Direct Filter, Hemat Biaya
Jenis filter yang pertama digunakan sebagai filter air minum adalah filter pasir lambat (slow sand filter). Laju filtrasinya 1 – 8 m3/m2/hari dan rata-ratanya 4 m3/m2/hari (Droste, 1997). Filter pasir lambat banyak digunakan untuk mengolah air baku (sungai, danau) yang rendah kekeruhannya, kurang dari 50 NTU. Filter ini tidak membutuhkan unit koagulasi, flokulasi, sedimentasi. Efektif digunakan untuk mereduksi kation besi dan mangan pada pH lebih dari 7,5. Karena rendah lajunya maka untuk debit yang sama dibutuhkan lahan yang lebih luas daripada filter pasir cepat.
Filter pasir cepat (rapid sand filter, RSF) beroperasi pada laju 100 – 475 m3/m2/hari. Laju standarnya 5 m/jam atau 1,37 liter per detik per meter persegi atau 2 gpm/sqft (gallon per minute per square feet) dan arah aliran airnya dari atas ke bawah (downflow). IPAM di BUMD AM mayoritas menggunakan jenis filter pasir cepat. Ciri khas RSF, selalu didahului oleh unit proses koagulasi, flokulasi dan unit operasi sedimentasi. Juga didahului oleh unit proses aerasi apabila air bakunya kaya kation besi dan mangan seperti air di Pulau Batam (IPAM Mukakuning dan Sei Harapan). Bisa juga didahului oleh unit proses pelunakan (softening) untuk mereduksi kesadahan.
Selanjutnya berkembang filter kasar (roughing filter) yang fungsinya berbeda dengan slow dan rapid sand filter. Aliran airnya bisa horizontal, bisa juga vertikal (upflow, downflow). Filter kasar berfokus menyisihkan coarse - settleable solid, bukan koloid dan suspended solid. Roughing filter sebagai praolah (pretreatment) pada awalnya banyak digunakan di Amerika Latin, dipelopori oleh IRC-CINARA di Colombia. Merujuk pada riset Wegelin (1991), kombinasi roughing filter dan slow sand filter menghasilkan air berkualitas baik
Ada satu lagi jenis
filter tetapi belum digunakan oleh BUMD AM, yaitu direct filter. Pada
awalnya, direct filter menggunakan jenis filter pasir cepat. Kemudian
menggunakan pasir halus dan kasar. Konstituen air permukaan yang bisa diolah
optimal adalah warna (40 color units), kekeruhan (5 NTU), besi (0,3 mg/l),
mangan (0,05 mg/l), algae (2.000 asu/ml (asu: areal standard unit).
Merujuk pada riset Logsdon, et.al (1993), direct filter juga sukses
mengolah air dengan kekeruhan tinggi, mencapai 80 NTU dengan tebal media 2 m.
Selengkapnya di bawah ini.
Selengkapnya di bawah ini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar