• L3
  • Email :
  • Search :

25 September 2019

Menulis Laporan Tugas Akhir Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan

Menulis Laporan Tugas Akhir Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan

Oleh Gede H. Cahyana

1. Pendahuluan

Definisi Tugas Akhir (TA) secara umum, seperti tersirat dan tersurat di dalam nama mata kuliahnya, adalah tugas kuliah yang dikerjakan oleh mahasiswa pada bagian akhir masa studinya. Beban TA antara 5 – 8 SKS yang diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah berupa skripsi (naskah) atau karya lainnya (bergantung pada prodinya: lukisan, patung, model, dll) dan diujikan di depan dewan penguji pada sidang sarjana. Dengan demikian, semua syarat dan karakteristik karya ilmiah harus ada di dalam laporan TA tersebut. 

Bagaimana karakteristik karya tulis ilmiah yang berwujud Tugas Akhir itu? Yang dimaksud Tugas Akhir di dalam kurikulum Teknik Lingkungan adalah karya tulis ilmiah berupa skripsi untuk program S1 (strata satu) dengan beban 5-6 SKS, termasuk  Seminar dan Sidang TA. Karya tulis ilmiah ini meliputi dua kelompok, yaitu (1) TA desain atau perancangan, bisa juga disebut perencanaan teknis; (2) TA penelitian (riset, research). Riset ini pun bisa dibagi menjadi dua, yaitu riset atau penelitian dasar (basic research) dan penelitian terapan (applied research). Tujuan utama penelitian dasar adalah menghasilkan informasi umum tentang fenomena di dalam aspek teoretis. Tujuan penelitian terapan adalah menghasilkan informasi yang dapat diterapkan dan memberikan solusi terhadap masalah hidup sehari-hari. Namun demikian, kerapkali sebuah penelitian berisi kedua jenis aspek tersebut, yaitu aspek teori dan aspek aplikasi.

Kembali ke perihal penulisan laporan TA. Laporan mata kuliah TA ini berupa karya tulis ilmiah yang memiliki format khusus, berbeda dengan laporan lainnya (laporan perusahaan, kantor, organisasi massa, dll). Meskipun isi sistematika laporan ini bisa berbeda-beda dari satu prodi dengan prodi lainnya, bahkan satu prodi yang sama tetapi berbeda perguruan tinggi juga bisa berbeda, tetapi mayoritas memiliki kesamaan isi. Ini bisa dimaklumi karena dosen-dosen pembimbing TA bisa berasal dari berbagai kampus di dalam dan/atau luar negeri yang berbeda-beda pula sehingga memiliki perbedaan (sedikit) dengan koleganya. Namun demikian, mayoritas isinya hampir sama. Meskipun prodi sudah memiliki panduan penulisan TA tetapi kerapkali terjadi format dan isi laporan TA berbeda (sedikit).

Ditegaskan lagi, penulisan karya ilmiah adalah karya tahap akhir bagi mahasiswa sarjana, baik TA desain maupun TA penelitian. TA desain memiliki format khas yang tidak dimiliki oleh TA penelitian, misalnya gambaran umum lokasi atau daerah perancangan atau daerah studi (sangat perinci sehingga ditulis di dalam bab khusus sedangkan di dalam TA penelitian bisa juga ditulis di dalam bab khusus terutama kalau banyak yang harus dipaparkan tetapi bisa juga menjadi salah satu subbab di Bab 1 Pendahuluan), kriteria desain (kriteria perancangan), gambar-gambar denah, potongan, detil, Bill of Quantity (BoQ), RAB (Rencana Anggaran Biaya), dan Spesifikasi Teknis.

Mengapa TA harus ditulis? Ini berkaitan dengan peran perguruan tinggi sebagai instansi yang mendidik Sumber Daya Manusia atau Sumber Daya Insani yang bermanfaat bagi masyarakat atau semua orang. Karya tulis ilmiah harus bermanfaat untuk pengembangan ilmu dan manfaat untuk keperluan praktis untuk hidup manusia. Agar manfaat tersebut tercapai maka ada tiga struktur yang harus dipenuhi oleh karya tulis ilmiah agar selaras dengan filsafat ilmu dan metode (metodologi) ilmiah (Atmadilaga, 1997). Tiga struktur tersebut adalah (1) struktur ilmu pengetahuan, (2) struktur penelitian ilmiah, (3) struktur penulisan ilmiah. Begitu pula bahasa, logika, matematika, dan statistika adalah ilmu penting bagi peneliti dalam analisis penelitiannya.

Struktur ilmu pengetahuan berkaitan dengan kemampuan, kompetensi peneliti di dalam tema yang dijadikan objek penelitian. Ini berkaitan dengan konsep, definisi, istilah, teori, hukum atau dalil di bidang ilmunya. Ilmu pengetahuan ini memberikan citra kepada peneliti perihal kepakaran atau “keahlian”, kualifikasi atau kapabilitasnya.

Struktur penelitian ilmiah berkaitan dengan penguasaan metodologi penelitian. Mulai dari latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, kerangka pemikiran yang didukung oleh aspek teoretis dan premis-premis yang masih berlaku, aktual, up to date kemudian perumusan hipotesis yang dideduksi dari premis tersebut. Selanjutnya adalah pengujian hipotesis melalui proses induktif di dalam pelaksanaan penelitian agar diperoleh data empiris yang sesuai dengan pemikiran rasional-abstrak di dalam hipotesis. Apabila data empiris mendukungnya maka hipotesis dapat diterima atau diverifikasi. Sebaliknya, maka hipotesis ditolak atau difalsifikasi. Yang terakhir adalah menulis kesimpulan (Atmadilaga, 1997).

Struktur penulisan ilmiah bisa berbeda-beda dari satu jurusan atau prodi dengan jurusan atau prodi lainnya, tetapi mayoritas memiliki keserupaan tatatulis atau format. Format tatatulis ini mengikuti sistematika khas. Format penulisan ini dibahas di bawah ini.

2. Struktur Penulisan Ilmiah

Penulisan karya ilmiah serupa tetapi tidak sama (persis) antara satu bidang/cabang ilmu dengan yang lainnya. Berbeda antara satu jurusan dengan jurusan lainnya, berbeda antara satu prodi dengan prodi lainnya. Perbedaan penulisan karya ilmiah terjadi mulai dari diploma, strata satu, dua dan tiga. Apalagi kalau berkaitan dengan gaya selingkung yang menjadi ciri khas cabang ilmu, prodi, atau jurusan. Struktur penulisan ini disebut juga sistematika penulisan ilmiah. Bisa juga terjadi perbedaan istilah antara dosen satu dengan dosen lainnya. Misal, ada yang menggunakan istilah metode, ada juga yang menggunakan istilah metodologi. Ada yang menulis Studi Pustaka, Studi Kepustakaan, Kajian Pustaka, Kajian Kepustakaan, Landasan Teori.

Namun demikian, secara umum penulisan karya ilmiah mengikuti filsafat ilmu dan urutan kronologis setiap langkah atau tahap dalam metodologi ilmiah. Struktur penulisan ilmiah adalah kerangka sajian dengan semua komponen penelitian ilmiah di dalam skripsi (TA), tesis, disertasi. Kerangka dan urutan semua komponennya disebut sistematika. Sistematika tentulah sistematis, bersifat satu kesatuan sistem yang saling berkaitan, mengalir kronologis, tidak melompat-lompat atau tidak bolak-balik, tidak mengulang satu materi apabila tidak betul-betul diperlukan pengulangan (penulisan ulang atau penulisan ulang dengan kalimat yang berbeda).

Contoh kerangka penulisan yang memperlihatkan komponen-komponennya diberikan di bawah ini. Urutannya boleh jadi berbeda dari satu prodi, jurusan atau kampus lainnya.

1. Judul. Judul ditulis di cover atau sampul depan laporan TA. Meskipun ditulis atau dipikirkan sejak awal, yaitu sebelum mulai penelitian, tetapi judul ini bisa diubah dan disesuaikan dengan hasil penelitian, diselaraskan dengan fakta atau data yang diperoleh. Upayakan judul penelitian: ringkas, komunikatif, isinya tepat, menarik minat pembaca, konsisten dengan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil penelitian dan semuanya itu mengacu pada latar belakang penelitian.

2. Lembar Pengesahan. Setelah judul biasanya ada lembar yang berisi nama pembimbing 1 dan 2, nama penguji 1 dan 2. Ada juga yang dilengkapi dengan nama dekan dan kaprodi. Format dan posisi atau letak nama tersebut bergantung pada ketetapan prodi dan berlaku untuk semua mahasiswa sehingga berpola seragam dalam satu prodi.

3. Kata Pengantar. Dianggap sudah jelas.

4. Abstrak (B. Indonesia). Boleh ditulis dalam satu paragraf, boleh juga dua atau tiga paragraf pendek apabila memiliki beberapa simpulan penting yang layak dipisahkan penulisannya, dengan jumlah kata antara 200 – 250 kata. Di bagian bawahnya dilengkapi dengan kata kunci, keywords. Begitu juga Abstract (B. Inggris). Kata kunci ditulis secara alfabetis, yang bisa berbeda urutannya antara abstrak B. Indonesia dan B. Inggris. Namun demikian, di dalam artikel ilmiah sebuah jurnal sebaiknya Abstrak ditulis dalam satu paragraph saja. Artinya, laporan Tugas Akhir bisa dipecah menjadi dua atau lebih judul artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah yang berbeda atau jurnal yang sama tetapi berbeda volume dan nomor terbitnya.

5. Daftar Isi. Dianggap sudah jelas.

6. Daftar Tabel. Dianggap sudah jelas.

7. Daftar Gambar. Dianggap sudah jelas.

8. Daftar Istilah. Dianggap sudah jelas.

9. Daftar Notasi (Simbol). Dianggap sudah jelas.

10. Daftar Lampiran. Dianggap sudah jelas.

Bab 1 PENDAHULUAN. Bab ini adalah awal karya tulis ilmiah. Isinya minimal adalah latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, premis dan hipotesis (apabila ada, tetapi sebaiknya ada), metodologi (ringkas, umum), lokasi dan waktu penelitian.

1.1 Latar Belakang (LB).  Apa saja isi subbab LB ini? Isinya adalah dinamika pikiran setelah membaca, melihat, mengetahui kejadian, fenomena, peristiwa sosial atau alam. Pikiran ini lantas menimbulkan niat atau keinginan untuk melaksanakan penelitian. Ingin mencari jawaban atau solusi atas fenomena tersebut. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan hal positif bagi ilmu dan manfaat praktis bagi masyarakat. Apabila tidak diteliti maka mungkin saja ada hal negatif yang bisa terjadi.

Peneliti harus yakin bahwa fenomena tersebut adalah masalah aktual dan relevan. Agar tahu bahwa masalah tersebut masih aktual maka harus membaca banyak artikel ilmiah di bidang tema tersebut, membaca buku teks, buku ajar, prosiding seminar dan konferensi, dll. Masih aktual berarti belum using (obsolete) karena ada hal yang belum terjawab meskipun sudah banyak diteliti. Apabila sudah usang atau masalahnya sudah dijawab oleh peneliti lain maka tidak perlu diteliti lagi karena sudah BUKAN masalah lagi, bisa mubazir lantaran biaya penelitian itu mahal, butuh waktu, pikiran, dan tenaga. Aktualitas dan relevansi perlu karena harus ada manfaat ilmiah (teoretis) dan manfaat praktis yang dihasilkan. Namun demikian, boleh saja mengulang penelitian orang lain untuk membuktikan sesuatu yang dianggap tidak jelas, meragukan, ingin membuktikan sendiri, dll yang biasa disebut replikasi (replicate).

Isi subbab Latar Belakang terutama pada bagian pertama atau paragraf pertama adalah tema sentral masalah atau problem issue yang menimbulkan niat bagi peneliti untuk menelitinya. Tulislah kalimat yang jelas memperlihatkan “ada masalah” di dalam tema atau judul penelitian. Diperkuat oleh aspek teoretis dari artikel terbaru yang pernah ditulis oleh peneliti lain. Peneliti harus sudah memiliki persepsi ilmiah di bidang tersebut dan mampu merumuskan masalahnya secara eksplisit dan tegas. Tulislah kata-kata kunci di dalam rumusan masalah dan tujuan penelitian dalam bentuk narasi yang dikuatkan oleh teori yang sudah ditulis oleh orang lain. Tulis juga di bagian paragraf akhir di LB ini tentang manfaat ilmiah untuk perkembangan ilmu dan manfaat praktisnya. Upayakan subtema, subjudul atau submateri yang akan diteliti ditulis di dalam LB ini dan ditulis juga dalam “kalimat per-TANYA-an” di subbab Rumusan Masalah dan kalimat “per-NYATA-an di subbab Tujuan Penelitian.

1.2 Rumusan Masalah. Rumusan atau Perumusan Masalah ini berasal dari tema sentral masalah yang dipisah-pisah menjadi beberapa rumusan masalah. Rumusan Masalah dinyatakan dalam kalimat tanya atau pertanyaan. Pilihan kata tanya yang tersedia adalah bagaimana (how), apakah (what), berapakah (how many/much), dll. Apa pengaruh sebuah faktor atau faktor-faktor terhadap fenomena? Bagaimana pengaruh faktor terhadap fenomena? Bagaimana pengaruh gabungan faktor terhadap fenomena?

1.3 Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian adalah gambaran operasional penelitian setiap rumusan masalah yang sudah dibuat. Urutannya harus konsisten dengan urutan rumusan masalah. Satu rumusan masalah boleh berisi dua atau lebih tujuan dengan syarat kata-kata kunci di dalam tujuan juga ditulis di dalam rumusan masalah. Tujuan ini berupa kalimat pernyataan atau deklaratif yang “mengumumkan” gambaran operasional kegiatan penelitian. Contoh perumusan itu: mempelajari faktor atau faktor-faktor apa yang terlibat dalam fenomena. Mempelajari karakteristik faktor-faktor yang mempengaruhi fenomena. Sejauh apa pengaruh gabungan faktor terhadap fenomena. Merancang instalasi pengolahan air, air limbah, TPA sampah, dll. Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai, cita-cita, "mimpi" (dalam tanda kutip), harapan yang hendak diwujudkan (dapat terjad)i.

1.4 Manfaat (Kegunaan) Penelitian. Isinya adalah sumbangan penelitian terhadap nilai manfaat praktis dan manfaat ilmiah perkembangan ilmu pengetahuan. Ini adalah penajaman sumbangan penelitian untuk ilmu dan manfaat praktis yang sudah ditulis singkat di subbab Latar Belakang bagian paragraf terakhir. (Cek lagi, sudahkah ada kalimat yang isinya manfaat penelitian secara ringkas di paragraf terakhir subbab LB)

1.5 Premis dan Hipotesis. Ilmu selalu berkaitan dengan tulisan ilmiah dan temuan baru (novelty) sejak berabad-abad yang lalu sampai sekarang. Apabila dikait-kaitkan maka semua ilmu berkaitan dan saling mempengaruhi, sedikit atau banyak. Tema penelitian zaman sekarang tentu berkaitan pula dengan tema-tema penelitian orang terdahulu. Minimal ada temuan dan hasil penelitian mereka yang menjadi inspirasi bagi peneliti sekarang. Oleh sebab itu, peneliti sekarang wajib menulis temuan peneliti terdahulu yang ditulis di Bab Studi Pustaka (Kajian Kepustakaan) dan di subbab Premis dan Hipotesis ini. Di subbab Presmis dan Hipotesis hanya ditulis temuan, hasil, fakta atau evidensi yang sangat kuat kaitannya dengan tema atau judul penelitian sekarang. Adapun isi bab Kajian Kepustakaan lebih luas dan dalam karena meliputi aspek sejarah tema atau judul penelitian yang disusun secara kronologis sampai ke artikel ilmiah terakhir yang diketahui oleh peneliti sekarang.

Tulisan di subbab Presmis dan Hipotesis ini bisa dikembangkan lebih jauh di bab Kajian Kepustakaan (Studi Pustaka), ditambah dengan teori yang relevan dalam lingkup yang lebih luas agar pembaca (juga peneliti sekarang) memahami posisi tema (judul) penelitiannya dan bisa mendudukkan dirinya di antara pada peneliti lainnya, apakah sebagai pembaru atau pengulang penelitian. Tentu saja tidak masalah apabila sekadar mengulang penelitian (replicate), apabila sebagai mahasiswa strata sarjana atau bahkan magister. Namanya juga belajar, tidak apa-apa. Tidak masalah juga bagi dosen yang mengulang penelitian orang lain karena potensi temuan baru (novelty) itu bisa saja terjadi di mana saja dan kapan saja, oleh setiap peneliti. Hanya saja, di tingkat doktoral maka diwajibkan ada novelty, meskipun sedikit saja. Maksudnya adalah agar ilmu makin berkembang, makin kaya dengan teori baru dan bisa dimanfaatkan secara praktis oleh industri atau masyarakat untuk kehidupan sehari-harinya.

Kembali ke Premis dan Hipotesis. Bagaimana caranya menuliskan evidensi yang diperoleh dari menelaah artikel ilmiah dan hasil seminar atau prosiding konferensi? Upayakan ditulis secara kronologis yang didasarkan pada tahun terbitnya di jurnal ilmiah. Evidensi ditulis dalam lembar kertas khusus atau file yang berbeda di komputer. Semua evidensi dibaca, dianalisis sehingga diperoleh satu atau lebih pernyataan dari para peneliti terdahulu. Evidensi yang hampir sama atau sama persis dikelompokkan menjadi satu kemudian dibuat paragraf yang menjadi kristal (simpulan) dari banyak evidensi tersebut. Begitu juga evidensi lainnya. Akan diperoleh beberapa paragraf yang jumlahnya bergantung pada jumlah evidensi yang diperoleh. Bisa sama dengan evidensi, bisa juga berkurang daripada jumlah evidensi karena ada evidensi yang serupa (seide) yang disatukan dalam satu paragraf. Evidensi ini adalah landasan teoretis yang sudah teruji kebenarannya  dan tidak dibantah lagi oleh peneliti lainnya, sejauh ini. Namun… ini ada tetapinya…. karena ilmu bersifat bebas dan terbarui maka potensi salah evidensi tetap saja ada.

Untaian evidensi tersebut menjadi premis tema penelitian yang urutannya sesuai dengan urutan di dalam kumpulan evidensi. Semua premis menjadi kesimpulan bersifat umum. Lantas ditulis hipotesisnya (kesimpulan khusus) dari semua premis yang diperoleh. Ini disebut logika berpikir deduktif. Karena premis sudah (dianggap) dinyatakan sebagai informasi yang tidak perlu lagi diuji kebenarannya maka otomatis hipotesis pun memiliki kepastian kebenaran juga. Jumlah hipotesis tidak harus sama dengan jumlah premisnya. Namun demikian, hipotesis adalah logika berpikir induktif yang berasas korespondensi, bersifat rasional abstrak. Hasil pemikiran yang masih rasional abstrak harus diuji lebih lanjut dengan cara empiris untuk memperoleh kesahihan atau validitas ilmiahnya. Hasil pemikiran rasional abstrak itu harus sesuai dengan hasil data empiris yang diperoleh di laboratorium atau lapangan. Apabila data empirisnya mendukung hipotesis maka hipotesis dapat diterima atau diverifikasi. Apabila tidak, maka hipotesis ditolak atau difalsifikasi.

Apabila dipersentasekan maka subbab Premis dan Hipotesis ini memiliki bobot 30-35% dari seluruh karya tulis ilmiah Tugas Akhir. Hal ini karena subbab ini adalah jantung atau jiwa penelitian. Seleksi semua evidensi yang diperoleh oleh peneliti dalam studi pustakanya memastikan bahwa peneliti sudah membaca sejumlah penelitian serupa. Pengembangan evidensi menjadi premis juga memberikan bobot kepada peneliti sekarang tentang penguasaannya atas masalah penelitian, state of the arts atau state of affairs tentang perkembangan ilmu di bidang yang ditelitinya sampai perkembangan mutakhir. Semua hipotesis yang disintesis dari banyak presmis tersebut memberikan identitas kepada peneliti sekarang perihal tingkat orisinalitas penelitian yang menunjukkan ada perbedaan dari penelitian terdahulu.

1.6 Metodologi. Metodologi di subbab ini adalah bersifat umum (global). Hanya untuk gambaran garis besar tentang pendekatan penelitian, seperti sosial, hukum, ekonomi, sains. Juga berisi pernyataan singkat tentang metode penelitian, apakah survey, studi kasus, eksperimen, observasi, dll. Adapun cara penetapan jumlah dan cara sampling, pengumpulan data, tidak disebut di subbab ini tetapi dipaparkan lengkap di Bab Metodologi Penelitian.

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian. Di Prodi Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan dilaksanakan dua format. Yang pertama, subbab ini menjadi bagian dari Bab 1 Pendahuluan. Yang kedua, lokasi ini dipaparkan lebih lengkap di bab khusus, yaitu bab Gambaran Umum Daerah Studi (GUDS) yang dibahas di Bab 2.

Bab 2 GAMBARAN UMUM DAERAH STUDI. Bab ini HARUS ada di dalam TA perancangan atau desain. Tetapi boleh ditiadakan pada TA penelitian. Namun demikian, apabila penelitian memerlukan observasi, survei yang banyak menghasilkan data yang memang perlu diketahui oleh pembaca maka meskipun TA penelitian maka bab GUDS ini tetap harus ada. Apabila data atau informasinya sedikit saja, misalnya dua atau tiga halaman kertas A4 maka disisipkan di Bab 1 Pendahuluan di subbab terakhir juga bisa dan biasa dilakukan. Misalnya subbab Lokasi dan Waktu Penelitian.

BAB 3 STUDI KEPUSTAKAAN. Bab ini berisi teori yang berkaitan erat dengan tema dan judul penelitian. Bisa dipaparkan secara kronologis, mulai dari artikel ilmiah di jurnal ilmiah tertua yang pernah ada dan tersedia, baik hardcopy maupun di internet. Paparkan juga perubahan teori dan hasil penelitian dari tahun ke tahun sampai dengan tahun terakhir pada saat penelitian TA dilaksanakan. Begitu juga teori dari buku teks, buku ajar, serta manuskrip yang ada.

Spirit bab ini adalah kejujuran dan etika penghormatan kepada peneliti terdahulu. Ilmu tidak dimulai dari nol atau kertas kosong. Semua yang ada dan menjadi ide penelitian adalah kelanjutan tema yang sudah dibahas dan ditulis oleh peneliti sebelum saat ini. Bab ini memberikan citra kepada peneliti sekarang tentang pengetahuan terhadap tema penelitian berupa evidensi ilmiah sejak dulu hingga sekarang. Sudah disebut di subbab Premis dan Hipotesis bahwa bab Studi Pustaka atau Kajian Kepustakaan jauh lebih luas dan lebih dalam daripada Premis dan Hipotesis. Apabila TA tidak menyertakan subbab Premis dan Hipotesis maka uraian evidensi, premis (tanpa hipotesis) ditulis di bab Studi Pustaka ini.

BAB 4 METODOLOGI. Bab ini adalah penjabaran lebih luas subbab Metodologi di Bab 1 Pendahuluan. Ada dua “aliran”, selain kata Metodologi juga ada yang menggunakan kata Metode. Keduanya memiliki pengikut setia. Namun apabila dianalisis isi babnya, maka yang lebih tepat adalah Metodologi. Ini tidak dikaitkan dengan makna kata: methods dan logos tetapi karena Metodologi meliputi lingkup yang lebih luas. Di dalam istilah Metodologi ini, minimal ada “alat”, “bahan” berupa zat kimia misalnya, dan metode. Jadi Metode adalah bagian dari Metodologi. Di bab Metodologi juga ada penjelasan jenis penelitian, jenis variabel, setting peralatan penelitian baik skala lab, pilot maupun penuh di lapangan. Disertakan juga metode pengolahan data hasil penelitian.

Bab ini bersifat teknis agar penelitian berjalan lancar dan data empiris yang diperoleh mendukung hasil penelitian. Semua istilah, kriteria, faktor, tolokukur, tolokbanding dijelaskan sangat detil. Penetapan definisi operasional secara khusus juga diperbolehkan. Apapun yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan secara filsafat ilmu dan metodologi ilmiah. Penelitian juga perlu dibatasi berkaitan dengan waktu, biaya, tenaga agar mampu dilaksanakan secara tuntas. Objeknya dapat diamati, dapat diukur, datanya dapat diolah, dianalisis, diinterpretasi sehingga hipotesisnya dapat diuji dan memenuhi validitas ilmiah.

Berdasarkan Rumusan Masalah, Tujuan, Premis-Hipotesis maka bisa diketahui jumlah dan jenis variabel yang terlibat, cara menjelaskan pengaruhnya secara tunggal maupun gabungan. Juga pengaruh variabel independen dan dependen, termasuk subvariabel dari setiap variabel yang ada. Dengan mempelajari data sekunder penelitian sebelumnya maka dapat diketahui populasi objek penelitiannya. Semua itu ditulis jelas agar bisa diteliti ulang oleh peneliti lainnya. Bab Metodologi ini juga dapat memandu arah, lingkup kerangka dan urutan komponen bab Hasil dan Pembahasan bersama dengan subbab Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil berupa data mentah diolah dan ditabelkan atau dibuat grafiknya. Tatacara pengolahan data mengacu pada ilmu statistika yang paling sesuai dengan karakteristik penelitian dan data yang diperoleh. Setelah penulisan hasil maka langsung dibahas. Pembahasan ini mengacu pada teori atau temuan atau fakta terakhir yang ada dan artikelnya tersedia. Bandingkan hasil penelitian orang lain tersebut dengan hasil penelitian sendiri. Apa kesamaannya, apa kebedaannya? Jelaskan dengan argumen teoretis. Argumen sendiri yang baru juga bisa disertakan dengan uraian logis dengan hasil penelitian orang lain. Argumen ini akan dianalisis oleh pembaca dan peneliti dengan tema atau judul serupa dan bisa memberikan tanggapan dalam korespondensi.

Di bab inilah semua data diolah dengan metode (cara) yang sudah ditulis di bab Metodologi. Hasil pengolahan data lantas ditafsirkan maknanya dalam konteks penelitian yang sudah dilaksanakan itu. Tafsiran ini dikaitkan juga dengan penelitian orang terdahulu. Juga ditulis jawaban terhadap hipotesis dan rumusan masalah serta tujuan penelitian. Bentuknya adalah tulisan naratif yang sebaiknya dilengkapi dengan tabel dan/atau grafik.

Tujuan penulisan bab Hasil dan Pembahasan adalah agar dapat dipahami oleh pembaca tentang hasil pengumpulan, pengukuran data, bagaimana data tersebut dianalisis, apa hasil analisisnya? Ditulis juga hasil uji statistika, nilai signifikansi, dll… Upayakan selalu ada tabel yang datanya bukan data mentah tetapi data olahan dan grafik. Rumus matematika, kimia, fisika, dll yang sudah ditulis di bab Metodologi tidak perlu ditulis lagi tetapi hasilnya saja yang ditulis di bab ini (Hasibuan Z. A, 1994).  

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN. Bab ini adalah penegasan kembali temuan yang ditulis di bab Hasil dan Pembahasan. Jangan sampai kesimpulan yang ditulis berbeda (keluar) dari konteks objek penelitian. Maka, kesimpulan yang ditulis harus mengacu pada rumusan dan tujuan penelitian. Harus selaras antara keduanya, juga senapas dengan yang dipaparkan di bab Hasil dan Pembahasan. Apabila ada banyak kesimpulan, maka bisa dipilih yang paling penting saja yang ditulis dengan mempertimbangkan rumusan dan tujuan penelitian. Kesimpulan bisa dikatakan sebagai jawaban atas rumusan masalah dan pernyataan bahwa tujuan penelitian tercapai penuh, tercapai sebagian, atau tidak tercapai karena ada selisih (perbedaan) hasil dari penelitian orang lain. Meskipun dinyatakan berselisih dengan tujuan, kalau hasilnya adalah demikian maka tetap saja termasuk hasil yang positif. Perbedaan hasil ini berpotensi menjadi hal baru atau novelty.

Selanjutnya adalah SARAN. Saran (rekomendasi) berguna untuk penelitian selanjutnya, baik untuk diri sendiri, terlebih lagi untuk pembaca (peneliti) lain. Di sinilah peneliti menuliskan “semua hal” yang tidak sempat dilaksanakan. Peneliti ingin melaksanakan tetapi tidak bisa dilaksanakan karena berbagai sebab seperti waktu terbatas, biaya, tenaga. Juga karena ada kejadian baru yang tidak diduga selama penelitian. Saran ini bermanfaat bagi pembaca untuk membuat penelitian lanjutan.

DAFTAR PUSTAKA. Dianggap sudah jelas.

LAMPIRAN. Dianggap sudah jelas.

Untuk Tugas Akhir Desain atau Perancangan, maka ada Bab Rencana Anggaran Biaya dan Bab Spesifikasi Teknik. RAB dibuat berdasarkan gambar-gambar yang lengkap sehingga menjadi informasi lengkap (detil, perinci) perihal total biaya yang diperlukan untuk membangun objek perancangan seperti IPAM, IPAL, IPLT, TPALP, jaringan pipa transmisi-distribusi, dll. Tentu harga satuan barang dan upah disesuaikan dengan daerah studinya. Harga satuan ini pasti berbeda-beda dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya, apalagi kalau berbeda provinsi. Jarak dari toko ke lokasi studi juga mempengaruhi harga barang dan jasa.

Spesifikasi Teknik Pekerjaan adalah uraian rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh kontraktor dan menjadi acuan bersama. Spesifikasi antara lain:

1.      Pekerjaan tanah

2.      Pekerjaan beton

3.      Pekerjaan kayu

4.      Pekerjaan tembok

5.      Pekerjaan plesteran.

6.   Pekerjaan perpipaan

7.   Pekerjaan Unit Operasi dan Unit Proses 

8.      Pekerjaan bangunan pelengkap

9.   Pekerjaan pengecatan.

10. Dan lain-lain 

Apabila belum jelas, silakan baca di artikel lain di folder Tugas Akhir – Skripsi.

Daftar Pustaka

1. Atmadilaga, D. 1997. Sistematika dan Uji Konsistensi Karya Ilmiah, Lokakarya Penyusunan Usulan Penelitian Ilmu Eksakta, Bandung.

2. Hasibuan, Z. A. 1994. Penulisan Karya Ilmiah, Penataran Metodologi Penelitian Bidang Sains dan Teknologi bagi Dosen PTS, Bogor. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar