• L3
  • Email :
  • Search :

27 Agustus 2022

Tujuh Tips Tuntaskan Tugas Akhir

Tujuh Tips Tuntaskan Tugas Akhir

Tugas Akhir (TA) adalah mata kuliah terakhir yang wajib dituntaskan oleh mahasiswa. Matkul ini bisa diselesaikan dalam waktu satu semester. Banyak juga yang membutuhkan waktu dua semester untuk menjalani seminar dan sidang TA. Apa saja hal utama yang perlu dilaksanakan oleh mahasiswa agar TA-nya lekas tuntas?


Berikut ini adalah tujuh poin pentingnya.

1.  JadikanMakanan”. Makna makanan di sini adalah konotatif atau kiasan. Setiap hari mahasiswa pasti makan. Yang puasa pun pasti makan, yaitu sahur dan buka. Hujamkan dalam hati, setiap ingat makan, juga ingat TA. Setelah makan, kerjakan TA. Banyak hal yang bisa dikerjakan. Bisa menyiapkan alat (termasuk kuesioner), mencatat ide, menulis rencana penelitian, membaca buku teks, meringkas artikel ilmiah, mencari jurnal, mengedit subbab, memperjelas detil gambar alat, dll. Ingat makan, ingat TA. Jangan sekadar ingat tapi lakukan sesuatu agar ada kemajuan (progress). Setiap hari harus ada penambahan kemajuan TA. Targetkan misalnya satu paragraf setiap selesai makan. Maka dalam sehari bisa satu halaman kertas A4. Sebulan mencapai 25-30 halaman A4. 

2.     Kerjakan dan Paksakan. Musuh terberat manusia adalah bisikan-bisikan setan agar malas dan menunda pekerjaan. Nanti saja. Sore saja. Malam saja. Besok saja. Pekan depan saja. Menunda-nunda adalah musuh bebuyutan manusia. Prokrastinasi. Bahkan ditunda sampai semester depan! Ada yang sampai tahun depan! Kerja dan tugas ke luar daerah menjadi alasan yang sangat menyamankan dan pembenaran dalam menunda-nunda menulis laporan TA. Paksakan. Semua orang mengalami masa malas, masa bosan, masa jenuh yang akhirnya menjadi masabodo. Hanya dengan cara paksakan sajalah hal-hal buruk tersebut bisa dikalahkan. 

3.     Menjadi Sarjana atau Kerja. Mahasiswa yang bekerja selalu punya alasan untuk lama kuliah. Pekerjaan dijadikan penunda sarjana. Tidak bekerja berarti tidak punya uang untuk biaya kuliah, begitu alasannya. Padahal tidak sepenuhnya betul. Pekerjaan bisa disandingkan, bersanding dengan TA. Keduanya bisa diselaraskan, diharmonikan. Harmonis. Banyak yang lulus dengan tetap bekerja. Memang mereka berjibaku, "berdarah-darah", "jungkir balik", semuanya dalam makna kiasan. Mereka paham, hanya mereka sajalah yang mampu mengubah nasibnya, mengubah dirinya menjadi sarjana. Maka, apabila harus memilih, maka pilihlah TA agar cepat selesai. TA selesai berarti bisa sidang, lalu yudisium, menjadi sarjana. Ijazah digunakan untuk bekerja, berkarir, atau hanya disimpan di lemari, itu adalah keputusan masing-masing. Spiritnya adalah anda membuktikan diri mampu menjadi sarjana, menjadi contoh bagi anak-anak di masa depan. 

4.     Diskusi dengan Teman dan Pembimbing. Menulis TA wajib dibimbing. Peraturannya demikian. S1, S2, dan S3 semuanya perlu pembimbing. Pembimbing adalah teman diskusi. Agar lancar dalam diskusi, yaitu membahas materi TA, maka mahasiswa wajib membaca materi yang menjadi tema atau judul TA. Berdiskusi jugalah dengan teman. Bertemu teman, terutama teman yang serius menuntaskan kuliahnya, dapat memotivasi diri agar cepat juga dalam menuntaskan penulisan laporan TA. Setiap perubahan dalam materi TA harus diketahui oleh pembimbing. Hindari menulis dan menulis terus kemudian setelah selesai barulah menemui pembimbing. Ini keliru karena pembimbing dianggap tidak ada bahkan dianggap tidak diperlukan. Izin bisa seminar dan sidang TA tetaplah dari pembimbing. Setiap perubahan dan penambahan tulisan dalam laporan TA wajib diketahui oleh pembimbing. Apalagi kalau ada perubahan alat penelitian, perubahan flow chart, perubahan metode atau lokasi maka pembimbing wajib diberitahu. 

5.     Baca dan Rangkum. Ini resep penting. Bacalah laporan TA orang lain di perpustakaan. Tentu cari laporan TA yang temanya sama, judulnya serupa. Baca juga artikel ilmiah dan ilmiah populer yang temanya sama. Catat dalam bentuk rangkuman. Menulis rangkuman berarti menulis materi yang dibaca dengan menggunakan kalimat sendiri. Parafrase. Bisa ditulis di kertas terlebih dulu kemudian diketik di komputer. Bisa dilengkapi dengan skema, gambar, tabel atau bagan yang akan dirujuk pada bab Studi Pustaka atau di bab Hasil dan Pembahasan. Tulis juga di bab Daftar Pustaka agar tidak luput. Jangan menulis Daftar Pustaka pada masa terakhir penulisan TA. Tulislah bersamaan dengan mengutip materi dari buku, artikel, video, dll. Ini cara yang efisien dan efektif. Hindari copy-paste dengan cara tulis ulang dan parafrase agar melekat lebih lama di dalam ingatan. 

6.     Alat dan Reaktor. Segeralah gambar rencana alat (atau berupa kuesioner) yang akan digunakan dalam TA. Setelah didiskusikan dengan pembimbing, cepatlah gambar itu diwujudkan menjadi benda penelitian TA. Alat atau reaktor bisa dibuat sendiri atau bisa juga dibuat oleh ahlinya di bengkel. Serahkan kepada ahlinya lebih bagus. Mahasiswa menyiapkan biayanya. Apabila penelitian memerlukan pompa, maka harus dihitung head dan debit pompa yang dibutuhkan, mungkin juga perlu blower (kompresor) untuk aerasi, perlu alat ukur debit, alat ukur headloss, termometer, colorimeter, spektrofotometer, peralatan titrasi, dan lain-lain yang disesuaikan dengan judul TA. Segera ciptakan gambarnya dan ciptakan juga bendanya! Diskusikan gambar alat dengan pembimbing sampai tuntas sebelum diciptakan menjadi benda oleh bengkel.

7.     Pertolongan Tuhan Yang Mahaesa. Selalu libatkan Allah Swt dalam menulis laporan TA. Setiap akan menulis, sebutlah nama-Nya. Setelah lelah menulis, sebut kesyukuran atas nama-Nya. Mintalah kepada-Nya ilmu dan kemampuan dalam memahami ilmu. Baca lagi berkali-kali dan mintalah berkali-kali kepada-Nya agar mampu memahami ilmu. Mintalah kesehatan jasmani, kesehatan ruhani, kesehatan sosial, kesehatan finansial. Ora et labora, berusaha dan berdoa. Doa di sini termasuk doa agar diberi kemauan, kemampuan, semangat, dan kesempatan dalam menambah ilmu dan menuntaskan TA. Mintalah orangtua, ayah dan ibu, untuk mendoakan, rutinlah berkomunikasi dengan orangtua, misal sepekan sekali, bisa lewat telepon (jangan SMS, WA, atau tertulis lainnya), tetapi usahakan bicara langsung atau bicara di telepon. Ingat pula bersedekah, bisa dengan ilmu, tenaga, jasa, uang. Kasih sayangi yang ada di bumi, maka yang di "langit" akan lebih mengasihsayangimu. Semoga sukses dan menjadi sarjana.*

ReadMore »

5 Agustus 2022

Huruf Kapital pada Judul Tulisan dan Karangan

Huruf Kapital pada Judul Tulisan dan Karangan

Semua orang punya nama. Tulisan atau karangan juga begitu, baik berjenis artikel, esai, feature, buku, cerpen, novel, puisi, laporan KKN, laporan KP, skripsi, tugas akhir, tesis maupun disertasi. Baik tulisan atau karangan tersebut pendek maupun panjang. Bisa berupa berita di koran, majalah, tabloid, selebaran atau berita di media online. Nama tulisan (karangan) tersebut disebut judul. Judul itu seperti label pada tulisan (karangan) yang dapat membuka tabir sehingga isinya bisa diketahui. Isi tulisan (karangan) bisa diduga dari judulnya. Judul adalah kepala tulisan atau karangan.

Tulisan dan Karangan

Apakah makna tulisan berbeda terhadap makna karangan? Dalam bahasa Indonesia, berbeda. Tulisan adalah karya tulis nonfiksi sedangkan karangan adalah karya tulis fiksi seperti cerpen, cerbung, novel, puisi, komik. Orang yang menulis disebut penulis, yang mengarang disebut pengarang. Namun demikian, banyak karya tulis berupa novel, kemudian orang yang membuatnya lebih senang disebut penulis. Di dalam bahasa Inggris, istilah penulis disebut writer dan karya tulisnya berjenis nonfiksi. Adapun istilah pengarang disebut author. Namun istilah author ini digunakan juga untuk penulis nonfiksi dan fiksi. Para penulis artikel ilmiah di jurnal ilmiah berbahasa Inggris biasanya disebut author, bukan writer. Dalam bahasa Inggris, dua kata ini bersinonim.

Apakah berbeda dengan script-writer atau copy-writer? Script-writer adalah penulis yang tulisannya berkaitan dengan skenario sebuah adegan film, drama, sinetron. Adapun copy-writer adalah penulis yang menulis tulisan berupa iklan di koran, majalah, tabloid, atau media online. Untuk dua istilah tersebut digunakan writer, bukan author. Padahal di dalam penulisan iklan misalnya, bisa saja ada temuan baru yang belum pernah ada sehingga memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) karena pekerjaan ini termasuk pekerjaan kreatif tinggi. Sejumlah iklan di televisi didaftarkan HaKI-nya. 

Author memiliki nuansa “pencipta”, dari tiada menjadi ada (tentu saja dalam tanda kutip, karena berbeda dengan Pencipta oleh Tuhan Yang Mahaesa). Adapun writer adalah orang yang mampu menulis, misalnya menulis di media cetak dan/atau elektronik, mampu meramu bermacam unsur berita menjadi utuh dan lengkap dengan berpedoman pada 5W1H (what, who, where, when, why, how) tanpa opini (pendapat penulis). Kalau ada opini penulisnya maka jenis tulisannya berubah menjadi artikel opini, bukan berita. Oleh sebab itu, dalam penulisan berita atau reportase di televisi, wartawan dilarang beropini, tetapi hanya melaporkan kejadian (fakta) dengan berpedoman pada 5W1H saja.

Faktanya juga, banyak orang yang memiliki kemampuan sebagai writer dan author. Mampu menulis artikel ilmiah dan mampu juga menulis puisi dan prosa. Lantaran sudah digunakan sejak lama, maka istilah di dalam tulisan ilmiah berbahasa Inggris adalah author, sama dengan istilah penulis novel dan cerita fiksi lainnya karena dianggap ada unsur “penciptaan, penimbul ide, pemilik gagasan” misalnya berupa temuan baru atau kebaruan (novelty) meskipun sedikit atau hanya bagian kecil dari keseluruhan temuan baru tersebut. Anggapan ini tentu tidak betul sepenuhnya karena banyak tulisan ilmiah di jurnal ilmiah nasional dan internasional yang tidak memiliki kebaruan apalagi temuan baru.

Merujuk pada uraian vocabulary.com, author dijelaskan sebagai berikut. Author comes from the Latin word auctorem, meaning "founder, master, leader." Bow down to the author! Well, no need for that, just make sure the author gets credit. Author usually refers to a professional writer. In fact, author can be used interchangeably with the word writer. But author packs a little more punch — an author is involved in the creation of the work and generating the ideas behind it; strictly speaking, a writer could just execute the written product.

Tatacara Penulisan Judul

Bagaimana dengan penulisan judul tulisan dan judul karangan? Bagaimana penulisan yang betul menurut kaidah bahasa Indonesia yang baku seperti ditulis di dalam EYD atau PUEBI? Ada banyak kesalahan yang dilakukan penulis/pengarang, terutama murid dan mahasiswa dan masyarakat dalam penggunaan huruf kapital pada judul tulisan atau karangan. Yang biasa terjadi adalah pada kata depan dan kata sambung: di, ke, dari, dan, dalam, pada, yang, adalah, untuk, hingga.

Contoh penulisan yang sesuai dengan kaidah adalah:

1.     Perancangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Air Limbah Kota Bandung. Huruf d pada kata dan ditulis dengan huruf kecil, bukan kapital (huruf besar).

2.     Evaluasi Sistem Transportasi Sampah dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kabupaten Sumedang. Huruf d pada kata dan ditulis dengan huruf kecil.

3.     Dari Sungai Menuju Gelas (Judul tulisan oleh Gede H. Cahyana, huruf D pada kata depan Dari ditulis kapital karena berada di awal kalimat.

4.     Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Huruf D pada kata depan Dari ditulis kapital karena berada di awal kalimat.

5.     Pada Agustus 2022 Terjadi Peningkatan Penderita Covid-19 dari Sabang hingga Merauke. Huruf p pada kata Pada ditulis kapital kerena di posisi awal kalimat, huruf d pada kata dari dan huruf h pada kata hingga ditulis dengan huruf kecil.

Kata ulang murni (sempurna) apabila ditulis sebagai judul tulisan maka harus ditulis kapital. Contoh:

1.     Buku-Buku yang Berisi Kisah Kepahlawanan Bangsa Indonesia.

2.     Manfaat Kunang-Kunang dalam Penyerbukan Bunga Sedap Malam.

3.     Evaluasi dan Pengujian Pipa-Pipa dalam Sistem Transmisi dan Distribusi Air Minum Kota Surabaya.

Apabila kata ulang tersebut tidak murni atau kata ulang berimbuhan maka penulisan huruf pada kata yang berimbuhan ditulis dengan huruf kecil. Contoh:

1.     Pemanfaatan Kulit Buah-buahan Sebagai Obat Herbal pada Penderita Sakit Tukak Lambung.

2.     Efisiensi Reaktor Hibrid Anaerob dalam Mengolah Air Limbah Industri Susu Berbahan Baku Biji-bijian.

3.     Ektraksi Buah Terong-terongan Sebagai Bahan Baku Industri Obat Penyakit Dalam. Kata Dalam di sini adalah nama istilah penyakit sehingga ditulis dengan huruf kapital.

Namun demikian, apabila semua huruf di dalam judul tersebut ditulis dengan huruf kapital, maka semua kata depan dan kata sambung ditulis dengan huruf kapital. Judul skripsi, TA, tesis, disertasi biasanya, sekali lagi biasanya, ditulis dengan huruf kapital. Ini lantaran kelaziman saja, tidak menjadi keharusan. Boleh saja ditulis seperti contoh tersebut.

Sesungguhnya penulisan judul, terutama judul yang panjang, yang menggunakan huruf kapital semuanya lebih sulit dibaca daripada judul yang hanya huruf depannya saja yang kapital dan semua huruf depan kata depan dan kata sambung ditulis dengan huruf kecil. Keterbacaan (readability) judul yang semuanya huruf kapital lebih rendah daripada keterbacaan judul yang tidak semuanya huruf kapital. Contoh:

1.     Kemampuan Virus Corona Penyebab Wabah Covid-19 dalam Menginfeksi Manusia Diduga Melemah Setahun ke Depan.

Bandingkan dengan tulisan berikut.

1.     KEMAMPUAN VIRUS CORONA PENYEBAB WABAH COVID-19 DALAM MENGINFEKSI MANUSIA DIDUGA MELEMAH SETAHUN KE DEPAN

Penulisan judul menggunakan huruf kapital semua di dalam sampul (cover) buku laporan KKN, KP, TA mungkin tidak bermasalah. Tetapi penulisan judul artikel, laporan, dll di dalam Daftar Pustaka akan lebih terbaca apabila menggunakan kaidah seperti dibahas di atas. (Gede H. Cahyana)*

ReadMore »

8 Juli 2022

Menjadi Cowboy di Kanada, Ranah 3 Warna

Menjadi Cowboy di Kanada, Ranah 3 Warna

Adegan awal film yang diangkat dari novel Ranah 3 Warna ini adalah percakapan dua pemuda di tepi danau. Randai bercita-cita kuliah di ITB. Dia meledek Alif Fikri yang bercita-cita ke Amerika. Bagaimana bisa ke Amerika, kalau daftar UMPTN saja harus ikut ujian persamaan supaya bisa memperoleh ijazah setara SMA. Belum lagi soal-soal UMPTN relatif sulit dan tidak dipelajari intensif di pesantren. Namun Alif bertekad, dia harus kuliah di Bandung.

Ayahnya berpikiran sama, Alif harus kuliah. Pada tahun 1992, pengumuman kelulusan perguruan tinggi negeri (PTN) disebarkan di koran ibukota dan koran lokal. Alif dan ayahnya menunggu bis di Kelok 3 yang membawa koran pada tanggal pengumuman UMPTN. Alif lulus! Setelah minta doa orang tuanya, Alif merantau lagi, kali ini ke Bandung. Alif tinggal di kamar kost Randai. Alif berkenalan dengan seorang gadis yang juga kuliah di Unpad dan mengajar anak-anak TK-SD di masjid dekat kost. Kemampuan membaca Qur’an yang diperolehnya di pesantren menjadi bekal utama.

Masa perkenalan mahasiswa baru pada masa itu selalu ditambah dengan perploncoan (plonco) yang keras. Ada bentrok antara Alif dan teman-temannya melawan senior mereka. Setelah masa plonco berlalu, persahabatan Alif dan teman-temannya makin akrab. Alif aktif menulis di koran, daya tulis yang diperolehnya di pesantren. Koran-koran memuat tulisannya, tentang politik luar negeri, dan Alif memperoleh honorarium. Sekali waktu ada pertukaran mahasiswa Indonesia – Kanada. Setelah melalui ujian tulis dan praktik, seperti kemampuan menari, olahraga, seni bela diri, dan lain-lain, Alif lulus dengan menunjukkan banyak artikelnya di media masa cetak (koran).

Dalam perjalanan ke Kanada, rombongan mahasiswa sempat singgah di Jordania, diterima di kedutaan besar. Waktu itu, perang Palestina melawan Israel juga melibatkan Jordania. Letusan bom dan desing peluru terdengar di mana-mana. Di kedutaan itu Alif bertemu dengan ustadznya waktu di pesantren. Alif dan rombongan sempat ikut mendistribusikan bantuan obat, makanan, pakaian kepada pengungsi Palestina dan bertemu seorang ibu yang kehilangan anaknya. Dalam isaknya, ibu itu menitipkan foto Laila, nama anaknya, yang dibawa ke Kanada sebagai pengungsi. Foto anak itu dibawa oleh Raisa ke Kanada.

Di Kanada mereka disambut oleh pejabat teras Saint-Raymond. Setelah acara penyambutan, setiap mahasiswa ditempatkan di lokasi berbeda dan bidang kerja yang berbeda. Alif ditempatkan di peternakan. Induk-semangnya seorang veteran Perang Dunia II yang menjadi peternak sapi. Meskipun kakinya pincang akibat perang, veteran ini semangat mengelola peternakan. Kini ia dibantu oleh Alif. Jadilah Alif “cowboy”, meskipun tidak seperti cowboy di dalam film Western yang menunggangi kuda, berpacu dengan sapi, dan main tembak-tembakan. Alif bertugas membersihkan kandang sapi, memberinya pakan, memandikan, dan memerah susu.

Ternyata penempatan Alif sebagai “cowboy” tersebut keliru, tertukar dengan mahasiswa lain. Mestinya Alif ditempatkan di bagian penyiaran televisi sesuai dengan kemapuannya dalam menulis dan reportase. Konflik pun terjadi. Alif ingin pulang. Tidak betah. Ditambah lagi oleh kedatangan Randai ke Kanada yang makin dekat dengan Raisa, gadis yang menawan hati Alif. Alif tertawan sejak pertemuan pertama, yaitu ketika payung Raisa diterbangkan angin pada hari berhujan. Pada saat yang sama, temannya mendukung Alif agar menyatakan cintanya kepada Raisa. Alif bimbang. Ragu.

Akhirnya, masa wisuda pun datang. Alif dan teman-temannya lulus. Raisa juga. Ketika Alif dan Raisa bercakap-cakap berdua, muncullah Randai. Alif melihat cincin di jari manis Raisa. Dari siapa cincin itu? *

Spirit film ini adalah belajar dan belajar. Ajakan menimba ilmu kepada pelajar, generasi muda, pemuda, mahasiswa. Tuntutlah ilmu di mana saja. Berbekal beasiswa, Alif memperoleh ilmu hingga ke Kanada, Amerika, Eropa, dll. Spirit yang dijunjung adalah man jadda wajada: yang bersungguh-sungguh akan berhasil dan man shabara zhafira: yang sabar akan beruntung, spirit intelektual yang diperolehnya di pesantren. Film ini berisi spirit dan harapan orang tua kepada anak-anaknya agar maju, terus belajar dan menyebarkan ilmunya. *

ReadMore »

4 Juli 2022

Agar Tugas Akhir Cepat Selesai

Agar Tugas Akhir Cepat Selesai
Oleh Gede H. Cahyana

Tulisan ini adalah tips lanjutan dari sejumlah tips sebelumnya yang tulisannya tersedia di folder TA – Skripsi di blog ini. Kali ini dibahas tips atau strategi agar kuliah cepat tamat, Tugas Akhir lekas tuntas. Ada tiga tahap dalam penyelesaian studi mahasiswa, mungkin untuk semua prodi, atau setidak-tidaknya di prodi Teknik Lingkungan UKRI. Berikut adalah rinciannya.

Tahap 1: Pra-Tugas Akhir

Tugas Akhir adalah mata kuliah yang bisa diambil atau dikontrak pada semester ganjil dan semester genap. Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa segera melaksanakan TA, tanpa harus menunggu satu semester berikutnya. Tentu dengan tetap memperhatikan jumlah mata kuliah yang diambil pada semester berjalan (on going) karena TA memerlukan waktu khusus dan fokus dalam pengambilan data primer di lapangan dan/atau di laboratorium untuk diolah dan dibahas di bab Hasil dan Pembahasan,

Kegiatan tahap 1 diawali oleh perwalian dan KRS. Mahasiswa bisa bertanya tentang tema (atau judul TA) kepada dosen wali atau mengajukan tema (atau judul) yang diminati oleh mahasiswa. Judul yang disepakati tersebut lantas disiapkan dalam bentuk proposal TA. Pada waktunya nanti, setelah PKRS, mahasiswa wajib presentasi proposal TA. Pada presentasi tersebut dosen koordinator TA dan dosen lain yang hadir menilai kelayakan proposal TA tersebut. Layak artinya, memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku di prodi, misalnya tidak terlalu luas sehingga kajiannya menjadi dangkal, juga tidak terlalu dalam yang melebihi beban 6 SKS. Apalagi terlalu sempit dan dangkal, tentu tidak diizinkan karena mahasiswa akan sulit atau gagal membahasnya di bab Hasil dan Pembahasan.

Apabila gagal mengembangkan raihan data lapangan dan/atau laboratorium maka akan sulit menuliskan pembahasannya. Juga sulit memperlihatkan hal-hal yang belum (atau belum banyak) dibahas oleh orang lain. Hal-hal yang belum (banyak) dibahas oleh orang lain ini, apalagi yang belum dibahas, artinya ada hal baru (novelty) di dalam TA, maka bobotnya sudah mencapai 6 SKS. Kajian yang hanya evaluasi, misalnya Evaluasi IPAM atau IPAL atau IPALin (Lindi) atau TPA, TPS 3R, K3 di perusahaan (pabrik), dll hanya berbobot 2 SKS dan bisa dilaksanakan untuk matkul Kerja Praktik (KP), bukan TA. Namun demikian, apabila ditambah dengan materi lain yang berupa “perubahan” tertentu pada unit proses, unit operasi, arah aliran, variasi media filter misalnya, kemudian dilakukan variasi debit, variasi kualitas air umpan (feed), maka bobotnya sudah naik. Penambahan dan pendalaman kajian ini harus dibicarakan dengan dosen pembimbing agar laporan TA dapat memenuhi bobot 6 SKS.

Oleh sebab itu, sejak penulisan proposal, khususnya di subbab Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Metodologi hendaklah sudah ditulis cakupan materi TA yang mencapai bobot 6 SKS. Mahasiswa bisa memperoleh ide materi TA dengan cara mempelajari laporan-laporan TA yang tersedia di perpustakaan. Cobalah pikirkan ide lanjutan (atau ide baru) yang mungkin bisa diperoleh dari laporan TA orang lain tersebut. Dengan pengalamannya, dosen sudah bisa mengetahui apakah sebuah tema (judul) TA layak dijadikan TA atau ditolak. Apabila proposal TA dinyatakan diterima maka koordinator TA akan menetapkan dosen pembimbingnya kemudian diumumkan dalam tabulasi dosen pembimbing TA untuk selanjutnya dibuatkan SK Pembimbing oleh Dekan.

Tahap 2: Pelaksanaan dan Bimbingan TA

Tugas Akhir harus memperoleh bimbingan atau asistensi dari dosen agar materi yang dikaji berada di jalur yang tepat, sesuai dengan judul TA dan memenuhi kaidah ilmiah, memenuhi norma akademik dan memenuhi kode etik penulisan ilmiah. Dosen memberikan bimbingan atau asistensi materi TA dan tatatulis ilmiahnya. Materi (isi, content) TA menjadi tanggung jawab bersama antara dosen pembimbing dan mahasiswa dengan bobot materi 6 SKS.

Mahasiswa harus lebih aktif dalam pelaksanaan TA di lapangan dan/atau di laboratorium. Mahasiswa juga harus aktif melaporkan hasil penelitian atau perancangan TA-nya kepada pembimbing. Sebaiknya laporan kemajuan (progres) TA diberitahukan kepada dosen pembimbing setiap pekan (7 hari sekali). Artinya mahasiswa melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukannya berkaitan dengan TA selama sepekan terakhir. Bisa berupa laporan tertulis kegiatan di lapangan atau di laboratorium perihal kendala yang terjadi, perubahan proses fisika, kimia, biologi, rencana pengolahan data, statistik, dan lain-lain yang perlu disampaikan kepada pembimbing. Paling lama setiap dua pekan sekali (14 hari sekali) mahasiswa sebaiknya bertemu dosen pembimbing.

Pertemuan berkala dalam waktu singkat tersebut dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan TA-nya dan lebih cepat diketahui apabila terjadi kesalahan sampel, data, proses reaktor, kriteria desain, gambar-gambar, skala gambar, dan lain-lain, baik pekerjaan di lapangan maupun di laboratorium. Pertemuan berkala tersebut juga dapat membantu mahasiswa dalam menulis subbab-subbab yang dibutuhkan, membuat tabel atau grafik dan pengolahan datanya. Apabila terjadi kesalahan apapun akan segera bisa diketahui dan segera pula bisa diperbaiki, tidak terlambat sehingga tidak membuang-buang waktu karena harus mulai dari awal lagi. Jangan malu apalagi takut bertemu dosen (memang, nyaris semua orang mengalami hal ini, termasuk saya, tetapi selalu dikuatkan lagi dengan spirit di dalam pikiran bahwa tidak akan masalah karena materi yang akan dibahas sudah disiapkan, ditulis, dan referensinya lengkap, bahkan buku, artikel, majalah, dll yang dijadikan referensi juga dibawa). Yang penting datang dengan 4S: salam, sopan, santun, siap materi yang akan dibahas dengan pembimbing maka ini sudah lebih dari cukup.

Dosen pembimbing juga berharap agar mahasiswa menguatkan motivasinya dalam menulis TA. Mahasiswa menghidup-hidupkan spiritnya selama di lapangan dan/atau di laboratorium, kemudian segera mengolah data yang diperolehnya. Olahan data dan penjelasannya lantas diasistensikan kepada pembimbing setiap pekan atau dua pekan sekali selama setengah hingga satu jam sudah cukup. Begitu seterusnya. (Namun faktanya, ada mahasiswa yang sebulan, ada yang dua bulan, bahkan ada yang satu semester tidak menemui pembimbing TA dengan beragam alasan seperti pindah kerja, tugas lapangan, sakit, masalah keluarga, dll). Oleh sebab itu, kejujuran dalam segala hal selama pelaksanaan TA menjadi penting. Termasuk jujur dalam sampling dan analisis lab.-nya (datanya akurat), data tidak direkayasa, jujur dalam menulis kutipan (sitasi) dan mampu menulis parafrase sehingga terbebas dari plagiat dengan tetap menuliskan sumber kutipannya.

Begitu pula, mahasiswa harus punya rasa ingin tahu terhadap banyak materi TA dengan cara membaca buku teks, artikel ilmiah, ilmiah populer, laporan TA, koran, majalah, menyimak video di Youtube yang membahas tema yang selaras dengan tema TA. Materi yang diperoleh tersebut lantas ditulis di dalam buku atau diketik di komputer. Lengkapi dengan tatakutip yang betul (cara sitasinya betul, ejaan sesuai dengan EYD atau sekarang PUEBI) dan wajib ditulis juga di bab Daftar Pustaka. Perbanyaklah menulis data sekunder yang selaras dengan materi TA sehingga bisa dijadikan kajian dan perbandingan dalam analisis dan sintesis di bab Hasil dan Pembahasan. Ingatlah bahwa data yang diperoleh dan dibahas harus selaras (sinkron) dengan rumusan masalah dan tujuan di bab Pendahuluan. 

Tahap 3: Seminar dan Sidang TA

Apabila TA sudah dinyatakan siap diseminarkan oleh dosen pembimbing maka mahasiswa harus menyiapkan materi presentasi berupa slide Powerpoint. Siapkan slide yang informatif, dengan jenis huruf yang mudah dibaca dan ukuran huruf yang tepat. Jangan copas langsung kalimat dari laporan TA karena pasti memperoleh nilai kecil dari dosen pembimbing dan penguji. Jangan membaca kata perkata, kalimat perkalimat, apalagi membaca paragraf panjang hasil copas laporan TA. Formatlah semua isi slide agar terbaca dengan mudah, jenis dan ukuran huruf (font) yang serasi (proporsional) antara judul, subjudul, dan bahasan, gunakan tabel dan gambar yang jelas terlihat dan terbaca, hindari animasi, apalagi animasi yang aneh-aneh yang mengganggu konsentrasi mahasiswa dan dosen.

Upayakan tampilan slide memenuhi kaidah bahasa di dalam EYD (PUEBI) dan tanpa salah ketik (typo). Yang juga penting adalah latihan presentasi. Berlatihlah presentasi di depan teman-teman dan/atau dosen pembimbing dan cermatlah mengatur tuturan sehingga materi bisa tuntas dalam waktu yang disediakan, biasanya 20 menit. Sekali lagi, jangan dibaca langsung di layar tayang atau dibaca langsung kata perkata di laptop tetapi usahakan hapal kata-kata utama atau pokok-pokok pikiran yang ada di dalam slide. Cara ini dapat memberikan image bahwa mahasiswa menguasai materi TA-nya, khususnya materi yang dipresentasikan.

Sebelum presentasi hendaklah berdoa, ucapkan salam, dan perkenalkan diri. Akhiri dengan salam juga. Dalam menjawab pertanyaan penguji usahakan to the point kecuali perlu ada paparan awal sebelum ke kalimat-kalimat jawabannya. Minta izinlah untuk memberikan paparan awal ini sebelum pokok jawaban kecuali penguji langsung minta jawaban to the point, maka jawablah secara ringkas.

Tidak ada TA yang sempurna. Maka, setelah seminar dan sidang TA biasanya ada perbaikan laporan. Ada perbaikan isi, materi TA atau konten (content), ada pula perbaikan bahasa agar sesuai dengan EYD (PUEBI) atau sesuai dengan aturan tatatulis yang berlaku di prodi (kampus). Ikuti dan laksanakan sebaik-baiknya, dalam waktu yang singkat, jangan melebihi tenggat waktu yang diberikan.*

ReadMore »

17 Juni 2022

Film Ranah 3 Warna Akhirnya Tayang

Film Ranah 3 Warna Akhirnya Tayang

Demi massa, sungguh lama waktu yang dilewati menuju tayang perdana secara komersial. Deretan informasi hadir pada September - Desember 2019, sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia. Shooting dilaksanakan di Bandung, Maninjau (asal penulis novelnya), dan Eropa. Setelah editing tuntas lantas sempat ditayangkan di Jakarta Film Week 2021

Namun dua setengah tahun kemudian sejak akhir tahun 2019 itu barulah muncul informasi bahwa film tersebut sudah siap ditonton, yaitu pada 30 Juni 2022. Info itu dirilis oleh A. Fuadi, Sang Penulis novelnya. Perjalanan waktu yang lama untuk sebuah film ber-genre pendidikan. 

Penikmat film Negeri 5 Menara tentu tidak sabar lagi ingin melihat keriuhan dunia pendidikan. Seorang santri yang bermetamorfosis menjadi mahasiswa di Bandung dan di mancanegara. 

Selamat dan sukses buat A. Fuadi, sutradara, starrings dan produser MNC Pictures… Semoga keren abizzz, sekeren novelnya... Di dalam novelnya ada seutas penggalan kata-kata hikmah seperti ditulis di link berikut ini: tuturan hikmah Bapak Kyai Rais...  

Film ini berkisah tentang perjuangan dalam meraih ilmu di negeri manca setelah berkutat belajar menambah ilmu di Pondok Madani (PMDG, pen.). Sungguh inilah saatnya lagi ke gedung bioskop bersama keluarga…. Let’s go to the movie…!



ReadMore »

15 April 2022

Alternatif Judul Tugas Akhir

Alternatif Judul Tugas Akhir

Bidang yang bisa dijadikan tema dan/atau judul TA adalah HSES: Health, Safety, Environment, Sanitation yang meliputi TA Perancangan (Desain, Perencanaan Detail (DED: Detailed Engineering Design), atau Rencana Induk (Master Plan) dan TA Penelitian (di laboratorium dan/atau di lapangan). Di bawah ini diberikan beberapa contohnya. Variasinya adalah lokasi atau alat (reaktor) yang berbeda-beda. 

1.     Perancangan Penangkap dan Instalasi Pengolahan Air Hujan di …. (suatu lokasi yang sulit air, jarang hujan atau kampus, perkantoran, rumah susun, dll).

2.     Perancangan Sistem Drainase Permukiman di …. (sebuah kecamatan), Kab… Prov … Bisa di kelurahan2 yang sering banjir atau evalusi dan usulan desain rehabilitasi sistem drainasenya.

3.     Perancangan IPAL Domestik Komunal di …. (sebuah permukiman padat penduduk atau sebuah kecamatan). Misal 10 tahun ke dapan, perlu proyeksi pendduduk untuk perhitungan debit air limbahnya. Atau di kawasan perumahan baru. 

4.     Evaluasi Pengelolaan Persampahan di …. (sebuah kecamatan) di Kota/Kabupaten …  tertentu. Evaluasi kondisi eksisting dan usulan perbaikannnya.

5.     Evaluasi Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Teknologi Biodigester di … (sebuah kota yang ada biodigester), atau variasi Effective Microorganism, dll

6.     Perancangan TPA Sanitary Landfill di Kecamatan ... Kabupaten ………….. , Provinsi ...... 

7.     Pengurangan Kation Besi dan Mangan di dalam Air Tanah Menggunakan …. (misalnya ekstrak biji kelor, biji asam, dll), dengan Aerasi, Filtrasi atau Pengolahan Kesadahan Menggunakan variasi media (kapur, marmer, dolomit, dll). 

8.     Pengolahan Kekeruhan Air Sungai …. Menggunakan Hydrocyclone atau Mixer atau Filter Manual (pilih satu).

9.     Pengolahan Air Limbah Domestik atau Pabrik Tahu, Tekstil, dll Menggunakan UASB atau Anaerobic Filter atau Gabungannya, AOP, Activated Sludge dan Modifnya, Trickling Filter, Wetland (dalam skala lab.)

10.  Pengolahan Air Limbah Domestik atau Air Limbah Pabrik Minyak Goreng Menggunakan Flotasi atau Koagulasi Flokulasi, atau unit operasi/proses lainnya.

11.  Perancangan Sistem Transmisi dan Distribusi Air Minum di Kecamatan……, Kabupaten….., Provinsi …

12.  Perancangan IPAM (Complete Treatment) di Kecamatan ….., Kab….., Provinsi … .

13.  Perancangan Sistem Penyaluran Air Limbah (Sewerage) di Kecamatan…., Kab….., Prov….

14.  Perancangan IPAL Domestik di Kecamatan….., Kab….., Provinsi .... .

15.  Perencanaan Induk (Master Plan) Sistem Penyediaan Air Minum Kota atau Kabupaten ….

16.  Perencanaan Induk (Master Plan) Sistem Penyaluran Air Limbah Kota atau Kabupaten ….

17.  Percncanaan Induk (Master Plan) Persampahan Kota atau Kabupaten ….

18.  Evaluasi dan Perencanaan Sistem Plambing di … (sebuah gedung, rumah susun, hotel)  di sebuah kota).

19.  Tugas Akhir bertema Kesehatan Lingkungan Kerja, Sanitasi Makanan Minuman, Hygiene Industri, dll

20.  Penelitian-penelitian di laboratorium untuk memperoleh efisiensi atau kinerja sebuah unit operasi atau proses seperti koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, membran, aerasi, flotasi, adsorbsi, dll.

21. Pengurangan kesadahan air baku menggunakan penukar ion atau menggunakan proses kapur dan soda dengan variasi media filternya.

22. Judul-judul lainnnya... 

ReadMore »

4 April 2022

Perihal Kerja Praktik dan Tugas Akhir

Perihal Kerja Praktik dan Tugas Akhir

Mata Kuliah Kerja Praktik dan Tugas Akhir adalah dua mata kuliah yang bertujuan memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa di lapangan dan/atau di laboratorium. Mata kuliah ini menjadi ciri khas pembekalan keahlian dalam bentuk “praktik”. Artinya, mahasiswa malaksanakan kegiatan di lapangan dan/atau di laboratorium secara mandiri yang dibimbing oleh dosen pembimbing akademik. (Kata dan/atau artinya, bisa di lapangan saja, bisa di lab. saja, bisa juga di lapangan dan di lab.). (Ingat, menulis singkatan lab harus dengan titik di belakang huruf b, yaitu lab.).

Mata kuliah KP dan TA tersebut bisa diambil atau dilaksanakan pada semester ganjil dan/atau genap. Kata sambung dan/atau ini berarti boleh pada semester ganjil saja, boleh pada semester genap saja, boleh pada semester ganjil dan dilanjut di semester genap atau semester genap dan dilanjut pada semester ganjil. Maksimum hanya dua semester. Apabila lebih dari dua semester maka harus ganti judul dan untuk KP maka harus ganti lokasi. Judul dan lokasi KP bisa dibahas dengan dosen pembimbing sebagai dosen penanggung jawab sampai mahasiswa bisa seminar. Namun demikian, apabila dinilai masih bisa diperpanjang karena tinggal sedikit lagi bisa selesai draft laporannya maka boleh diperpanjang satu semester atas izin dosen pembimbing. Begitu juga pada matkul TA.

Perlu diingat bahwa KRS harus ditulis atau diperbarui setiap semester. Mata kuliah KP yang belum tuntas pada semester ganjil misalnya, maka harus KRS juga di semester genap. Apabila belum tuntas lagi, maka harus KRS lagi di semester ganjil. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tetap terdaftar sebagai mahasiswa di semester on going ketika mahasiswa seminar atau sidang. Sebab, nilai mata kuliah KP dan TA akan ditulis pada “semester berjalan/on going”, bukan pada semester yang sudah lewat (berlalu). Karena nilainya di semester yang sudah lewat adalah T (tidak ada nilai). Oleh sebab itu, mahasiswa harus terdaftar (yaitu harus menulis di KRS) mata kuliah KP atau TA tersebut di setiap semester.

Mata kuliah KP dan TA memiliki kekhususan, yaitu mata kuliah yang dibimbing khusus oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing ini berbeda-beda dari satu dosen ke dosen lainnya, disesuaikan dengan bidang kajian dan kelompok bidang keahlian dosen. Dosen di bidang air limbah akan membimbing mahasiswa yang tema KP atau TA-nya di bidang air limbah. Tetapi karena keterbatasan dosen, sedangkan mahasiswa banyak, maka bisa juga dosen pembimbing dari dosen dengan kelompok bidang keahlian persampahan, kesehatan kerja, dll yang menjadi pembimbing, baik pembimbing 1 maupun pembimbing 2. Plotting dosen pembimbing ini dilaksanakan setelah mahasiswa presentasi proposal KP dan TA.

Presentasi proposal diperlukan agar lingkup studi yang dilaksanakan oleh mahasiswa sesuai dengan beban SKS-nya. Di dalam presentasi proposal KP dan TA, dosen akan memberikan masukan yang berkaitan dengan tema dan kedalaman atau keluasan materi kajiannya. Materi kajian tidak boleh terlalu dangkal atau terlalu dalam atau terlalu luas. Hal ini bisa dipelajari dari metodologi yang ditulis di dalam proposal dan tersirat di dalam judulnya. Bisa juga dianalisis pada rumusan masalah dan tujuannya. Juga pada ruang lingkupnya (apabila ditulis). Semua kelengkapan format proposal dibahas di dalam presentasi, termasuk jadwalnya. Jadwal ini penting agar bisa diperkirakan waktu penyelesaian KP atau TA tersebut. Maksimum dua semester, kecuali ada catatan khusus dari pembimbing bahwa boleh diperpanjang. Ini menjadi tanggung jawab penuh dosen pembimbing setelah berdiskusi dengan mahasiswanya.

Perlu dicatat bahwa pengajuan proposal KP dan TA dilaksanakan paling telat setelah PKRS. Semua proposal akan dikumpulkan dan ditabelkan hingga sepekan setelah PKRS. Ini bertujuan agar mahasiswa yang batal KP atau batal TA sempat membatalkan matkul tersebut atau mahasiswa yang ingin ambil KP atau TA sempat mengambil dan menulis matkul KP atau TA tersebut di PKRS. Setelah PKRS berlalu maka tidak ada lagi perubahan atau pembatalan. 

Mahasiswa yang sudah yakin akan mengambil KP dan/atau TA maka disarankan segera menulis proposalnya. Namun harus dingat lagi bawah ADA batas kutipan di dalam bab Studi Pustaka agar terbebas dari plagiat. Tentang plagiat ini bisa dibaca di sini. Proposal diprint dan dikumpulkan di prodi TL. Formatnya sudah ada di blog ini, di folder Tugas Akhir-Skripsi. Tata tulis dan tipsnya juga bisa dibaca.*

ReadMore »

31 Maret 2022

Flotasi vs Sedimentasi

Flotasi vs Sedimentasi

Oleh Gede H. Cahyana

Format pdf bisa unduh di sini.

Majalah Air Minum edisi 167, Agustus 2009 sudah memuat tulisan tentang unit operasi sedimentasi. Pada edisi kali ini akan dibahas unit operasi yang mekanisme penyisihan (removal) zat padat (solid) penyebab kekeruhan berlawanan dengan mekanisme pada sedimentasi, yaitu flotasi. Di dalam bahasa Inggris ada yang menulis istilah ini dengan floatation; float = apung, ada juga yang menuliskannya dengan flotation. Keduanya bisa digunakan dan merujuk pada makna yang sama.

Sedimentasi adalah unit operasi di dalam IPAM untuk menjernihkan (clarification) air dengan cara memanfaatkan gaya tarik bumi untuk mengendapkan partikel padat (solid) sehingga bisa dipisahkan dari air (water) atau cairan (liquid). Zat padat tersebut antara lain lempung, lanau, pasir, grit atau dengan istilah umum adalah koloid, suspended solid dan coarse solid. Termasuk partikel flok (flocc particle). Semua zat padat atau flok yang berat jenisnya lebih besar daripada berat jenis air (atau cairan) akan mengendap dalam waktu tertentu. Waktu yang dibutuhkan untuk mengendap bergantung pada ukuran partikel dan posisi tinggi rendahnya partikel dari dasar bak sedimentasi.

Kebutuhan waktu untuk sampai ke dasar bak sedimentasi juga dipengaruhi oleh bentuk (shape factor) permukaan partikel dan ada tidaknya arus pendek air, pusaran air, tiupan angin, atau gaya-gaya lainnya yang bekerja pada partikel. Bentuk persegi panjang dan bentuk lingkaran juga berpengaruh pada waktu pengendapan partikel. Luas bak sedimentasi pun berpengaruh pada waktu pengendapan partikel. Bak yang luas berpotensi memperlama partikel terombang-ambing di dalam air sehingga butuh waktu lama untuk sampai di dasar bak. Konfigurasi jumlah, bentuk, dan sebaran zone inlet dan zone outlet juga berpengaruh pada kebutuhan waktu pengendapan partikel. Unit sedimentasi memang tampak sederhana dan airnya tampak tenang tetapi justru memiliki banyak parameter yang harus dipertimbangkan dalam desainnya agar optimal dalam penyisihan partikel dan flok setelah unit tersebut dibangun.

Namun faktanya, sampai sekarang unit sedimentasi memang lebih banyak digunakan dan lebih populer di PDAM atau Perumdam dibandingkan dengan flotasi. Tidak banyak IPAM yang menggunakan flotasi dalam pengolahan air baku PDAM. Adakah PDAM yang memiliki unit flotasi dalam pengolahan airnya? Semoga ada PDAM yang memberikan informasi ini sehingga bisa dijadikan objek studi lapangan. Sesungguhnya dalam kajian objektif, flotasi memiliki daya saing yang kompetitif terhadap sedimentasi.

Pada kondisi kualitas air baku tertentu, misalkan kekeruhan rendah yang didominasi oleh koloid justru lebih optimal menggunakan flotasi daripada sedimentasi. Flotasi tidak membutuhkan koagulan, tidak membutuhkan unit koagulasi dan flokulasi seperti pada sedimentasi. Terlebih lagi apabila air baku PDAM berasal dari sungai yang digunakan untuk transportasi kapal seperti sungai di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi yang kerapkali kapal-kapal membuang air bilge atau dari ceceran minyak dan oli maka flotasi sangat tepat digunakan. Sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui, begitu peribahasanya.

Secara alamiah, di dalam unit sedimentasi aliran horizontal juga bisa terjadi fenomena flotasi, yaitu ketika air baku berisi minyak, lemak, deterjen, dan zat lainnya yang berat jenisnya lebih ringan daripada air secara otomatis terapung di permukaan bak sedimentasi. Oleh sebab itu, sepatutnya unit sedimentasi dilengkapi dengan alat pengumpul (skimming devices) untuk memisahkan material apungan di permukaan airnya. Apabila air baku PDAM berpotensi terpolusi oleh minyak, deterjen, lemak maka sedimentasi wajib dilengkapi dengan skimming devices dan harus dioperasikan dengan baik, benar dan kontinyu. Apabila tidak dilengkapi maka akan menjadi beban berat bagi filter. Air supernatan (air di permukaan bak sedimentasi) mengalir ke filter bersama lemak, minyak, deterjen dan suspensi lainnya.

Air supernatan tersebut akan mempercepat filter tersumbat (clogging) sehingga harus lebih sering dicuci (backwash) yang artinya makin banyak air produksi digunakan untuk mencuci filter. Material apungan tersuspensi tersebut juga menimbulkan bau busuk akibat proses biodegradasi di dalam air. Akibatnya air filtrat yang masuk ke reservoir menjadi berbau tidak sedap. Memang ada kaporit atau gas chlor yang diinjeksikan di dalam reservoir. Senyawa halogen (chlorine) tersebut mampu mengoksidasi zat organik penimbul bau busuk. Tetapi ada potensi bahaya lainnya, yaitu timbulnya senyawa karsinogenik yang diindikasikan menjadi pencetus kanker, yaitu PAH (polyaromatic hydrocarbon), THM (trihalomethanes), dan organo-chlorine, organo-phosphorous.

Semua kejadian buruk pada sedimentasi tersebut di atas sampai berpengaruh pada filter dan reservoir tidak akan terjadi apabila yang digunakan sebagai unit penjernih adalah flotasi. Sebab, air yang akan dialirkan ke unit selanjutnya, yaitu filter adalah air bawah atau subnatan, bukan supernatan seperti di unit sedimentasi. Air subnatan hampir 99,99% bebas dari lemak, minyak dan semua material ringan lainnya. Adapun sabun dan deterjen bisa dikurangi signifikan apabila terbentuk emulsi dengan zat cair dan zat padat lainnya di dalam air. Flotasi juga bisa menaikkan pH air karena adanya aerasi intensif sedangkan pada sedimentasi justru pH menjadi rendah karena adanya proses koagulasi-flokulasi terutama yang menggunakan koagulan alum sulfat dan PAC. 

Flotasi juga mampu menyisihkan zat padat penyebab kekeruhan yang berat jenisnya lebih besar daripada berat jenis air. Hal ini bisa terjadi dengan cara penerapan hukum Archimedes dengan memperbesar volume partikel dengan gelembung udara. Agar gelembung udara tidak mudah pecah maka ukurannya harus sekecil-kecilnya. Makin kecil ukuran gelembung udaranya maka makin banyak gelembung udara yang bisa menempel di permukaan partikel sehingga makin kuat gaya apungnya. Proses perlekatan gelembung udara di permukaan partikel bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu flotasi dengan udara terdispersi (disperssed-air flotation), flotasi dengan udara terlarut (dissolved-air flotation), flotasi vakum (vacuum flotation).

Di dalam pengolahan air baku untuk air minum, unit flotasi dengan udara terlarut lebih layak digunakan karena lebih efektif daripada metode flotasi lainnya. Penyisihan kekeruhan nyaris sempurna, tanpa perlu zat kimia koagulan, zat pengatur pH atau zat kimia conditioning lainnya. Namun metode lainnya juga banyak digunakan tetapi biasanya untuk pengolahan air limbah. Pilihan metode lain ini karena alasan lebih murah dan mudah dalam operasi dan perawatannya. Namun keefektifannya di bawah flotasi dengan udara terlarut tersebut.

Sebagai contoh adalah unit grease trap atau bak penangkap lemak-minyak yang banyak digunakan di restoran, rumah sakit, dan hotel. Grease trap bentuknya sederhana saja, ada bagian inlet, trap, dan outlet. Fenomena yang terjadi di grease trap adalah flotasi alamiah. Fungsinya lebih pada penyisihan lemak dan minyak. Tetapi zat padat penyebab kekeruhan apabila ada juga bisa ikut terlekat di dalam emulsi minyak-lemak sehingga bisa disisihkan juga.

Begitu juga flotasi jenis tilted plate separator yang digunakan di kapal laut. Unit pemisah minyak ini memiliki pelat miring seperti halnya unit sedimentasi yang menggunakan plate atau tube settler. Pengapungan memisahkan minyak yang tercampur dengan air bilge (bilge water) di dalam kapal. Pelat miring dilewati oleh air yang sudah berkurang minyaknya. Air bilge tidak hanya berisi minyak tetapi juga oli, limbah domestik, zat kimia pembersih, karat, logam, bakteri, debu, jelaga, dll. Fenomena yang terjadi adalah flotasi alamiah.

Ada beberapa unit lagi yang memanfaatkan fenomena flotasi, yaitu aerated skimming tank, rectangular horizontal flow tank yang biasa digunakan di kilang minyak (refinery). Untuk bahasan tentang perbandingan antara flotasi dan sedimentasi dicukupkan hingga di sini. Tulisan ini dilanjutkan pada MAM edisi berikutnya dan akan membahas khusus flotasi dengan udara terlarut, sebuah unit operasi yang kompetitif terhadap sedimentasi tetapi tanpa zat koagulan, tanpa perlu unit proses koagulasi dan flokulasi.*

ReadMore »

28 Maret 2022

Plagiat: Tugas Akhir, Kerja Praktik, Skripsi

Plagiat: Tugas Akhir, Kerja Praktik, Skripsi

Pembatalan gelar-gelar akademik seperti sarjana, magister, doktor pernah terjadi di Indonesia. Ada juga tuntutan pengunduran dalam jabatan, sampai pemberhentian dalam profesinya. Hukuman paling ringan adalah namanya menjadi buruk dan tersisih dalam pergaulan, khususnya di dunia pendidikan. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya, begitu kata peribahasa. Betapa berat hukuman terhadap plagiator, baik hukuman secara sosial kemasyarakatan maupun hukuman dari hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Apakah makna plagiat? Mengacu pada makna kamus atau leksikal, plagiat: pla-gi-at ialah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri; misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan (KBBI online). Secara etimologis, plagiat berasal dari plagiarius yang artinya mencuri karya orang lain. Plagiary adalah kata turunan dari plagiarius yang dikenalkan oleh Ben Jonson pada tahun 1601 (Wikipedia).

Lantas, di dalam karya tulis mahasiswa seperti laporan Tugas Akhir, laporan Kerja Praktik, atau laporan Skripsi, di bagian mana sering terjadi plagiat? Bagaimana caranya agar terhindar dari plagiat? Bolehkah menyalin (copy-paste) tulisan orang lain? Berapa banyak (persen) tulisan orang lain yang boleh disalin dan masih dinyatakan wajar, tidak berlebihan sehingga bebas dari sebutan plagiat?

Di dalam laporan TA atau KP, bab yang tersering diplagiat adalah bab Studi Pustaka atau Kajian Pustaka (Kepustakaan). Selanjutnya adalah bab Gambaran Umum Daerah Studi (GUDS). Kemudian bab Metodologi atau bab Metode. Yang terakhir adalah subbab Latar Belakang di bab Pendahuluan (Pendahulu). Apabila terjadi plagiat di bab Hasil dan Pembahasan yang berkaitan dengan data di dalam tabel, grafik di dalam gambar, dan analisisnya maka sudah bisa dipastikan bahwa laporan TA atau KP atau Skripsi tersebut adalah hasil plagiat. Hampir 100% adalah plagiat.

Plagiat yang paling berat sering terjadi di dalam bab Studi Pustaka, yaitu copy-paste dari laporan TA atau KP atau Skripsi sebelumnya. Baik di-copy-paste dari file maupun diketik ulang yang sama persis dengan laporan sebelumnya. Juga terjadi karena copy-paste dari website atau blog yang diperoleh di internet. Bisa juga dari artikel (ilmiah atau ilmiah populer) yang tersebar di internet, bisa mudah diperoleh di Google Scholar atau website saintifik lainnya. Bab Studi Pustaka bisa juga berupa kumpulan hasil copy-paste dari banyak sumber tulisan ilmiah. Misalnya, bagian subbab awal di-copas dari artikel A, subbab berikutnya di-copas dari artikel B, subbab berikutnya dari artikel C. Bisa juga dari website atau blog A, blog B, blog C. Atau dari buku ajar A, B, atau C. Atau dari file A, file B, file C laporan TA, KP, Skripsi. Singkatnya, palaku plagiat (plagiator) tidak melakukan perubahan pada paragraf aslinya tetapi di-copas mutlak (verbatim, sama persis) dari sumber tulisan aslinya.

Kejadian serupa terjadi juga pada bab-bab lainnya. Misal di bab GUDS. Plagiat terjadi karena mahasiswa meng-copas dari file yang diperolehnya di lokasi penelitian TA atau KP. Inilah pola umum yang terjadi, yaitu copas dari satu, dua, tiga, atau banyak sumber tulisan ilmiah TANPA diubah. Tanpa parafrase. Parafrase adalah tuturan tertulis yang maknanya sama dengan tuturan tulisan aslinya tetapi pola kalimat, susunan kalimat, jenis kalimat, jenis kata, gaya bahasa yang berbeda atau jauh berbeda. Parafrase bahkan bisa menghasilkan tuturan tulisan yang lebih bernas, lebih unggul daripada tulisan aslinya. Kok bisa? Ini lantaran penulisnya sudah mampu mengolah kata dan informasi di dalam paragraf atau tulisan aslinya menjadi paragraf atau tulisan baru yang sangat berbeda. Tentu saja sumber tulisan berupa nama-nama penulis, tahun terbit, penerbit, nama jurnal, dll harus dicantumkan di dalam Daftar Pustaka dan dikutip dengan cara yang sesuai dengan gaya selingkung (house style) yang ditetapkan oleh prodi atau fakultas atau jurnalnya. Cara sitasi (kutipan) ini harus konsisten di semua bagian atau bab laporan TA, KP, Skripsi.

Bagaimana caranya agar terhindar dari plagiat dan mampu menulis dengan bernas? Menulis memang bukan sulap apalagi sihir. Menulis adalah keterampilan yang bisa dimiliki oleh SEMUA orang. Menulis bagai naik sepeda. Makin sering berlatih naik sepeda maka makin fasih dan terampil, bahkan bisa menang kala lomba balap sepeda. Anak kecil sepantaran SD pun banyak yang terampil naik sepeda. Begitu juga, banyak anak SD, SMP, SMA yang menjadi penulis cerita pendek, penulis novel, penulis ilmiah sehingga banyak yang menang dalam Lomba Karya Ilmiah Inovatif Produktif, misalnya.

Apabila belum terbiasa menulis sewaktu di sekolah dasar dan menengah, maka ketika menjadi mahasiswa pun bisa juga mulai menulis. Menulis mulai dari semester satu. Misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, mahasiswa dilatih menulis ilmiah. Begitu juga di mata kuliah lainnya, biasanya dosen memberikan tugas secara berkala. Bahkan ada mata kuliah yang memang mewajibkan mahasiswa menyelesaikan Tugas Besar. Di dalam prodi Teknik Lingkungan, Tugas Besar ini biasanya ada pada matkul yang 3 SKS. Semua matkul yang 3 SKS adalah matkul yang menjadi kompetensi utama. Makin besar SKS-nya berarti makin penting mata kuliahnya.

Oleh sebab itu, sebagai latihan menulis, maka semua dosen sepatutnya memberikan tugas berupa tugas menulis atau merangkum suatu materi. Tidak boleh copy-paste tetapi harus parafrase. Semua mahasiswa harus belajar menulis dengan cara parafrase. Apabila sejak semester 1 mahasiswa sudah terbiasa menulis dengan parafrase maka pada waktu menulis laporan KP, TA atau Skripsi akan dengan mudah melakukannya. Terbebas dari plagiat dan dengan tenang menerima gelar sarjana, magister, doktor karena tidak akan ada orang yang menggugatnya.

Wajib diingat oleh mahasiswa bahwa sekarang makin mudah menulis secara plagiat karena alat atau teknologinya sudah canggih. Tetapi ingat, alat atau software untuk mendeteksi, mengecek plagiat itu pun makin canggih juga. Ada Turnitin, ada Plagiarism Checker, dll. Software akan mendeteksi persentase (percentage) kata dan kalimat yang tersedia di internet, di berbagai website dan blog. Mudah diketahui, bahkan dalam hitungan beberapa detik sudah diperoleh rangkuman sumber-sumber artikel yang di-copy-paste. Apalagi ada kewajiban mahasiswa melaksanakan uji plagiat sebelum bisa seminar atau sidang TA. Maksimum kemiripan, keserupaan, kesamaan (similarity) adalah 20%. 

Oleh sebab itu, berlatihlah menulis mulai sekarang juga, sedini mungkin. Kerjakan tugas-tugas dari dosen dengan cara parafrase, baik ditulis tangan maupun diketik dengan komputer. Hindari copas meskipun satu paragraf. Ada ungkapan: alah bisa karena biasa. Semua orang pasti bisa menulis. Makin fasih atau lancar apabila setiap hari latihan menulis parafrase. Tulis tangan atau diketik.

Berikut ini adalah beberapa tindakan plagiat yang diambil dari Wikipedia. Di dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo et.al. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme:

·       mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,

·       mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri,

·       mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,

·       mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,

·       menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal usulnya,

·       meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan

·       meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

·       menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain

·       mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Yang tidak tergolong plagiarisme:

·       menggunakan informasi yang berupa fakta umum.

·       menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.

·       mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Demikian, semoga kita terbebas dari plagiat, baik yang terjadi karena sengaja maupun yang tidak disengaja.*

ReadMore »