Wapres
Gibran Ke Pasar Dauh Pala Tabanan
Tidak
banyak pejabat negara, katakanlah setingkat menteri, apalagi presiden atau
wakil presiden yang berkunjung ke Tabanan. Terlebih lagi secara khusus mengunjungi pasar di
Tabanan. Ini jarang di Tabanan. Mungkin sering terjadi di Denpasar atau di Kab. Badung. Apalagi Nusa Dua, sangat sering. Tetapi tidak demikian di Tabanan. Pada 5 Juli 2025 kemarin Wapres Gibran
mengunjungi pasar Dauh Pala. Ini pasar yang sering saya datangi, menemani istri
membeli ayam, buah, atau daging.

Lebaran
beberapa bulan lewat itu saya beberapa kali ke pasar Dauh Pala. Membeli ayam
untuk dibuat opor, membeli daging sapi dan sayur serta buah seperti jeruk dan
pepaya. Sesekali buah naga. Esoknya beli jambu kristal, harganya lebih murah Rp2.000
per kilogram daripada di Bandung. Kadang-kadang membeli ketela pohon, ubi, bongkot.
Bongkot ini enak banget dibuat sambel bongkot atau honje. Juga membeli sayur
gondo. Jenis sayur ini tidak ada di Jawa Barat. Nikmatnya sayur gondo tidak
terperikan! Hampir tidak ada pembandingnya.
Saya masih hapal wajah ibu-ibu yang
dagangannya dibeli oleh Wapres Gibran karena hampir dua hari sekali ke pasar
Dauh Pala waktu libur di Tabanan. Pasar ini lokasinya menurun dari jalan raya karena di bagian barat pasar ada sungai. Letaknya di tikungan dan lalu lintas hanya satu arah sehingga tidak terlalu macet. Tambahan
informasi, di bagian bawah pasar Dauh Pala ada IPAL domestik. Pipa sewer-nya
bisa dilihat di jalan yang menurun (tampak penutup manhole-nya saja). Lokasinya
di dekat los penjual daging ayam, sapi, babi.
Di bagian bawah pasar juga ada
beberapa pedagang ayam kampung dan ayam potong (sayur). Ayam merah juga ada. Itik,
mentok juga ada. Mayoritas orang Tabanan membeli daging di pasar ini.
Penjualnya ada orang Tabanan, ada dari madura, ada dari Banyuwangi. Sempat saya
tanya kepada seorang pedagang es dawet hitam, ternyata dari Banjarnegara. Ia juga
memelihara kambing di dekat pasar Dauh Pala, begitu katanya.Kunjungan
Wapres Gibran saya tulis di blogspot ini karena sangat jarang
pejabat tinggi negara yang datang ke Tabanan. Apalagi blusukan di pasar. Di
Tabanan sebetulnya ada pasar Tabanan, lokasinya di Jln. Gajah Mada. Sering juga
saya belanja di pasar Tabanan ini. Entah kenapa, Wapres Gibran tidak berkunjung
ke pasar ini. Pasar Tabanan malah jauh lebih sering lagi saya kunjungi karena
inilah pasar pertama di kota Tabanan dan jaraknya hanya 1 km dari rumah orang
tua saya. Dulu di belakang pasar ada gedung bioskop, namanya Kridha Theatre. Agak
ke selatan ada bisokop Bali Theatre.
Terlepas
dari sudut pandang politik, saya tidak membahas politik di tulisan ini, dan
saya bukanlah politisi. Saya merasa senang ada wakil presiden yang berkunjung
ke Tabanan dan belanja di pasar tempat saya juga sering belanja. Sebagai orang
Tabanan, lahir hingga tamat SMAN 1 Tabanan, saya sungguh berterima kasih atas
kehadiran Wapres Gibran ke Tabanan. Tabanan menjadi lebih diketahui oleh orang banyak.
Sebab, mayoritas wisatawan hanya tahu Denpasar, Kuta, Sanur, Ubud. Kurang tahu tentang
Tabanan. Padahal objek wisata di Tabanan juga banyak. Mulai yang konvensional sudah
ada sejak tahun 1970-an hingga yang anyar-anyar seperti Nuanu.
Sekali
lagi, saya tidak ada urusan dengan politik praktis, seperti halnya gugatan para
purnawirawan, ormas dan orpol yang menentang Wapres Gibran. Dalam kunjungan
tersebut saya lihat Wapres Gibran ditemani oleh Gubernur Bali I Wayan Koster
yang juga kader PDIP. Kita tahu, PDIP kini berseberangan diametral dengan keluarga
Presiden ketujuh Pak Jokowi.
Selain
ke pasar Dauh Pala Tabanan, Wapres juga berkunjung ke beberapa lokasi di Kab.
Badung dan Kota Denpasar. Tetapi tidak saya bahas karena interes tulisan ini
adalah kunjungan Wapres Ke Tabanan, kota kelahiran saya.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar