Kerasnya
Hati Orang Thaif Hingga Lembutnya Mawar Thaif
Tubuh (kaki) Nabi Muhammad SAW berdarah terkena batu. Namun beliau tetap sabar tanpa membalas ejekan dan lemparan batu penduduk Thaif. Beliau bergerak menuju sebuah kebun, pemiliknya adalah ‘Utbah dan Syaibah. Di bawah pohon anggur beliau duduk seraya berdoa. Di tengah hembusan angin, darah menetes, tubuh nan letih, hati bersedih, beliau panjatkan rintihan harapan kepada Allah Swt.
Di
dalam doa itu, Nabi Muhammad SAW memohon agar Allah Swt membuka hati dan
pikiran orang-orang Thaif, khususnya keturunan mereka pada masa yang akan
datang agar mau menerima ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW begitu sayang kepada
penduduk Thaif sehingga tidak setuju apabila mereka ditimpa bencana akibat hempasan
bebatuan gunung yang hendak dilaksanakan oleh malaikat. Beliau tidak memiliki
dendam sedikitpun atas perilaku penduduk Thaif.
Peristiwa
di Thaif tersebut adalah kejadian terberat kedua yang dialami Nabi Muhammad SAW
setelah perang Uhud. Selama limabelas hari di Thaif, setelah menempuh jarak
sekitar 60 mil, tokoh-tokoh setempat, di antaranya Ibnu ‘Abdil Yalil menolak
ajakan Nabi Muhammad SAW. Setelah terkena lemparan batu, beliau pergi dan
sampailah di daerah Qarnuats-Tsa‘alib, sekitar 48 mil atau 90 km dari Mekkah
(sekarang disebut Qarnul-Manazil, lokasi penduduk Najed berihram untuk haji dan
umrah.
Benarlah,
keturunan tokoh-tokoh Thaif kemudian beralih menjadi muslim (muslimah) dan kini
kebun-kebun mereka diberkahi dengan mawar (rose) mewangi. Kondisi sekarang,
jarak tempuh ke Thaif dari Mekkah sekitar dua jam naik bis. Di lokasi tertentu
banyak dijual parfum kemasan kecil hingga besar. Beragam bentuk wadahnya dan
wanginya juga berbeda-beda. Thaif kini dikenal sebagai surga parfum terbaik di
dunia. Dengan rentang ketinggian antara 1.600 – 1.900 mdpl, Thaif dikaruniai daerah
pegunungan yang sejuk. Tidak panas seperti Mekkah atau Madinah.
Produk parfum dari mawar lembut di pegunungan Thaif inilah yang menjadi suvenir bagi kalangan yang berkunjung ke Arab Saudi, khususnya jamaah haji dan/atau umroh. Semerbak mewangi nan harum minyak atsiri mawar Thaif menjadi legenda yang menghiasi rak-rak hampir di semua toko yang menjual beragam kebutuhan harian. Terlebih lagi toko-toko yang spesial menjual parfum sulingan mawar Thaif. Tak terkecuali es krim pun dijual dan dipajang bernuansa mawar Thaif. *


