagalkan atau diganggu sebelum dilaksanakan. Kejadian ini menggegerkan politik dalam dan luar negeri. 

Tindak kriminal penyadapan masuk ke dalam ranah UU ITE dengan hukuman hingga 10 tahun penjara. Akan bertambah berat lagi hukumannya karena pelakunya adalah polisi dengan pangkat jenderal dan masih aktif berdinas. Di film-film biasanya disebut pengkhianat dan biasanya langsung dieksekusi mati. Di dunia nyata, hal ini banyak diterapkan di Tiongkok dan Korea Utara dan Selatan. Juga di Arab Saudi, tindakan makar dan kontra terhadap kerajaan bisa diancam hukuman mati. Di negara Tiongkok misalnya, jangankan memata-matai presiden, hanya mengambil uang rakyat (APBD, APBN) yang jumlahnya tidaklah seluar biasa besarnya seperti di Indonesia, sudah langsung dihukum mati.

Berbeda dengan Indonesia, orang yang korupsi berapapun, tidak ada yang dihukum mati. Bahkan setelah keluar dari penjara, para koruptor itu bisa lagi terkenal, diundang di banyak podcast dan bicara berapi-api tentang hukum dan keadilan. Aneh memang. Miris memang. Tapi inilah negeri kita, negeri nyiur melambai yang katanya…. katanya sih… toto tentrem kerto raharjo.

Akhirnya timbul pertanyaan lain, apakah ada lagi lembaga lain selain Dewan Jenderal Polisi yang menyadap pemerintah atau presiden? Bukankah banyak lembaga atau instansi lain yang memiliki jalur komando dalam penyadapan, intelijen, dinas rahasia atau sandi negara? Wa Allahu ‘alam bi shawwab. *

ReadMore »

21 Oktober 2026

Hutan Terbakar dan Dibakar

Hutan terbakar di banyak tempat (Jawa, Sumatera, Kalimantan, dll) terjadi setiap tahun. Hutan (lahan) dibakar juga terjadi setiap tahun. Tetapi hutan yang terbakar dan dampaknya sangat luas, bahkan hingga ke negeri jiran, hanya terjadi pada musim kemarau dan disertai El Nino. Kejadian tahun 2026 ini pernah terjadi pada tahun 1997. Waktu itu kabut asap menyelimuti desa dan kota di mana-mana selama tiga bulan. Tidak hanya di Kalimantan dan Sumatera, tetapi juga di hutan-hutan di lereng gunung seperti Gunung Lawu, Bromo, Semeru, Merapi, Ciremai, Malabar, Tangkuban Parahu, dll.


Membakar hutan adalah tindakan kriminal. Korbannya bisa mencapai jutaan orang. Pelaku kriminal ini mulai dari pemilik konsesi hutan, pelaksana (direksi, komisaris, hingga karyawan) dan pemberi izin (pemerintah). Asap pekat mengakibatkan semua orang yang terpapar menjadi batuk, bahkan sakit sesak napas. Apalagi orang yang menderita penyakit asma, paru, dan bronkitis. Pandangan mata menjadi terbatas, mengurangi visibilitas sehingga membahayakan apabila berkendaraan. Banyak bandara ditutup sehingga aktivitas ekonomi berkurang.

Kebakaran di lahan gambut faktanya sulit dipadamkan karena batubara muda yang terbakar terus saja membara. Sedikit saja hembusan angin yang membawa oksigen maka apinya tersulut lagi. Lantas bagaimana caranya agar kebakaran tersebut cepat padam dan yang lebih penting lagi adalah tidak berulang tahun di masa depan? Tentu perlu menindak tegas, menghukum secara perdata dan pidana semua pelakunya. Mengganti pejabat yang tidak sigap dalam mencegah dan memadamkan kebakaran. Moratorium perkebunan sawit dan evaluasi kembali pemilik dan luasannya, terutama yang dimiliki oleh perusahan asing (multinasional) seperti Singapura dan Malaysia. 

Pembatasan bukaan baru lahan untuk sawit menjadi penting karena mayoritas penyebab kebakaran adalah land clearing lahan untuk tanaman sawit. Sawit yang sudah ada sebaiknya difokuskan untuk produk pangan sedangkan untuk energi sebaiknya dialihkan ke biomassa lain seperti limbah tahu (untuk skala dusun di perdesaan) sampah domestik, limbah padat pertanian dan perkebunan, dan pemanfaatan metana di rawa gambut yang hakikatnya adalah bioteknologi anaerob. Bisa dikombinasikan antara sumber-sumber alternatif tersebut untuk produksi energi terbarukan. Termasuk potensi energi dari lumput laut. 

Potensi energi sangat banyak di khatulistiwa (tropis), seperti negara kepulauan Indonesia. Sekaligus sebagai pengemban amanah bahwa Indonesia adalah salah satu pelindung utama kelanggengan fungsi planet Bumi karena memiliki oksigen dari hutan yang luas. Oleh sebab itu, rumuskan dan terbitkan peraturan yang menjaga keanekaragamanhayati (biodiversity) Indonesia agar mampu melestarikan fungsi lingkungan.  Merestorasi hutan gambut agar dapat dimanfaatkan secara tepat guna secara terukur, tidak membabi-buta atau gebyah uyah, hantam kromo seperti orang kesurupan. Para kapitalis yang perilakunya seperti ini hendaklah dihukum dengan cara mencabut izin konsesi hutannya dan di-black list.

Terlampir adalah artikel tahun 1997 tentang kebakaran hutan dan smog Kalimantan. 


ReadMore »

19 September 2026

Prabowo dan Kyai Hasan serta Palestina

Prabowo dan Kyai Hasan serta Palestina

Empat kali sudah KH. Hasan Abdullah Sahal bertemu presiden Prabowo. Pertemuan keempat ini terjadi pada Sabtu, 19 September 2026, bertepatan dengan acara peringatan 100 tahun PMDG di Gontor Ponorogo. Dalam sambutannya, Kyai Hasan berterima kasih kepada Presiden Prabowo karena berkenan meluangkan waktu untuk hadir di Gontor. Kyai Hasan juga menyampaikan informasi bahwa pada saat diwakafkan, luas pondok kurang lebih 1,2 hektar. Pada usia yang ke-100 tahun ini luasnya menjadi 1.200-an hektar. (Merujuk pada catatan lainnya, luasnya 1.700 hektar).

Sumber foto: Sekretariat Presiden

Acara yang digelar di gedung baru BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern) itu dihadiri juga oleh sejumlah duta besar negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Uniknya, tak disangka atau mungkin ada juga orang yang sudah menduga, Presiden Prabowo ternyata memberikan perhatian pada Panca Jiwa dan Moto PMDG. Panitia diminta menayangkan kembali dua pedoman untuk menjadi masyarakat PMDG tersebut. Satu per satu kata dan frase di dalam Panca Jiwa dan Moto tersebut dibaca dan dibahas oleh Presiden. Katanya, makna kata-kata tersebut sama dengan pikirannya dan cita-cita pemerintahannya. Tepuk tangan meriah sontak dari hadirin.
 
Presiden juga menyebut khusus Palestina. “Free Palestine” tiga kali berturut-turut dan di scene lainnya menyebutnya dua kali. Total lima kali. Duta besar Palestina juga memberikan kain sorban khas Palestina yang disebut keffiyeh. Sambil berpelukan tampak keharuan duta besar atas perhatian Presiden Prabowo kepada rakyat Palestina. Indonesia, kata Presiden, belum mampu berbuat banyak untuk kemerdekaan Palestina. Kemudian melihat ke tribun yang dipenuhi oleh santri dan santriwati seraya mengajak agar generasi penerus khususnya Gontor bisa lebih banyak berperan untuk Palestina.
 
Dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG tersebut dibagikan juga sebuah buku berjudul Gontor Untuk Indonesia kepada Presiden Prabowo dan mushhaf Gontor yang ditulis tangan oleh santri dan guru-guru Gontor. Setelah tuntas acara, disaksikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, Prabowo juga meresmikan Fakultas Kedokteran UNIDA dengan menandatangani batu prasasti yang sudah disiapkan. Juga menandatangani prasasti peresmian gedung baru BPPM yang berdaya tampung sekitar 5.000 orang. 
 
Terucap juga dari lisan Presiden bahwa Gontor tidak boleh berpolitik praktis. Sudah tepat, katanya. Tetapi Gontor harus paham politik. Gontor tidak ke mana-mana tetapi ada di mana-mana. Acara tasyakur tersebut diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang hadirin yang duduk di belakang dan tribun BPPM. Tampak dalam acara tersebut, peran kyai yang menjadi penerang bagi pemimpin di semua lapisan, level atau strata pemerintahan. Pejabat yang mendatangi kyai di pondoknya dan kyai memberikan nasihatnya, baik langsung maupun tidak langsung. Faktanya juga, pondok pesantren, tidak hanya Gontor tetapi juga Tebuireng, Lirboyo, dan banyak lagi pondok lainnya, lebih dulu eksistensinya daripada NKRI. NKRI dikuatkan oleh eksistensi pondok-pondok pesantren.
 
Patutlah diucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang mau menghadiri acara 100 tahun Gontor dan semoga perkembangan Gontor pada abad keduanya, mulai ke-101 tahun, institusi Gontor, kyai, guru, santri, dan alumninya semakin unggul.*
ReadMore »

29 Agustus 2026

Budi Arie Setiadi Projo Tidak Berbudi

Budi Arie Setiadi Projo Tidak Berbudi

Dulu waktu sekolah di SD ada pelajaran Budi Pekerti. Maksud pelajaran tersebut, kurang lebih, agar murid dan juga gurunya, bisa berperilaku baik. Mulia. Bijaksana. Tetapi orang yang bernama Budi Arie ini tidak mencerminkan makna pelajaran pada masa Orde Baru itu. Pelajaran tersebut bisa disamakan dengan mata kuliah Etika di perguruan tinggi. Tetapi Budi Arie, merujuk pada pidatonya, seperti tidak beretika. Tidak berempati pada pemerintahan yang sedang berlangsung. Apakah karena di-reshuffle oleh Prabowo?


Tuturan di dalam pidatonya itu menghasut. Hasut ini berasal dari kata hasad atau hasud dalam bahasa Arab. Orang hasad artinya orang yang tidak suka orang lain mendapatkan kesenangan, kebahagiaan. Orang hasad ingin agar kebahagiaan orang lain tersebut sirna, lenyap, hilang dan menjadi kesedihan. Ucapan Budi Arie sudah dalam kategori penghasutan. Ketua Projo tersebut tidak suka melihat keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo sehingga Projo siap apabila terjadi percepatan pergantian presiden. Apakah karena dirinya di-reshuffle akibat ada kasus judi online yang merebak? 

Budi Arie memiliki nama belakang Setiadi dan dia memang setia kepada Jokowi. Totalitas Projo dia persembahkan untuk Jokowi dan anaknya, yaitu Gibran dan anaknya yang lain. Namun pekerti yang dia perlihatkan kepada khalayak adalah pekerti penghasut. Ini berbahaya bagi keamanan masyarakat. Apabila elite yang berpekerti buruk terus menggemakan narasi keburukan kepada masyarakat maka kerusakan stabilitas mulai terjadi. Rasa sakit hati elite seperti ini dapat menyulut instabilitas keamanan dan memicu pro-kontra di masayarakat.

Tindakan hukum yang mana yang akan digunakan oleh polisi untuk memanggil Budi Arie Setiadi atas pernyataannya itu? Apakah kata-kata Said Didu menjadi nyata di dalam kasus ini, yaitu perihal SSB: Singapura, Solo, Bandung bahwa ada oligarki dan parcok yang bermain?*
ReadMore »

22 Maret 2026

Water and Gender in World Water Day 2026

Air dan Gender atau Water and Gender

Belum setarakah gender dalam penyediaan air minum (PAM) domestik sehingga tema peringatan Hari Air Dunia tahun 2026 adalah Water and Gender? 

Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu UN-Water merilis tema acara tersebut dengan menampilkan foto-foto perempuan dewasa (ibu-ibu) dan perempuan anak-anak yang sedang mengambil air. PBB menyatakan bahwa masih ada ketimpangan gender dalam PAM dan air untuk kebutuhan domestik lainnya. Merujuk pada makna kamus (leksikal), gender bisa bermakna laki-laki dan perempuan. Namun makna gramatikal di dalam tema HAD 2026 ini adalah perempuan (wanita). 

Gender dijadikan tema oleh PBB karena satu miliar perempuan (27,1%) dari jumlah total perempuan di dunia tidak memiliki akses air minum aman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan bahwa 1,8 miliar orang belum memiliki sumber air di rumahnya. Mereka harus pergi beberapa kilometer untuk mendapatkan air. Ada 67% perempuan bertugas mengambil air untuk keperluan keluarga di 53 negara. Buruknya kualitas air minum dan sanitasi mengakibatkan seribu orang bayi meninggal setiap hari. PBB juga melaporkan bahwa 14% negara di dunia belum setara dalam PAM. 

PBB sudah merilis resolusi nomor 64/292 tahun 2010 tentang air dan sanitasi yang divalidasi sebagai HAM. Air yang dimaksud meliputi air untuk minum, memasak, dan MCK dengan kebutuhan 50 – 100 liter/orang/hari (disingkat loh). Angka ini adalah kebutuhan air untuk orang yang tinggal di pelosok (remote area) sebesar 60 loh dan air untuk orang di kota-kota kabupaten (100 loh). Volume 100 liter melebihi lima botol galon air minum kemasan. Satu botol besar yang berisi lima galon bervolume 18,925 liter sehingga totalnya menjadi 5 botol x 18,925 liter/botol = 94,625 liter. Catatan: 1 US gallon = 3,785 liter. 

Bagaimana di Indonesia, adakah ketidaksetaraan perempuan dalam hal PAM?

Kondisi Indonesia

Agar pembahasan menukik ke persoalan gender dalam makna perempuan (wanita), maka narasi awal alinea ini adalah peran perempuan dalam hal keairan. Mengutip data BPS, jumlah perempuan sarjana di Indonesia pada tahun 2024 adalah 14,08%, lebih banyak daripada laki-laki sarjana (12,69%). Total lulusan sarjana adalah 13,03 juta orang pada tahun 2024 atau 4,64% dari total penduduk. 

Beralih ke data yang lebih fokus, ke program studi yang keahliannya di bidang air minum (dan air limbah, sampah, udara, AMDAL), yaitu Teknik Lingkungan. Jumlah teman penulis di Teknik Lingkungan ITB adalah 17 orang perempuan (34%) dari 50 orang mahasiswa. Data tahun-tahun selanjutnya jumlah mahasiswa perempuan di Prodi Teknik Lingkungan ITB terus meningkat. Contoh lain, pada tahun akademik 2025/2026 jumlah mahasiswa baru perempuan di Prodi Teknik Lingkungan UKRI lebih banyak daripada mahasiswa laki-laki, yaitu 35 orang perempuan (54%) dan 30 orang laki-laki (46%). Dicontohkan Teknik Lingkungan karena alumninya banyak yang bekerja di sektor air minum dan sanitasi. 

Demikian juga di pemerintahan, mulai dari kementerian hingga dinas-dinas di daerah. Banyak perempuan alumni Teknik Lingkungan memimpin di Dinas PU, Dinas LH atau menjadi pejabat senior di Dinas Kesehatan. Perempuan alumni Teknik Lingkungan juga banyak yang menjadi direksi di BUMD AM bahkan sejak masih bernama PDAM. Bisa dikatakan, nihil diskriminasi gender di bidang air minum dan sanitasi. 

Bagaimana di masyarakat sehari-hari? Di kecamatan dan kota kabupaten sudah banyak keluarga yang berlangganan air BUMD AM. Masyarakat berpenghasilan rendah juga sudah disiapkan hidran umum dan MCK komunal oleh pemerintah. Masyarakat bebas mengambil air untuk keperluan dapur di fasilitas umum tersebut. Yang mengambil air ada perempuan dewasa dan anak-anak yang fisiknya mampu, juga ada laki-laki dewasa dan anak-anak yang fisiknya mampu. Tidak ada kesenjangan gender. 

Kondisi tersebut berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya sebelum tahun 2010. Pada masa Orde Baru dan satu dekade awal reformasi belum banyak ada PDAM. Kabupaten-kota belum diperbanyak. Banyak warga mengambil air dari mata air di pancuran permandian umum. Yang mengambil air tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki menggunakan ember atau jeriken. Mungkin saja ada saatnya yang mengambil air lebih banyak perempuan tetapi tidak berarti terjadi ketimpangan gender. Mereka hanya berbagi tugas: laki-laki ada yang bekerja di sawah, ladang, balai desa, kantor atau pabrik. 

Namun sekarang sudah berubah. Air minum sudah ada di dalam rumah, tinggal buka keran. Tarifnya terjangkau oleh warga umumnya. Perempuan tidak perlu lagi keluar rumah. Andaipun masih terjadi, biasanya di pelosok desa atau pulau-pulau kecil. Perempuan bertugas mengambil air sedangkan suaminya bekerja mencari nafkah. Mungkin ada juga kondisi sebaliknya, yaitu suaminya yang mencari air sedangkan istrinya bekerja di pabrik misalnya. Apakah yang sebaliknya ini termasuk ketidaksetaraan gender karena perempuan yang bekerja? 

Pembagian peran antara perempuan dan laki-laki (suami – istri) di Indonesia umumnya adalah perempuan menyiapkan air untuk minum, memasak, dan MCK sedangkan suaminya bekerja mencari uang untuk membeli beras, lauk-pauk, sayur dan kebutuhan sekolah anak-anaknya. Inilah kesetaraan gender. Mereka menikmatinya sebagai kebiasaan, adat istiadat. 

Lantas, di manakah sesungguhnya terjadi masalah serius dalam hal air dan gender ini? 

Air dan Perang

Istilahnya bukan perang karena air (water wars) tetapi perang yang menghancurkan sumber air dan fasilitas air minum masyarakat. Banyak perempuan yang disiksa dalam perang dan kesulitan air minum. Ironisnya, mereka dilarang menerima bantuan makanan dan minuman dari negara lain dan kondisi tersebut didukung oleh negara adidaya. 

Sebagai contoh, untuk kesekian kalinya, pada awal Februari 2026 Israel mengebom reservoir utama air minum di kota Rafah, Palestina. Perempuan dan anak-anak Gaza kehilangan hak asasi air minumnya. Bukankah PBB sudah merilis resolusi bahwa air dan sanitasi adalah HAM? Mengapa Israel boleh mengebom bendungan, jaringan pipa air minum dan gas, dan meracuni sumber air penduduk Gaza, Palestina? 

Air dan perang yang dikaitkan dengan gender justru lebih signifikan dijadikan tema, tidak hanya di Gaza Palestina tetapi juga di semua negara yang rawan konflik akibat perang saudara atau justru diserbu oleh negara lain karena arogansinya sebagai negara adidaya. 

Penutup

Selaras dengan peringatan HAD 2026, inilah saatnya Indonesia yang ikut menjadi anggota Board of Peace untuk Gaza Palestina menggemakan tema Air dan Gender ini. Pantulan gema ini harus didengar oleh semua kepala negara/pemerintahan bahwa air minum adalah hak asasi manusia. Tidak hanya hak perempuan (gender equality), tetapi hak untuk semua manusia mulai dari janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. 

Gaza adalah fakta aktual tentang implementasi Water and Gender yang belum dijunjung secara adil oleh PBB. Namun demikian, apresiasi tetap diberikan kepada PBB karena sudah merilis tema Water and Gender. Save water, save gender, save civilization. *

ReadMore »

30 November 2025

Bandar Air Jakarta

Bandar Air Jakarta

Gede H. Cahyana

Dosen Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan RI

Hak asasi manusia atas air khususnya air minum wajib dipenuhi oleh pemerintah. Kewajiban tersebut akan mudah ditunaikan apabila tersedia sumber air baku. Tetapi menjadi sulit dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang tidak memiliki sumber air baku yang memenuhi kriteria kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas.

Jakarta adalah provinsi yang masuk kategori krisis sumber air baku. Merujuk pada informasi dari media massa bahwa 13 sungai, 76 anak sungai dan 108 embung di Jakarta tidak ada yang airnya layak digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum.

Pada saat ini PAM Jaya memperoleh air baku dari waduk Jatiluhur yang airnya dialirkan melalui kanal Tarum Barat atau Kalimalang. PAM Jaya juga membeli air olahan dari BUMD AM Kabupaten Tangerang. Adapun sumber air baku internalnya adalah Sungai Ciliwung. Meskipun tercemar, air Sungai Ciliwung masih digunakan sebagai air baku. Jumlah total air olahan PAM Jaya pada Juni 2025 adalah 22.651 liter per detik (l/d). Proyeksi kebutuhan air minum penduduk Jakarta tahun 2030 adalah 32.950 l/d.

Untuk mencapai 100% pelayanan pada tahun 2030 tersebut PAM Jaya memerlukan tambahan air minum sebesar 10.299 l/d. Tambahan kebutuhan air tersebut akan membesar apabila dihitung juga kehilangan airnya. Asumsi kehilangan air adalah 40% sehingga air baku yang dibutuhkan menjadi 17.165 l/d. Angka ini hampir setara dengan air yang dialirkan dari waduk Jatiluhur sebesar 18.000 l/d. Adakah badan-badan air di Jabodetabek yang mampu memenuhi kebutuhan air tambahan tersebut? Pada saat ini, tidak ada. Tetapi pada masa yang akan datang bisa ada apabila dapat diwujudkan satu dari tiga opsi sumber air baku berikut ini.

Opsi Sumber Air

Kondisi air sungai di Jakarta dan umumnya kota-kota di Indonesia adalah too much, too little, too dirt, too turbid (air berlimpah, sulit air, air bersampah - berlimbah atau air berlumpur). Pada musim hujan kebanjiran dan pada musim kemarau kekeringan.

Dengan analisis sederhana bisa dibuat tiga opsi sumber air untuk Jakarta pada masa depan. Opsi yang paling layak bisa ditetapkan dengan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, treaths) berkaitan dengan aspek sosial, budaya, tenaga kerja, teknologi pengolahan, biaya konstruksi, biaya operasi - pemeliharaan, pembayaran utang dan bunganya, dll.

Opsi pertama adalah sumber air baku berasal dari luar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, Purwakarta dengan cara membuat waduk untuk kepentingan warga setempat dan penduduk Jakarta. Diperlukan kesepakatan dan kesepahaman kerja sama yang saling menguntungkan warga dua pemerintah daerah. Ketersediaan lahan di luar Jakarta masih memungkinkan dan air waduk bisa mengalir secara gravitasi menggunakan kanal atau pipa ke IPAM di Jakarta.

Opsi kedua adalah pembuatan waduk atau embung di beberapa lokasi di Jakarta. Sumber air yang mengisi waduk harus ajeg sepanjang tahun. Sumber utama airnya adalah air hujan sehingga perlu dikampanyekan lagi panen air hujan di rumah, kantor, sekolah, masjid, gereja, pura, taman kelurahan dan daerah komersial. Perlu juga ditambah dengan drainase vertikal misalnya implementasi Ce Teau di lokasi yang memungkinkan.

Tindakan selanjutnya adalah mengurangi debit air limbah kakus yang dibuang langsung ke selokan atau sungai dengan menambah jaringan pipa air limbah (sewerage) dan IPAL. Lima kota administrasi di Jakarta sebaiknya memiliki sewerage dan IPAL. Apabila kualitas efluen air limbah domestik dan industri memenuhi baku mutu maka kualitas air sungai dan waduk bisa dijadikan air baku untuk air minum.

Waduk di beberapa lokasi tersebut akan diikuti oleh desentralisasi SPAM. Biaya konstruksinya lebih mahal tetapi biaya operasi dan pemeliharaan instalasi dan pipanya akan lebih murah. Kesetimbangan tekanan air di daerah pelayanan juga mudah dicapai sehingga semua pelanggan merasakan keadilan pasokan air. Lokasi sebaran SPAM ini berpatokan pada lokasi sumber air baku dan jaringan pipa eksisting agar pipa baru terkoneksi dengan pipa lama. Apabila diperlukan, pipa lama bisa dipotong (ditutup aliran airnya) untuk mengatur debit dan tekanan air. Simulasi ini bisa dilakukan dengan Epanet.

Opsi ketiga adalah opsi pamungkas yang paling mahal biayanya tetapi menuntaskan masalah ketersediaan sumber air, yaitu pembuatan Bandar Air di Teluk Jakarta. Bandar Jakarta adalah lagu yang berkisah tentang pelabuhan di Teluk Jakarta. Selain bermakna pelabuhan, bandar juga bermakna saluran, selokan, atau badan air. Dalam konteks badan air (water body) inilah kata bandar digunakan untuk badan air artifisial di Teluk Jakarta. Opsi ketiga ini sudah ada contohnya, yaitu SPAM Duriangkang di Batam. Tetapi ada bedanya, yaitu potensi pasokan air tawar di Jakarta jauh lebih besar daripada waduk Duriangkang karena meliputi Jabodetabek.

Air laut yang mengisi Bandar Air Jakarta akan menjadi payau karena bercampur dengan air tawar yang mengalir terus menerus. Mekanisme aliran airnya bisa diatur dengan pemasangan pintu-pintu air di lokasi tertentu pada tanggul laut (sea wall). Air laut yang masuk akan bercampur dengan air tawar dan ada saatnya kelebihan air perlu dipompa ke laut. Cara ini bisa berdampak pada kenaikan muka air sungai di Jakarta sehingga perlu pengaturan permukiman di bantaran sungai atau warga direlokasi ke daerah lain. Kapasitas storasi Bandar Air ini sangat besar bergantung pada setting ketinggian pintu airnya. Air limpahan (overflow) bisa mengalir secara gravitasi ke laut atau dipompa menggunakan kincir angin seperti lahan polder di Belanda atau pompa listrik.

Pengolahan dan Distribusi

Opsi Bandar Air akan menimbulkan tantangan berikutnya, yaitu pengolahan air baku yang kualitasnya seperti air limbah dan air payau. Tetapi contohnya sudah ada, yaitu Newater di Singapura. Perlu modifikasi unit proses operasi untuk menghilangkan pencemar dan kadar garamnya. Pengolahan konvensional dilengkapi dengan disinfeksi ganda menggunakan klor dioksida, bukan kaporit, untuk mereduksi zat kimia trihalomethane. Kemudian diolah dengan ozon dan dilengkapi dengan pengolahan by-product ozon, yaitu bromat (zat penyebab kanker). Tahap akhir pengolahannya adalah multistage flash evaporator atau membran sehingga airnya siap diminum.

Selanjutnya adalah mengalirkan air minum menggunakan pipa transmisi ke selatan, barat, dan timur Jakarta. Perlu dibangun beberapa jalur pipa transmisi menuju reservoir utama di zone distribusi. Pengaliran air ke pelanggan bisa secara gravitasi dengan membangun elevated tank di lokasi yang memungkinkan atau dengan pemompaan. Pola desentralisasi ini, sudah disebut di atas, memudahkan pengaturan kesetimbangan tekanan air di lokasi terjauh daerah pelayanan. Deteksi kebocoran dan perbaikan pipa bocor dapat dilakukan pada segmen terbatas sehingga pelanggan lain masih memperoleh air tanpa gangguan.

Disimpulkan bahwa Jakarta masih berpeluang memiliki sumber air baku dengan memilih satu dari tiga opsi tersebut. Opsi yang sumber airnya tak terbatas adalah Bandar Air Jakarta. *

ReadMore »

24 Agustus 2025

Sertifikat K3, KPK, dan Sertifikasi

Sertifikat K3, KPK, dan Sertifikasi

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Tenaga Kerja) Immanuel Ebenezer Gerungan ditangkap oleh KPK. Kasus yang membelitnya berkaitan dengan biaya sertifikasi K3. Biaya resminya adalah Rp275.000 menjadi sekitar Rp6.000.000. Ini biaya untuk satu sertifikat. Menurut berita, pemerasan atau pemalakan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2019.


Sekarang memang zaman sertifikat dan sertifikasi. Di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga ada sertifikasi. Dosen sebagai contoh. Kewajiban dosen memiliki sertifikat sudah dimulai pada tahun 2008. Guru juga perlu sertifikat. Ada PLPG atau sekarang PPG misalnya. Proses mendapatkan sertifikat itu berliku. Sejumlah prasyarat wajib dilalui dan membutuhkan biaya. Misalnya, pelatihan Pekerti dan Applied Approach, kemampuan akademik, dan pelatihan lainnya.

Sertifikat lainnya adalah sertifikat untuk bekerja sebagai tenaga ahli. Di Kementerian Pekerjaan Umum misalnya. Sebagai contoh adalah SKA: sertifikat keahlian asosiasi. Sarjana teknik yang akan bekerja di bidang tertentu wajib memiliki sertifikat. Di sini dicontohkan sarjana teknik lingkungan. Ada SKA Ahli Teknik Lingkungan, ada SKA Ahli Teknik Sanitasi dan Limbah. Ada SKA Ahli Teknik Air Minum. Sesungguhnya pembagian SKA Teknik Lingkungan menjadi tiga seperti tersebut perlu dipertimbangkan lagi. Sebab, semua mahasiswa Teknik Lingkungan pasti belajar tentang air minum, sanitasi dan limbah. Belum dipisahkan secara tegas di masa kuliah.

Hal tersebut berbeda dengan sarjana teknik sipil. Pemisahan sudah sejak awal dilakukan pada waktu kuliah. Misalnya, ada mahasiswa yang cenderung pada keahlian sumber daya air, ada yang berminat pada keahlian struktur, geoteknik, dll. Seorang lulusan sumber daya air menjadi ahli di bidang SDA ini. Yang lulusan struktur juga ahli di bidangnya. Demikian juga di Teknik Mesin. Sejak awal ada pemisahan secara eksplisit misalnya ahli metalurgi, ahli mesin produksi, ahli pesawat, dll.

Begitu juga orang yang bekerja di laboratorium. Seseorang perlu memiliki sertifikat tertentu untuk bekerja di subbidang tertentu di sebuah laboratorium. Orang ini tidak bisa pindah ke subbidang lainnya meskipun berada di dalam laboratorium yang sama. Agar bisa pindah di subbidang lainnya maka harus memiliki sertifikat. Banyak sertifikat. Artinya, harus mengeluarkan biaya lagi untuk mendapatkan sertifikatnya.

Tentu saja sertifikat itu penting, sangat penting, karena menjadi tolok ukur kemampuan bekerja. Minimal memiliki pengetahuan di bidangnya. Memiliki keterampilan (skill). Ini diperlukan agar memenuhi kaidah the right people on the right place (job). Demi kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti halnya ijazah. Semua orang yang ingin bekerja di bidang tertentu di Indonesia umumnya wajib memiliki ijazah. Ijazah ini juga sejenis sertifikat.

Bagaimana agar sertifikasi tersebut tepat sasaran, tepat guna, berdaya guna dan berhasil guna? Hendaklah pihak berwenang/pemerintah dan asosiasi profesi menahan diri dari perbuatan mengada-adakan ragam-ragam sertifikasi demi potensi penghasilan (uang) dari para calon tenaga kerja. Apabila sebuah keilmuan bisa dilaksanakan oleh satu SKA saja maka tidak perlu dipaksakan dibuat dua atau lebih SKA.

Sebagai contoh, sebuah pekerjaan IPLT misalnya, sepatutnya orang yang hanya memiliki SKA Teknik Lingkungan diperbolehkan ikut tender. Tidak harus yang hanya memiliki SKA Sanitasi dan Limbah. Karena sesungguhnya sarjana Teknik Lingkungan secara umum pasti memiliki ilmu dan pengetahun tentang sanitasi, limbah, dan air minum. Betapa berat biayanya bagi sarjana Teknik Lingkungan yang bekerja di konsultan karena harus memiliki tiga SKA dan harus diperpanjang lagi dan membayar lagi setiap lima tahun. Per satu SKA mencapai 3,5 juta rupiah. Harganya berbeda, apakah Ahli Muda, Ahli Madya, Ahli Utama.

Begitu juga di kementerian lainnya dan bidang-bidang lainnya yang jumlahnya ratusan jenis sertifikasi. Memang negara mendapatkan income sebagai sumber APBN tetapi hendaklah tidak memberatkan rakyatnya. Bukankah negara ini didirikan oleh rakyat, diperjuangkan oleh rakyat, direbut dari penjajah Belanda, Inggris, Portugis, Jepang.

Mari kita saling menyayangi antara anak bangsa, sesama bangsa Indonesia. Hindari exploitation de l'homme par l'homme. *

ReadMore »

8 Agustus 2025

Ambalat Daulat Rakyat

Ambalat Daulat Rakyat

Luasnya kurang lebih 15.235 km persegi. Letaknya di Laut Sulawesi. Beririsan dengan Sabah, Malaysia dan Indonesia (Kalimantan Timur). Lokasi ini memiliki sumber minyak dan gas bumi yang layak dan menguntungkan apabila ditambang. Dijual atau digunakan untuk rakyat Indonesia. 

Ambalat mencuat lagi. Berikut adalah tulisan yang terbit di koran Pikiran Rakyat. 

ReadMore »

7 Juli 2025

Wapres Gibran Ke Pasar Dauh Pala Tabanan

Wapres Gibran Ke Pasar Dauh Pala Tabanan

Tidak banyak pejabat negara, katakanlah setingkat menteri, apalagi presiden atau wakil presiden yang berkunjung ke Tabanan. Terlebih lagi secara khusus mengunjungi pasar di Tabanan. Ini jarang di Tabanan. Mungkin sering terjadi di Denpasar atau di Kab. Badung. Apalagi Nusa Dua, sangat sering. Tetapi tidak demikian di Tabanan. Pada 5 Juli 2025 kemarin Wapres Gibran mengunjungi pasar Dauh Pala. Ini pasar yang sering saya datangi, menemani istri membeli ayam, buah, atau daging.


Lebaran beberapa bulan lewat itu saya beberapa kali ke pasar Dauh Pala. Membeli ayam untuk dibuat opor, membeli daging sapi dan sayur serta buah seperti jeruk dan pepaya. Sesekali buah naga. Esoknya beli jambu kristal, harganya lebih murah Rp2.000 per kilogram daripada di Bandung. Kadang-kadang membeli ketela pohon, ubi, bongkot. Bongkot ini enak banget dibuat sambel bongkot atau honje. Juga membeli sayur gondo. Jenis sayur ini tidak ada di Jawa Barat. Nikmatnya sayur gondo tidak terperikan! Hampir tidak ada pembandingnya. 

Saya masih hapal wajah ibu-ibu yang dagangannya dibeli oleh Wapres Gibran karena hampir dua hari sekali ke pasar Dauh Pala waktu libur di Tabanan. Pasar ini lokasinya menurun dari jalan raya karena di bagian barat pasar ada sungai. Letaknya di tikungan dan lalu lintas hanya satu arah sehingga tidak terlalu macet. Tambahan informasi, di bagian bawah pasar Dauh Pala ada IPAL domestik. Pipa sewer-nya bisa dilihat di jalan yang menurun (tampak penutup manhole-nya saja). Lokasinya di dekat los penjual daging ayam, sapi, babi. 

Di bagian bawah pasar juga ada beberapa pedagang ayam kampung dan ayam potong (sayur). Ayam merah juga ada. Itik, mentok juga ada. Mayoritas orang Tabanan membeli daging di pasar ini. Penjualnya ada orang Tabanan, ada dari madura, ada dari Banyuwangi. Sempat saya tanya kepada seorang pedagang es dawet hitam, ternyata dari Banjarnegara. Ia juga memelihara kambing di dekat pasar Dauh Pala, begitu katanya.

Kunjungan Wapres Gibran saya tulis di blogspot ini karena sangat jarang pejabat tinggi negara yang datang ke Tabanan. Apalagi blusukan di pasar. Di Tabanan sebetulnya ada pasar Tabanan, lokasinya di Jln. Gajah Mada. Sering juga saya belanja di pasar Tabanan ini. Entah kenapa, Wapres Gibran tidak berkunjung ke pasar ini. Pasar Tabanan malah jauh lebih sering lagi saya kunjungi karena inilah pasar pertama di kota Tabanan dan jaraknya hanya 1 km dari rumah orang tua saya. Dulu di belakang pasar ada gedung bioskop, namanya Kridha Theatre. Agak ke selatan ada bisokop Bali Theatre.

Terlepas dari sudut pandang politik, saya tidak membahas politik di tulisan ini, dan saya bukanlah politisi. Saya merasa senang ada wakil presiden yang berkunjung ke Tabanan dan belanja di pasar tempat saya juga sering belanja. Sebagai orang Tabanan, lahir hingga tamat SMAN 1 Tabanan, saya sungguh berterima kasih atas kehadiran Wapres Gibran ke Tabanan. Tabanan menjadi lebih diketahui oleh orang banyak. Sebab, mayoritas wisatawan hanya tahu Denpasar, Kuta, Sanur, Ubud. Kurang tahu tentang Tabanan. Padahal objek wisata di Tabanan juga banyak. Mulai yang konvensional sudah ada sejak tahun 1970-an hingga yang anyar-anyar seperti Nuanu.

Sekali lagi, saya tidak ada urusan dengan politik praktis, seperti halnya gugatan para purnawirawan, ormas dan orpol yang menentang Wapres Gibran. Dalam kunjungan tersebut saya lihat Wapres Gibran ditemani oleh Gubernur Bali I Wayan Koster yang juga kader PDIP. Kita tahu, PDIP kini berseberangan diametral dengan keluarga Presiden ketujuh Pak Jokowi.

Selain ke pasar Dauh Pala Tabanan, Wapres juga berkunjung ke beberapa lokasi di Kab. Badung dan Kota Denpasar. Tetapi tidak saya bahas karena interes tulisan ini adalah kunjungan Wapres Ke Tabanan, kota kelahiran saya.* 

ReadMore »

22 Maret 2025

Pelestarian Gletser dan Air Baku

Selamat Merayakan Hari Air Dunia, 22 Maret 2025

Pelestarian Gletser dan Air Baku

Oleh Gede H. Cahyana

Pengamat Air Minum dan Sanitasi Universitas Kebangsaan RI

Bahagia. Inilah perasaan hati orang yang memperingati tanggal lahirnya atau memperingati tanggal kemerdekaan negaranya. Bagaimana dengan memperingati Hari Air Dunia (World Water Day) pada 22 Maret 2025? Apakah komunitas dan organisasi nirlaba yang rutin merayakannya menyambut dengan bahagia? Tidak ternyata. 

Pada tahun ini tema peringatan HAD diselimuti kesedihan. Prihatin dirasakan oleh kalangan yang peduli pada kondisi sumber air baku, yaitu gletser yang terbentuk dari salju selama ratusan tahun sehingga menjadi es. Mereka khawatir pada ketersediaan air baku untuk air minum dan penyempitan luasan pantai di Oseania, Maladewa, nusa dan gili di Indonesia

Apabila diamati di media sosial dan website, dari tujuh miliar orang di Bumi hanya sedikit yang tahu perihal HAD. Hanya kalangan tertentu yang terus semangat membagikan ilmu dan pengetahuan baru tentang air di Bumi. Jauh-jauh hari mereka sudah merencanakan kegiatan HAD. Hanya sedikit negara yang menaruh perhatian pada HAD dibandingkan dengan jumlah anggota PBB. 

Organisasi global yang selalu hadir dalam peringatan HAD adalah UN-Water. Tahun ini dibentuk gugus tugas dalam peringatan HAD, yaitu UN Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan World Meteorological Organization (WMO). Dua organisasi ini sudah merilis International Year of Glaciers Preservation dan inisiator Decade of Action on Cryospheric Science (2025–2034). Juga meresmikan Hari Gletser Dunia (World Day for Glaciers).

File pdf-nya bisa klik di sini.. 

ReadMore »

2 November 2024

Pelajaran Matematika di Kabinet Prabowo

Pelajaran Matematika di Kabinet Prabowo
Gede H. Cahyana

Dimuat di koran Pikiran Rakyat, 1 November 2024

Pelajaran matematika diberi perhatian khusus oleh Presiden Prabowo yang disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Poin ini adalah cita-citanya untuk menguatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang dimulai sejak prasekolah atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Murid dikenalkan pelajaran matematika atau berhitung sedini mungkin karena pelajaran ini bermanfaat luas dalam aktivitas hidup manusia.


Perdagangan skala nano seperti pedagang asongan, skala mikro di warung (UMKM) dan bisnis multinasional memerlukan matematika. Pertanian, perikanan, pelayaran, perumahan, perkebunan, agraria, kelautan, perairan air tawar semua perlu matematika dan ilmu falak. Demikian juga aktivitas ibadah ritual agama memerlukan perhitungan ilmu falak atau astronomi (bukan astrologi) termasuk pembagian waris misalnya.

Matematika adalah landasan untuk pengembangan ilmu dan teknologi. Matematika yang mulai dikenalkan di tingkat prasekolah kemudian diajarkan di SD, SMP hingga SMA akan menjadi fondasi kuat dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Dalam pidato, Prabowo kerapkali menyebut matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), yaitu astronomi, geofisika, meteorologi, fisika, kimia, biologi, ekologi, sosioekologi, dan farmasi.

Hal tersebut menjadi landasan pembagian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi menjadi Kementerian Kebudayaan, Kementerian Dikdasmen, dan Kementerian Dikti Sainstek. Idealnya pendidikan tinggi menghasilkan ilmu baru (sains) dan teknologi baru minimal dalam wujud kebaruan (novelty) sehingga tepatlah pendidikan tinggi digabungkan dengan sains dan teknologi.

Merujuk pada sejarahnya, pada masa Orde Baru ada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Dep. P & K atau Depdikbud). Pada masa reformasi istilah departemen diubah menjadi kementerian. Nomenklatur kementerian di bidang pendidikan ini terus berubah-ubah di setiap penggantian presiden. Pernah berisi istilah riset dan kini berisi istilah sain atau sains (dgn huruf s, science). Pemisahan menjadi tiga kementerian di dalam Kabinet Merah Putih tersebut, menurut informasi di media massa, adalah agar lebih fokus dalam membangun setiap objek tugas pokok dan fungsi kementerian di bidang pendidikan untuk menguatkan kualitas ilmu dan teknologi rakyat Indonesia.

Sudah terbukti bahwa strata pendidikan dapat mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat dan kesejahteraannya. Cina misalnya, pada tahun 2021 mampu mereduksi secara signifikan kemiskinan ekstrem karena pemerintah sukses membangun kualitas pendidikan warganya, membangun infrastrukturnya, dan membantu penguatan ekonomi warga negaranya. Pendidikan telah terbukti meningkatkan kualitas sumber daya manusia negara tirai bambu tersebut.

Sumber daya manusia Indonesia jauh tertinggal. Mengutip data BPS (2020), tenaga kerja Indonesia sekitar 40% (50 juta orang) adalah lulusan SD. Ada 23 juta orang yang tamat SMP. Hanya 12 juta orang dari 128 juta angkatan kerja (usia di atas 15 tahun) yang lulus kuliah. Parahnya lagi, menurut Bank Dunia, 55% orang Indonesia buta-huruf fungsional (functionally illiterate), yaitu bisa membaca tetapi gagal memahami bacaan (gagal paham).

Negara Vietnam lebih baik kondisinya, hanya 14% yang buta-huruf fungsional padahal produk domestik bruto (PDB) Vietnam di bawah Indonesia. Begitu pula kemampuan baca (tidak mampu memahami gagasan utama di dalam teks), matematika (tidak menguasai teori dasar dan tidak mampu menjelaskan kalkulasinya), dan sains (tidak mampu menerapkan ilmu ke bidang yang lebih baru) murid Indonesia berada di rangking 74 dari 79 negara yang disurvei PISA (2018).

Kurikulum
Baru saja pengumuman kabinet diberitakan di televisi dan media massa lainnya lantas timbul silang pendapat tentang perubahan kurikulum. Faktanya memang setiap berganti menteri berganti pula kurikulum bahkan hingga ke perguruan tinggi. Sekarang disebut MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), bahkan sudah dijadikan poin di dalam borang Lembaga Akreditasi Mandiri-Teknik (Lamtek).

Pergantian kurikulum biasanya mengubah nomenklatur dan struktur kurikulum. Yang paling merasakan dampaknya adalah guru, yayasan penyelenggara pendidikan, murid dan orang tuanya. Bahkan bisnis bimbingan belajar (bimbel) pun kena imbasnya. Tentu boleh mengubah sedikit atau banyak bahkan mengganti kurikulum. Perubahan dan penggantian demi perbaikan mutu SDM Indonesia agar menjadi kelas menengah di rangking PISA pada 100 tahun Indonesia merdeka tentu patut didukung.

Spirit pendidikan adalah mengurangi yang buruk dan meningkatkan kualitas yang sudah baik serta menambah hal-hal baru yang baik dan benar. Sisi buruk Kurikulum Merdeka tentu ada dan perlu dievaluasi untuk diperbaiki. Yang sudah baik dan berjalan di rel yang benar menurut kajian pakar pendidikan tentu layak dipertahankan kemudian ditingkatkan kualitasnya. Adapun yang sulit dilaksanakan dan problematis maka bisa diganti dengan yang lebih tepat dengan melibatkan kajian pakar pendidikan dan praktisi dunia kerja.

Esensi kurikulum adalah memberikan arah dan rel menuju kualitas manusia yang terdidik apik, adil, beradab, dan bertakwa. Caranya bisa berbeda-beda bergantung pada kondisi murid, guru, infrastruktur dan suprastruktur, serta peta-jalan pendidikan menuju 100 tahun Indonesia merdeka yang disepakati oleh pemerintah dan masyarakat.*
ReadMore »

20 Oktober 2024

Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto

Keberhasilan didahului oleh kegagalan. Beberapa kegagalan. Rakyat Indonesia pasti tahu, sudah berapa kali Pak Prabowo ikut dalam kontestasi presiden dan wakil presiden. Mulai dari masa pilpres ketika berpasangan dengan Megawati S, Ketum PDI Perjuangan (2009), kemudian berpasangan dengan Hatta Rajasa (PAN), lantas berpasangan dengan Sandiaga Uno (pebisnis), hingga akhirnya berpasangan dengan Gibran Rakabuming (eks PDIP).

Yang paling terasa gegap-gempita kampanye Pak Prabowo bagi sivitas akademika UKRI adalah pada pilpres tahun 2019. Dimotori oleh rektor UKRI bapak dr. Boyke Setiawan, M.M. (alm), derap kampanye hampir menyentuh semua kabupaten di Jawa Barat dalam acara Dokter Keliling dan promosi kampus UKRI. Beberapa kegiatan seminar dan wisuda UKRI dilaksanakan di Hambalang, juga sebuah seminar di Grand Hyatt pada 20 November 2017. Termasuk seminar di kampus UKRI yang diliput luas oleh TV nasional. UKRI juga ikut melaksanakan Quick Count yang dibantu oleh lembaga survei. Timbullah cercaan dan hujatan dari pendukung Jokowi kepada UKRI dan terus meluas di media sosial, dikaitkan dengan hasil Quick Count.

Pada pilpres sebelumnya, yaitu tahun 2014 juga menjadi kampanye “panas”. Sivitas UK (nama sebelum UKRI) tidak ikut dalam kampanye seperti pada tahun 2019. Partai Gerindra juga tidak melibatkan sivitas UK untuk mendukung Prabowo. Apalagi pada tahun 2014 itu, dukungan untuk Joko Widodo sangat kuat. Bahkan sejumlah alumni kampus ITA atau UK adalah pendukung garis keras Joko Widodo. Sampai-sampai kampanye hitam tentang kampus UK bertebaran di Facebook. Ada alumni yang sengaja datang ke kampus UK untuk memfoto bak sampah, KM/WC, halaman kotor, ruang lab., ruang kelas, dll untuk disebarkan ke medsos dengan berbagai narasi seperti Prabowo gimana mau ngurus negara, ngurusin kampus saja gak becus. Banyak lagi kalimat sejenisnya. Tentu selain alumni yang kontra tersebut, banyak juga alumni yang mendukung Prabowo.

Akhirnya, setelah kegagalan demi kegagalan itu maka datanglah keberhasilan. Kesuksesan pun lantas menghampiri. Prabowo sejak tanggal 20 Oktober 2024 ini, setelah dilantik oleh MPR RI, sah menjadi presiden ke-8 RI. Selamat untuk Pak Prabowo, semoga berhasil dan sukses dalam mengemban amanah, menjadikan rakyat Indonesia lebih kuat secara fisik, kukuh secara ekonomi, makin cerdas intelektual dan cerdas spiritual. Visi ini tentu perlu usaha keras, serius, agar bisa tercapai dalam lima tahun ke depan atau minimal sudah tampak menuju pencapaian visi tersebut yang ditulis di dalam buku Paradoks Indonesia. Semoga mampu merealisasikan pasal 33 UUD 1945, yaitu pasal sosioekologi, pasal yang mendapat perhatian penuh dari Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, ayahnya Pak Prabowo.

Pada 1970-an Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, seorang begawan ekonomi, penulis Science, Resources, and Development telah memperingatkan pemerintah Orde Baru (Presiden Soeharto) bahwa akan terjadi booming dan blooming teknologi yang dapat merusak lingkungan. Pak Sumitro menyatakan bahwa harus ada teknologi yang protektif (protective technology) atas lingkungan. Idenya itu dipublikasikan sebelum Orde Baru merilis Kementerian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada tahun 1978.

Yang juga patut dijadikan contoh, perlu diikuti oleh generasi muda RI, khususnya generasi milenial dan Gen Z, selain spirit pantang menyerah, never give up, never surrender tersebut adalah Pak Prabowo merangkul semua orang untuk dijadikan sahabat. Saingan dalam kontestasi pilpres dan partai yang kontra pun diajak berkoalisi untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Bekerja bersama menguatkan kualitas pendidikan, kesehatan, daya beli rakyat, meningkatkan income per capita, juga menguatkan pertahanan keamanan (TNI dan polisi).

Kata-kata mutiara dari Tiongkok yang sering diulang-ulang Pak Prabowo adalah: Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.*

ReadMore »

31 Agustus 2024

Angin Segar di Rancakole

Sebulan sudah mahasiswa UKRI melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Kegiatan atau program kerja terlaksana silih berganti selama sebulan. Mulai dari pembinaan murid sekolah, anak pesantren, hingga kegiatan pemuda Karang Taruna Rancakole. Ibu-ibu yang tergabung di dalam tim penggerak PKK terdiri atas tujuh orang yang sigap dan semangat ikut kegiatan. Mayoritas ibu-ibu muda, semangat ikut acara termasuk pada waktu acara penutupan, datang lebih awal dengan seragam khasnya. 


Bapak-bapak ketua RW, ada 20 RW juga demikian semangat. Tampak sudah kenal dekat dengan mahasiswa. Saling sapa dan akrab dalam sebulan bersama di desa melaksanakan kegiatan yang diprogramkan oleh desa dan yang diprogramkan oleh mahasiswa. Kegiatan jajaru (jalantah jadi rupiah) memperoleh perhatian ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan yang perlu dilanjutkan ini mendapat respons menarik dari warga. Daripada dibuang, jalantah bisa dikumpulkan kemudian diberikan kepada pengepul untuk selanjutnya diserahkan ke pihak pengolahnya. Warga hanya perlu menyiapkan jalantah di dalam botol.

Begitu pula kegiatan social engineering yang fokusya adalah pencegahan penipuan di dunia maya. Mahasiswa memberikan penyuluhan kepada aparatur desa dan warga desa tentang potensi penipuan di dunia maya. Dijelaskan perihal phising (pengelabuan), link URL yang samar, info memperoleh hadiah, baiting (umpan), dll. Warga memberikan tanggapan dan pertanyaan sehingga suasana menjadi ramai. Acara Sidarling (siap sadar lingkungan) juga seru. Temanya adalah pembuatan kompos dengan metode Takakura. Mahasiswa memberikan contoh dan demo proses penyiapan sampah rumah tangga, proses pembuatan alat Takakura serta proses pengomposannya. Ini perlu pelatihan yang lebih intensif agar dapat diterapkan dengan benar oleh warga. 


Mahasiswa tidak selalu berkutat di desa, tetapi pada waktu luang pergi ke objek wisata terdekat. Ada Rancakole Water Park yang lokasinya dekat dengan kantor desa. Karcis masuk didiskon untuk mahasiswa yang KKN. Mahasiswa juga pergi ke curug empat lapis di Pacet, dekat dari lokasi KKN. Beberapa mahasiswa sempat ke kampus di Bandung untuk suatu keperluan tetapi mayoritas berada di desa. Kecuali beberapa mahasiswa kelas karyawan yang tidak bisa sepenuhnya tinggal di lokasi. Mahasiswa juga diberikan fasilitas rumah gratis oleh Bapak Kepada Desa Rancakole. Air dan listrik juga gratis. Hanya makan saja yang biaya masing-masing mahasiswa dengan cara masak nasi dan sayur bergiliran. Pasar atau warung juga ada di desa. Makan bersama dan ngaliwet pun dilakukan dengan lauk-pauk yang menggugah selera.

Bapak kepala desa memberikan perhatian yang positif kepada mahasiswa KKN. Sambutan hangat Kades dan Sekdes juga menyenangkan. Dengan leadership-nya, Pak Kades bisa menghadirkan lengkap para ketua RW, kepala dusun dan tim penggerak PKK serta karang taruna. Hal ini mempermudah bauran antara mahasiswa dengan pemuda setempat yang juga ada yang menjadi mahasiswa di kampus lain. Lembaga pendidikan berkembang baik di Rancakole. Ada sekolah Muhammadiyah, ada pesantren NU, ada sekolah Persatuan Islam, ada SDN, SMPN, ada sejumlah yayasan pendidikan. Sebagai contoh, Pondok Pesantren Bina Umat, berlokasi dekat di bagian atas kantor desa, adalah pesantren yang sedang membangun unit gedung berlantai tiga.

Pembangunan jalan desa juga terus dilakukan, diperbaiki dengan beton. Karena berlokasi di bukit-bukit, dengan jalan berkelok dan naik turun, maka beton bertulang menjadi solusi dalam pembuatan jalan. Namun demikian, belum ada pembangunan air bersih perpipaan. PDAM atau BUMD AM belum masuk ke desa. Masyarakat memperoleh air untuk memasak dan MCK dari air tanah dan mata air. Pemerintah daerah (bupati) perlu memberikan perhatian kepada desa-desa yang belum memperoleh layanan PDAM atau BUMD AM dengan mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan kualitas air minum dan sanitasi.


Di tengah musim kemarau bulan Agustus, angin berhembus cukup kencang pada siang hari menuju sore. Pada malam dan terutama pagi sebelum dan sesudah Shubuh temperatur cukup dingin. Namun menjelang siang, angin yang melewati perbukitan Bandung Selatan memberikan kesegaran oksigen bagi mahasiswa UKRI, masyarakat desa, dan aparatur desanya. Semoga demikian.*

Link Pembukaan KKN di Rancakole

ReadMore »

6 Agustus 2024

KKN 2024 di Rancakole Kabupaten Bandung

KKN 2024 di Rancakole, Kab. Bandung

Jarak Desa Rancakole, jika diperkirakan dari pusat Kota Bandung, kurang lebih 30 km. Berada di perbukitan selatan Bandung raya (great Bandung basin), Rancakole berhawa sejuk relatif terhadap Bandung kota yang sekarang sudah lebih panas dibandingkan dengan dekade 1980-an. Secara administratif Rancakole berada di Kecamatan Arjasari, satu di antara 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, berlokasi di kaki Gunung Malabar. Jalan menuju desa tersebut sudah beraspal dengan lebar antara 4-6 meter, naik-turun dan berkelok. Mayoritas pemandangan berwarna hijau berupa sawah, kebun, dan hutan. Sungai induk di sekitarnya adalah Sungai Citarum dan Cisangkuy, dua sungai yang menjadi sumber air PDAM (BUMD AM) Kabupaten dan Kota Bandung.

Ada dua kelompok mahasiswa UKRI yang KKN di Rancakole. Setiap kelompok beranggotakan 13 orang dan sudah berada di lokasi pada akhir Juli 2024 dan akan berakhir pada 31 Agustus 2024. Satu kelompok terdiri atas berbagai prodi sehingga bisa melaksanakan beragam kegiatan sesuai dengan interes masing-masing mahasiswa dan latar prodinya atau melaksanakan program desa yang sudah direncanakan oleh kepala desa dan aparaturnya. Karena berada pada bulan Agustus maka kegiatan HUT kemerdekaan RI menjadi tonggak penting dalam aktivitas mahasiswa.

Kantor desa sebagai pusat pemerintahan desa memiliki lahan yang cukup luas. Selain ruang-ruang untuk aparatur desa juga tersedia ruang serbaguna yang bisa digunakan untuk pertemuan warga, rapat, dan olah raga bulutangkis, tenis meja dan senam. Demikian juga sekolah, ada beberapa sekolah dasar negeri dan ada madrasah atau pesantren yang berafiliasi ke ormas Persatuan Islam (Persis) dan Muhammadiyah. Fasilitas rumah ibadah yang tampak banyak adalah masjid, di pinggir jalan desa, baik ukuran kecil maupun yang cukup luas (masjid jami’).


Rencana kegiatan mahasiswa di antaranya adalah memberikan ilmu, pengetahuan tentang tatacara pemanfaatan minyak jelantah (minyak goreng yang sudah digunakan berkali-kali,
used cooking oil) menjadi sumber rupiah. Upaya sosialisasi akan digelar menjelang dan pada HUT RI. Intinya, masyarakat diajak mengumpulkan minyak jelantah, tidak dibuang, apalagi digunakan berkali-kali – terus menerus (misalnya oleh pedagang gorengan) karena dapat merugikan kesehatan manusia. Noovoleum menjadi salah satu yang bisa dituju dalam pengumpulan jelantah dengan melibatkan karang taruna desa dan organisasi kepemudaan serta ibu-ibu tim penggerak PKK.

Rencana kegiatan yang juga bermanfaat adalah pembuatan pupuk kompos. Karena sekitar 75% lahan desa adalah daerah pertanian dan perkebunan maka proses pembuatan kompos menjadi layak karena bisa digunakan untuk pupuk tanaman sayur, minimal di pekarangan rumah warga desa. Bahan baku sisa sayur, daun, dan tanaman sisa panen di sekitarnya tersedia bahkan berlimpah. Proses pembuatan komposter dan proses pemanfaatan sampah sisa makanan sampai menjadi pupuk diberikan oleh mahasiswa. Sejumlah teknologi sederhana pengomposan bisa dijadikan contoh dan praktik pemupukannya bisa dilaksanakan dengan memupuk tanaman cabe, bayam, tomat, dll dalam skala rumah tangga. 

Bapak Kepala Desa Rancakole menyambut baik ide mahasiswa dan berharap agar kegiatan ini bisa segera terlaksana. Ibu-ibu tim penggerak PKK dan sejumlah ketua RW juga hadir dalam acara penyambutan secara resmi mahasiswa KKN oleh kepala desa yang dihadiri juga oleh sekretaris desa. Protokoler acara yang berlangsung di ruang serbaguna atau GOR Desa Rancakole ini dilaksanakan oleh mahasiswa, dimulai dengan pembacaan ayat suci al Qur’an, sambutan ketua kelompok, sambutan kepala desa, sambutan dosen pembimbing, dan doa.*

ReadMore »