• L3
  • Email :
  • Search :

21 April 2020

Air PDAM Basmi Corona

Air PDAM Basmi Corona
Oleh Gede H. Cahyana
Associate Professor Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan

Setelah Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 mengumumkan bahwa dua orang WNI terinfeksi virus Corona maka terjadilah kepanikan. Orang-orang memborong kebutuhan pokok: beras, telor, minyak, mie instan, ikan, daging, sayur, makanan minuman kaleng. Juga masker dan sanitangan (hand sanitizer). Harganya langsung naik karena panic buying atau rush buying atau beli-rusuh. Kemudian pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah ini menjadi pandemi. Pandemi ialah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi geografi yang luas di seluruh dunia.

WHO menamainya Coronavirus Disease-19, disingkat CoViD-19 (penyakit yang disebabkan oleh virus Corona, tahun 2019). Corona tidak bisa hidup di udara bebas tetapi memerlukan inang. Ia bisa hidup beberapa jam di permukaan benda seperti baju, celana, tas, saputangan sehingga sebaiknya segera dicuci atau direndam di dalam air bersabun atau dijemur di terik matahari. Gejala orang yang terinfeksi ialah demam, batuk kering, badan lelah, lemas, napas pendek (sesak). Masa inkubasinya, yaitu rentang waktu antara terinfeksi sampai sakit antara 1 hingga 14 hari (Roser, et.al., 2020)

Sabun dan Alkohol
Belum ditemukan vaksin untuk mencegah Corona menginfeksi manusia. Yang bisa dilakukan adalah mencegah agar tidak kena virus tersebut. Benda yang mampu membasmi virus adalah sabun dan alkohol. Sanitangan berisi alkohol. Caranya dengan sering cuci tangan pakai sabun atau alkohol. Kapankah harus cuci tangan? WHO menyarankan setelah batuk atau bersin. Setelah bersentuhan dengan penderita. Sebelum, selama, setelah menyiapkan makanan. Sebelum makan. Setelah dari kamar mandi (WC). Saat tangan kotor. Setelah memegang hewan atau kotoran hewan. Selama bepergian ke tempat umum.

Sabun berisi senyawa alkali NaOH untuk sabun batangan dan KOH untuk sabun cair dan senyawa triclosan sebagai antibakteri. Hampir semua bakteri bisa dibasmi oleh zat yang ada di dalam sabun. Tetapi virus tidak bisa. Virus lebih resisten daripada bakteri. Begitu pula alkohol. Alkohol 70% bisa membunuh bakteri. Apabila bakterinya mati maka virus yang hidup di dalam inang bakteri itu pun mati.

Namun demikian, sabun atau alkohol (sanitangan) belum tentu tersedia di setiap tempat dan setiap waktu. Yang paling mudah dan murah adalah air. Tetapi tidak semua air. Tidak bisa dengan air minum kemasan (amik), air minum kemasan ulang (amiku), air hujan, air sumur, air tanah dalam. Hanya air berklor yang bisa membasmi bakteri.

Senyawa klor
Mengapa air PDAM? Karena air PDAM berisi klor. Disinfeksinya menggunakan kaporit (kalsium hipoklorit, Ca(OCl)2) atau bleaching powder atau puyer kelantang atau chlorinated lime. Setelah diinjeksikan atau dibubuhkan ke dalam air di reservoir, kisaran waktu kontaknya (t, time) antara 15 - 30 menit. Dosis klor antara 0,2 - 40 mg/l. Keuntungannya, ada sisa klor antara 0,2 – 0,5 mg/l. Sisa klor ini dibutuhkan apabila di ruas pipa distribusi terjadi rekontaminasi bakteri yang masuk ke dalam pipa akibat kebocoran. Sisa klor inilah yang diharapkan mampu membasmi bakteri itu (Cahyana, 2004, hlm. 239 – 242)).

Karakterisitik klor sebagai biosida: (1) toksik bagi mikroba pada konsentrasi yang tidak berbahaya bagi manusia dan hewan; (2) cepat bereaksi membunuh bakteri dengan waktu kontak yang singkat; (3) tahan lama sehingga mampu menanggulangi rekontaminasi di zone distribusi; (4) ekonomis (murah) dan mudah diperoleh; (5) mudah dianalisis di laboratorium; dan (6) mudah menentukan dosisnya. Rekomendasi WHO, nilai rerata minimal Ct = 15 mg.menit/liter. Misalkan, 0,5 mg/l sisa klor bebas dengan waktu kontak 30 menit. C = konsentrasi klor dan t =  waktu kontak.

Basmi CoViD-19
Virus yang dinamai SARS-CoV-2 ini adalah virus baru berjenis Coronavirus. Satu famili dengan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV atau SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV atau MERS). CoViD-19 memiliki karakteristik fisika dan biokimia yang sama dengan SARS dan MERS. Virus ini diselimuti oleh struktur protein yang disebut kapsid (capsid) dan dikelompokkan menjadi tiga: (1) virus berselimut membran lemak (enveloped virus); (2) virus besar tak berselimut (large non-enveloped); dan (3) virus kecil tak berselimut (small non-enveloped).

EPA, 2011 menyatakan bahwa klor efektif membasmi virus berselimut membran sehingga virus penyebab wabah CoVid-19 ini pun bisa dibasmi karena termasuk virus berselimut. Gambar 1 adalah gambar untuk air minum yang diklorinasi, menyatakan kemampuan klor dan sinar ultraviolet dalam membasmi beberapa jenis virus. Sebagai oksidator kuat, klor mampu merusak DNA bakteri. Diharapkan DNA atau RNA virus pun ikut rusak. Coxsackievirus, Poliovirus dan Rotavirus adalah contoh virus tak berselimut (non-enveloped virus).Semua virus tersebut bisa dibasmi pada nilai Ct kurang dari 15 mg.menit/liter. Artinya, virus berselimut seperti CoViD-19 bisa dibasmi pada nilai Ct yang lebih rendah.

Kesimpulan, dibandingkan dengan sabun, alkohol, dan sanitangan yang harganya mahal maka air PDAM lebih murah dan efektif dalam membasmi bakteri dan virus. Agar PDAM ikut berperan besar dalam sejarah wabah CoViD-19 ini maka air PDAM selayaknya selalu berisi sisa klor bebas, terutama di lokasi terjauh dari IPAM. Disarankan dosis klor dinaikkan 10% dari dosis biasanya. Semoga bermanfaat. *
'> 

Kesimpulan, dibandingkan dengan sabun, alkohol, dan sanitangan yang harganya mahal maka air PDAM lebih murah dan efektif dalam membasmi bakteri dan virus. Agar PDAM ikut berperan besar dalam sejarah wabah CoViD-19 ini maka air PDAM selayaknya selalu berisi sisa klor bebas, terutama di lokasi terjauh dari IPAM. Disarankan dosis klor dinaikkan 10% dari dosis biasanya. Semoga bermanfaat. *
Daftar Pustaka
1. Cahyana, G. H (2004), PDAM Bangkrut, Awas Perang Air, Sahara Golden Press.
2. EHS Water O.U. (2020), Advice note to EHS on COVID-19 in 
chlorinated drinking water supplies and chlorinated swimming pools, Version 3.
3. Environmental Protection Agency, Water Treatment Manual Disinfection, (2011).
4. Max Roser, Hannah Ritchie and Esteban Ortiz-Ospina (2020) , 
Coronavirus Disease (COVID-19), Statistics and Research
Published online at OurWorldInData.org. Retrieved from: 
'https://ourworldindata.org/coronavirus' [Online Resource]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar