Napak Tilas Kerasnya Batu Thaif
Disebut napak tilas tentu tidak seratus persen tepat. Sebab, bukan menapak jejak seperti halnya kegiatan Pramuka: Mencari Tanda Jejak atau Wide Game. Aktivitas ini hanya melihat bukit batu runcing dari gondola atau cable car. Perbukitan batu ini pun sudah dilewati beragam kendaran di atas jalan kelas satu. Kualitas jalan tol di Indonesia pun kalah jauh dengan kualitas jalan di Thaif, khususnya yang membentang di permukaan bebatuan tajam. Tidak mudah membayangkan perjalanan darat Nabi Muhammad SAW bersama Zaid bin Haritsah (mantan budak yang kemudian dijadikan anak angkat oleh Nabi) di atas formasi geologi batuan metamorfosis.
Batu dan serpihan runcing tampak dari kereta gantung (cable car) yang panjangnya sekitar 4,3 km. Sekali jalan memerlukan waktu kurang lebih 20 menit, berawal di puncak Gunung Al Hada dan berakhir di Al Kar Tourist Village, sebuah lokasi yang dilengkapi kolam renang, seluncur, kafe, dan area bermain di halaman. Pergi-pulang ditempuh dalam 40 menit. Relatif lama berada di udara apabila ada rasa takut atau khawatir terhadap ketinggian. Tetapi terasa singkat apabila menikmati desir angin, panorama bebatuan, jalan dan lalu-lintasnya yang lengang.
Sebaris
reungan, bebatuan runcing di lereng terjal itu, sumber batu yang melukai kaki
Nabi Muhammad SAW pada saat diusir oleh penduduk Thaif, menjadi “lembut” dalam
barokah kebun mawar yang melegenda dan menghasilkan pendapatan (income) penduduknya
dan devisa bagi Kerajaan Saudi Arabia sekarang. Ongkos naik cable car bervariasi
antara 75 – 85 SAR, bergantung pada waktu dan jumlah pengunjung. Satu USD sekitar
3,74 – 3,76 SAR dan satu SAR (riyal Saudi) dalam kisaran 4.750 – 4.800 rupiah. *


Tidak ada komentar:
Posting Komentar