• L3
  • Email :
  • Search :

17 Juni 2022

Film Ranah 3 Warna Akhirnya Tayang

Film Ranah 3 Warna Akhirnya Tayang

Demi massa, sungguh lama waktu yang dilewati menuju tayang perdana secara komersial. Deretan informasi hadir pada September - Desember 2019, sebelum wabah Covid-19 melanda Indonesia. Shooting dilaksanakan di Bandung, Maninjau (asal penulis novelnya), dan Eropa. Setelah editing tuntas lantas sempat ditayangkan di Jakarta Film Week 2021

Namun dua setengah tahun kemudian sejak akhir tahun 2019 itu barulah muncul informasi bahwa film tersebut sudah siap ditonton, yaitu pada 30 Juni 2022. Info itu dirilis oleh A. Fuadi, Sang Penulis novelnya. Perjalanan waktu yang lama untuk sebuah film ber-genre pendidikan. 

Penikmat film Negeri 5 Menara tentu tidak sabar lagi ingin melihat keriuhan dunia pendidikan. Seorang santri yang bermetamorfosis menjadi mahasiswa di Bandung dan di mancanegara. 

Selamat dan sukses buat A. Fuadi, sutradara, starrings dan produser MNC Pictures… Semoga keren abizzz, sekeren novelnya... Di dalam novelnya ada seutas penggalan kata-kata hikmah seperti ditulis di link berikut ini: tuturan hikmah Bapak Kyai Rais...  

Film ini berkisah tentang perjuangan dalam meraih ilmu di negeri manca setelah berkutat belajar menambah ilmu di Pondok Madani (PMDG, pen.). Sungguh inilah saatnya lagi ke gedung bioskop bersama keluarga…. Let’s go to the movie…!



ReadMore »

15 April 2022

Alternatif Judul Tugas Akhir

Alternatif Judul Tugas Akhir

Bidang yang bisa dijadikan tema dan/atau judul TA adalah HSES: Health, Safety, Environment, Sanitation yang meliputi TA Perancangan (Desain, Perencanaan Detail (DED: Detailed Engineering Design), atau Rencana Induk (Master Plan) dan TA Penelitian (di laboratorium dan/atau di lapangan). Di bawah ini diberikan beberapa contohnya. Variasinya adalah lokasi atau alat (reaktor) yang berbeda-beda. 

1.     Perancangan Penangkap dan Instalasi Pengolahan Air Hujan di …. (suatu lokasi yang sulit air, jarang hujan atau kampus, perkantoran, rumah susun, dll).

2.     Perancangan Sistem Drainase Permukiman di …. (sebuah kecamatan), Kab… Prov … Bisa di kelurahan2 yang sering banjir atau evalusi dan usulan desain rehabilitasi sistem drainasenya.

3.     Perancangan IPAL Domestik Komunal di …. (sebuah permukiman padat penduduk atau sebuah kecamatan). Misal 10 tahun ke dapan, perlu proyeksi pendduduk untuk perhitungan debit air limbahnya. Atau di kawasan perumahan baru. 

4.     Evaluasi Pengelolaan Persampahan di …. (sebuah kecamatan) di Kota/Kabupaten …  tertentu. Evaluasi kondisi eksisting dan usulan perbaikannnya.

5.     Evaluasi Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Teknologi Biodigester di … (sebuah kota yang ada biodigester), atau variasi Effective Microorganism, dll

6.     Perancangan TPA Sanitary Landfill di Kecamatan ... Kabupaten ………….. , Provinsi ...... 

7.     Pengurangan Kation Besi dan Mangan di dalam Air Tanah Menggunakan …. (misalnya ekstrak biji kelor, biji asam, dll), dengan Aerasi, Filtrasi atau Pengolahan Kesadahan Menggunakan variasi media (kapur, marmer, dolomit, dll). 

8.     Pengolahan Kekeruhan Air Sungai …. Menggunakan Hydrocyclone atau Mixer atau Filter Manual (pilih satu).

9.     Pengolahan Air Limbah Domestik atau Pabrik Tahu, Tekstil, dll Menggunakan UASB atau Anaerobic Filter atau Gabungannya, AOP, Activated Sludge dan Modifnya, Trickling Filter, Wetland (dalam skala lab.)

10.  Pengolahan Air Limbah Domestik atau Air Limbah Pabrik Minyak Goreng Menggunakan Flotasi atau Koagulasi Flokulasi, atau unit operasi/proses lainnya.

11.  Perancangan Sistem Transmisi dan Distribusi Air Minum di Kecamatan……, Kabupaten….., Provinsi …

12.  Perancangan IPAM (Complete Treatment) di Kecamatan ….., Kab….., Provinsi … .

13.  Perancangan Sistem Penyaluran Air Limbah (Sewerage) di Kecamatan…., Kab….., Prov….

14.  Perancangan IPAL Domestik di Kecamatan….., Kab….., Provinsi .... .

15.  Perencanaan Induk (Master Plan) Sistem Penyediaan Air Minum Kota atau Kabupaten ….

16.  Perencanaan Induk (Master Plan) Sistem Penyaluran Air Limbah Kota atau Kabupaten ….

17.  Percncanaan Induk (Master Plan) Persampahan Kota atau Kabupaten ….

18.  Evaluasi dan Perencanaan Sistem Plambing di … (sebuah gedung, rumah susun, hotel)  di sebuah kota).

19.  Tugas Akhir bertema Kesehatan Lingkungan Kerja, Sanitasi Makanan Minuman, Hygiene Industri, dll

20.  Penelitian-penelitian di laboratorium untuk memperoleh efisiensi atau kinerja sebuah unit operasi atau proses seperti koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, membran, aerasi, flotasi, adsorbsi, dll.

21. Pengurangan kesadahan air baku menggunakan penukar ion atau menggunakan proses kapur dan soda dengan variasi media filternya.

22. Judul-judul lainnnya... 

ReadMore »

4 April 2022

Perihal Kerja Praktik dan Tugas Akhir

Perihal Kerja Praktik dan Tugas Akhir

Mata Kuliah Kerja Praktik dan Tugas Akhir adalah dua mata kuliah yang bertujuan memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa di lapangan dan/atau di laboratorium. Mata kuliah ini menjadi ciri khas pembekalan keahlian dalam bentuk “praktik”. Artinya, mahasiswa malaksanakan kegiatan di lapangan dan/atau di laboratorium secara mandiri yang dibimbing oleh dosen pembimbing akademik. (Kata dan/atau artinya, bisa di lapangan saja, bisa di lab. saja, bisa juga di lapangan dan di lab.). (Ingat, menulis singkatan lab harus dengan titik di belakang huruf b, yaitu lab.).

Mata kuliah KP dan TA tersebut bisa diambil atau dilaksanakan pada semester ganjil dan/atau genap. Kata sambung dan/atau ini berarti boleh pada semester ganjil saja, boleh pada semester genap saja, boleh pada semester ganjil dan dilanjut di semester genap atau semester genap dan dilanjut pada semester ganjil. Maksimum hanya dua semester. Apabila lebih dari dua semester maka harus ganti judul dan untuk KP maka harus ganti lokasi. Judul dan lokasi KP bisa dibahas dengan dosen pembimbing sebagai dosen penanggung jawab sampai mahasiswa bisa seminar. Namun demikian, apabila dinilai masih bisa diperpanjang karena tinggal sedikit lagi bisa selesai draft laporannya maka boleh diperpanjang satu semester atas izin dosen pembimbing. Begitu juga pada matkul TA.

Perlu diingat bahwa KRS harus ditulis atau diperbarui setiap semester. Mata kuliah KP yang belum tuntas pada semester ganjil misalnya, maka harus KRS juga di semester genap. Apabila belum tuntas lagi, maka harus KRS lagi di semester ganjil. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tetap terdaftar sebagai mahasiswa di semester on going ketika mahasiswa seminar atau sidang. Sebab, nilai mata kuliah KP dan TA akan ditulis pada “semester berjalan/on going”, bukan pada semester yang sudah lewat (berlalu). Karena nilainya di semester yang sudah lewat adalah T (tidak ada nilai). Oleh sebab itu, mahasiswa harus terdaftar (yaitu harus menulis di KRS) mata kuliah KP atau TA tersebut di setiap semester.

Mata kuliah KP dan TA memiliki kekhususan, yaitu mata kuliah yang dibimbing khusus oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing ini berbeda-beda dari satu dosen ke dosen lainnya, disesuaikan dengan bidang kajian dan kelompok bidang keahlian dosen. Dosen di bidang air limbah akan membimbing mahasiswa yang tema KP atau TA-nya di bidang air limbah. Tetapi karena keterbatasan dosen, sedangkan mahasiswa banyak, maka bisa juga dosen pembimbing dari dosen dengan kelompok bidang keahlian persampahan, kesehatan kerja, dll yang menjadi pembimbing, baik pembimbing 1 maupun pembimbing 2. Plotting dosen pembimbing ini dilaksanakan setelah mahasiswa presentasi proposal KP dan TA.

Presentasi proposal diperlukan agar lingkup studi yang dilaksanakan oleh mahasiswa sesuai dengan beban SKS-nya. Di dalam presentasi proposal KP dan TA, dosen akan memberikan masukan yang berkaitan dengan tema dan kedalaman atau keluasan materi kajiannya. Materi kajian tidak boleh terlalu dangkal atau terlalu dalam atau terlalu luas. Hal ini bisa dipelajari dari metodologi yang ditulis di dalam proposal dan tersirat di dalam judulnya. Bisa juga dianalisis pada rumusan masalah dan tujuannya. Juga pada ruang lingkupnya (apabila ditulis). Semua kelengkapan format proposal dibahas di dalam presentasi, termasuk jadwalnya. Jadwal ini penting agar bisa diperkirakan waktu penyelesaian KP atau TA tersebut. Maksimum dua semester, kecuali ada catatan khusus dari pembimbing bahwa boleh diperpanjang. Ini menjadi tanggung jawab penuh dosen pembimbing setelah berdiskusi dengan mahasiswanya.

Perlu dicatat bahwa pengajuan proposal KP dan TA dilaksanakan paling telat setelah PKRS. Semua proposal akan dikumpulkan dan ditabelkan hingga sepekan setelah PKRS. Ini bertujuan agar mahasiswa yang batal KP atau batal TA sempat membatalkan matkul tersebut atau mahasiswa yang ingin ambil KP atau TA sempat mengambil dan menulis matkul KP atau TA tersebut di PKRS. Setelah PKRS berlalu maka tidak ada lagi perubahan atau pembatalan. 

Mahasiswa yang sudah yakin akan mengambil KP dan/atau TA maka disarankan segera menulis proposalnya. Namun harus dingat lagi bawah ADA batas kutipan di dalam bab Studi Pustaka agar terbebas dari plagiat. Tentang plagiat ini bisa dibaca di sini. Proposal diprint dan dikumpulkan di prodi TL. Formatnya sudah ada di blog ini, di folder Tugas Akhir-Skripsi. Tata tulis dan tipsnya juga bisa dibaca.*

ReadMore »

31 Maret 2022

Flotasi vs Sedimentasi

Flotasi vs Sedimentasi

Oleh Gede H. Cahyana

Format pdf bisa unduh di sini.

Majalah Air Minum edisi 167, Agustus 2009 sudah memuat tulisan tentang unit operasi sedimentasi. Pada edisi kali ini akan dibahas unit operasi yang mekanisme penyisihan (removal) zat padat (solid) penyebab kekeruhan berlawanan dengan mekanisme pada sedimentasi, yaitu flotasi. Di dalam bahasa Inggris ada yang menulis istilah ini dengan floatation; float = apung, ada juga yang menuliskannya dengan flotation. Keduanya bisa digunakan dan merujuk pada makna yang sama.

Sedimentasi adalah unit operasi di dalam IPAM untuk menjernihkan (clarification) air dengan cara memanfaatkan gaya tarik bumi untuk mengendapkan partikel padat (solid) sehingga bisa dipisahkan dari air (water) atau cairan (liquid). Zat padat tersebut antara lain lempung, lanau, pasir, grit atau dengan istilah umum adalah koloid, suspended solid dan coarse solid. Termasuk partikel flok (flocc particle). Semua zat padat atau flok yang berat jenisnya lebih besar daripada berat jenis air (atau cairan) akan mengendap dalam waktu tertentu. Waktu yang dibutuhkan untuk mengendap bergantung pada ukuran partikel dan posisi tinggi rendahnya partikel dari dasar bak sedimentasi.

Kebutuhan waktu untuk sampai ke dasar bak sedimentasi juga dipengaruhi oleh bentuk (shape factor) permukaan partikel dan ada tidaknya arus pendek air, pusaran air, tiupan angin, atau gaya-gaya lainnya yang bekerja pada partikel. Bentuk persegi panjang dan bentuk lingkaran juga berpengaruh pada waktu pengendapan partikel. Luas bak sedimentasi pun berpengaruh pada waktu pengendapan partikel. Bak yang luas berpotensi memperlama partikel terombang-ambing di dalam air sehingga butuh waktu lama untuk sampai di dasar bak. Konfigurasi jumlah, bentuk, dan sebaran zone inlet dan zone outlet juga berpengaruh pada kebutuhan waktu pengendapan partikel. Unit sedimentasi memang tampak sederhana dan airnya tampak tenang tetapi justru memiliki banyak parameter yang harus dipertimbangkan dalam desainnya agar optimal dalam penyisihan partikel dan flok setelah unit tersebut dibangun.

Namun faktanya, sampai sekarang unit sedimentasi memang lebih banyak digunakan dan lebih populer di PDAM atau Perumdam dibandingkan dengan flotasi. Tidak banyak IPAM yang menggunakan flotasi dalam pengolahan air baku PDAM. Adakah PDAM yang memiliki unit flotasi dalam pengolahan airnya? Semoga ada PDAM yang memberikan informasi ini sehingga bisa dijadikan objek studi lapangan. Sesungguhnya dalam kajian objektif, flotasi memiliki daya saing yang kompetitif terhadap sedimentasi.

Pada kondisi kualitas air baku tertentu, misalkan kekeruhan rendah yang didominasi oleh koloid justru lebih optimal menggunakan flotasi daripada sedimentasi. Flotasi tidak membutuhkan koagulan, tidak membutuhkan unit koagulasi dan flokulasi seperti pada sedimentasi. Terlebih lagi apabila air baku PDAM berasal dari sungai yang digunakan untuk transportasi kapal seperti sungai di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi yang kerapkali kapal-kapal membuang air bilge atau dari ceceran minyak dan oli maka flotasi sangat tepat digunakan. Sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui, begitu peribahasanya.

Secara alamiah, di dalam unit sedimentasi aliran horizontal juga bisa terjadi fenomena flotasi, yaitu ketika air baku berisi minyak, lemak, deterjen, dan zat lainnya yang berat jenisnya lebih ringan daripada air secara otomatis terapung di permukaan bak sedimentasi. Oleh sebab itu, sepatutnya unit sedimentasi dilengkapi dengan alat pengumpul (skimming devices) untuk memisahkan material apungan di permukaan airnya. Apabila air baku PDAM berpotensi terpolusi oleh minyak, deterjen, lemak maka sedimentasi wajib dilengkapi dengan skimming devices dan harus dioperasikan dengan baik, benar dan kontinyu. Apabila tidak dilengkapi maka akan menjadi beban berat bagi filter. Air supernatan (air di permukaan bak sedimentasi) mengalir ke filter bersama lemak, minyak, deterjen dan suspensi lainnya.

Air supernatan tersebut akan mempercepat filter tersumbat (clogging) sehingga harus lebih sering dicuci (backwash) yang artinya makin banyak air produksi digunakan untuk mencuci filter. Material apungan tersuspensi tersebut juga menimbulkan bau busuk akibat proses biodegradasi di dalam air. Akibatnya air filtrat yang masuk ke reservoir menjadi berbau tidak sedap. Memang ada kaporit atau gas chlor yang diinjeksikan di dalam reservoir. Senyawa halogen (chlorine) tersebut mampu mengoksidasi zat organik penimbul bau busuk. Tetapi ada potensi bahaya lainnya, yaitu timbulnya senyawa karsinogenik yang diindikasikan menjadi pencetus kanker, yaitu PAH (polyaromatic hydrocarbon), THM (trihalomethanes), dan organo-chlorine, organo-phosphorous.

Semua kejadian buruk pada sedimentasi tersebut di atas sampai berpengaruh pada filter dan reservoir tidak akan terjadi apabila yang digunakan sebagai unit penjernih adalah flotasi. Sebab, air yang akan dialirkan ke unit selanjutnya, yaitu filter adalah air bawah atau subnatan, bukan supernatan seperti di unit sedimentasi. Air subnatan hampir 99,99% bebas dari lemak, minyak dan semua material ringan lainnya. Adapun sabun dan deterjen bisa dikurangi signifikan apabila terbentuk emulsi dengan zat cair dan zat padat lainnya di dalam air. Flotasi juga bisa menaikkan pH air karena adanya aerasi intensif sedangkan pada sedimentasi justru pH menjadi rendah karena adanya proses koagulasi-flokulasi terutama yang menggunakan koagulan alum sulfat dan PAC. 

Flotasi juga mampu menyisihkan zat padat penyebab kekeruhan yang berat jenisnya lebih besar daripada berat jenis air. Hal ini bisa terjadi dengan cara penerapan hukum Archimedes dengan memperbesar volume partikel dengan gelembung udara. Agar gelembung udara tidak mudah pecah maka ukurannya harus sekecil-kecilnya. Makin kecil ukuran gelembung udaranya maka makin banyak gelembung udara yang bisa menempel di permukaan partikel sehingga makin kuat gaya apungnya. Proses perlekatan gelembung udara di permukaan partikel bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu flotasi dengan udara terdispersi (disperssed-air flotation), flotasi dengan udara terlarut (dissolved-air flotation), flotasi vakum (vacuum flotation).

Di dalam pengolahan air baku untuk air minum, unit flotasi dengan udara terlarut lebih layak digunakan karena lebih efektif daripada metode flotasi lainnya. Penyisihan kekeruhan nyaris sempurna, tanpa perlu zat kimia koagulan, zat pengatur pH atau zat kimia conditioning lainnya. Namun metode lainnya juga banyak digunakan tetapi biasanya untuk pengolahan air limbah. Pilihan metode lain ini karena alasan lebih murah dan mudah dalam operasi dan perawatannya. Namun keefektifannya di bawah flotasi dengan udara terlarut tersebut.

Sebagai contoh adalah unit grease trap atau bak penangkap lemak-minyak yang banyak digunakan di restoran, rumah sakit, dan hotel. Grease trap bentuknya sederhana saja, ada bagian inlet, trap, dan outlet. Fenomena yang terjadi di grease trap adalah flotasi alamiah. Fungsinya lebih pada penyisihan lemak dan minyak. Tetapi zat padat penyebab kekeruhan apabila ada juga bisa ikut terlekat di dalam emulsi minyak-lemak sehingga bisa disisihkan juga.

Begitu juga flotasi jenis tilted plate separator yang digunakan di kapal laut. Unit pemisah minyak ini memiliki pelat miring seperti halnya unit sedimentasi yang menggunakan plate atau tube settler. Pengapungan memisahkan minyak yang tercampur dengan air bilge (bilge water) di dalam kapal. Pelat miring dilewati oleh air yang sudah berkurang minyaknya. Air bilge tidak hanya berisi minyak tetapi juga oli, limbah domestik, zat kimia pembersih, karat, logam, bakteri, debu, jelaga, dll. Fenomena yang terjadi adalah flotasi alamiah.

Ada beberapa unit lagi yang memanfaatkan fenomena flotasi, yaitu aerated skimming tank, rectangular horizontal flow tank yang biasa digunakan di kilang minyak (refinery). Untuk bahasan tentang perbandingan antara flotasi dan sedimentasi dicukupkan hingga di sini. Tulisan ini dilanjutkan pada MAM edisi berikutnya dan akan membahas khusus flotasi dengan udara terlarut, sebuah unit operasi yang kompetitif terhadap sedimentasi tetapi tanpa zat koagulan, tanpa perlu unit proses koagulasi dan flokulasi.*

ReadMore »

28 Maret 2022

Plagiat: Tugas Akhir, Kerja Praktik, Skripsi

Plagiat: Tugas Akhir, Kerja Praktik, Skripsi

Pembatalan gelar-gelar akademik seperti sarjana, magister, doktor pernah terjadi di Indonesia. Ada juga tuntutan pengunduran dalam jabatan, sampai pemberhentian dalam profesinya. Hukuman paling ringan adalah namanya menjadi buruk dan tersisih dalam pergaulan, khususnya di dunia pendidikan. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya, begitu kata peribahasa. Betapa berat hukuman terhadap plagiator, baik hukuman secara sosial kemasyarakatan maupun hukuman dari hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Apakah makna plagiat? Mengacu pada makna kamus atau leksikal, plagiat: pla-gi-at ialah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri; misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan (KBBI online). Secara etimologis, plagiat berasal dari plagiarius yang artinya mencuri karya orang lain. Plagiary adalah kata turunan dari plagiarius yang dikenalkan oleh Ben Jonson pada tahun 1601 (Wikipedia).

Lantas, di dalam karya tulis mahasiswa seperti laporan Tugas Akhir, laporan Kerja Praktik, atau laporan Skripsi, di bagian mana sering terjadi plagiat? Bagaimana caranya agar terhindar dari plagiat? Bolehkah menyalin (copy-paste) tulisan orang lain? Berapa banyak (persen) tulisan orang lain yang boleh disalin dan masih dinyatakan wajar, tidak berlebihan sehingga bebas dari sebutan plagiat?

Di dalam laporan TA atau KP, bab yang tersering diplagiat adalah bab Studi Pustaka atau Kajian Pustaka (Kepustakaan). Selanjutnya adalah bab Gambaran Umum Daerah Studi (GUDS). Kemudian bab Metodologi atau bab Metode. Yang terakhir adalah subbab Latar Belakang di bab Pendahuluan (Pendahulu). Apabila terjadi plagiat di bab Hasil dan Pembahasan yang berkaitan dengan data di dalam tabel, grafik di dalam gambar, dan analisisnya maka sudah bisa dipastikan bahwa laporan TA atau KP atau Skripsi tersebut adalah hasil plagiat. Hampir 100% adalah plagiat.

Plagiat yang paling berat sering terjadi di dalam bab Studi Pustaka, yaitu copy-paste dari laporan TA atau KP atau Skripsi sebelumnya. Baik di-copy-paste dari file maupun diketik ulang yang sama persis dengan laporan sebelumnya. Juga terjadi karena copy-paste dari website atau blog yang diperoleh di internet. Bisa juga dari artikel (ilmiah atau ilmiah populer) yang tersebar di internet, bisa mudah diperoleh di Google Scholar atau website saintifik lainnya. Bab Studi Pustaka bisa juga berupa kumpulan hasil copy-paste dari banyak sumber tulisan ilmiah. Misalnya, bagian subbab awal di-copas dari artikel A, subbab berikutnya di-copas dari artikel B, subbab berikutnya dari artikel C. Bisa juga dari website atau blog A, blog B, blog C. Atau dari buku ajar A, B, atau C. Atau dari file A, file B, file C laporan TA, KP, Skripsi. Singkatnya, palaku plagiat (plagiator) tidak melakukan perubahan pada paragraf aslinya tetapi di-copas mutlak (verbatim, sama persis) dari sumber tulisan aslinya.

Kejadian serupa terjadi juga pada bab-bab lainnya. Misal di bab GUDS. Plagiat terjadi karena mahasiswa meng-copas dari file yang diperolehnya di lokasi penelitian TA atau KP. Inilah pola umum yang terjadi, yaitu copas dari satu, dua, tiga, atau banyak sumber tulisan ilmiah TANPA diubah. Tanpa parafrase. Parafrase adalah tuturan tertulis yang maknanya sama dengan tuturan tulisan aslinya tetapi pola kalimat, susunan kalimat, jenis kalimat, jenis kata, gaya bahasa yang berbeda atau jauh berbeda. Parafrase bahkan bisa menghasilkan tuturan tulisan yang lebih bernas, lebih unggul daripada tulisan aslinya. Kok bisa? Ini lantaran penulisnya sudah mampu mengolah kata dan informasi di dalam paragraf atau tulisan aslinya menjadi paragraf atau tulisan baru yang sangat berbeda. Tentu saja sumber tulisan berupa nama-nama penulis, tahun terbit, penerbit, nama jurnal, dll harus dicantumkan di dalam Daftar Pustaka dan dikutip dengan cara yang sesuai dengan gaya selingkung (house style) yang ditetapkan oleh prodi atau fakultas atau jurnalnya. Cara sitasi (kutipan) ini harus konsisten di semua bagian atau bab laporan TA, KP, Skripsi.

Bagaimana caranya agar terhindar dari plagiat dan mampu menulis dengan bernas? Menulis memang bukan sulap apalagi sihir. Menulis adalah keterampilan yang bisa dimiliki oleh SEMUA orang. Menulis bagai naik sepeda. Makin sering berlatih naik sepeda maka makin fasih dan terampil, bahkan bisa menang kala lomba balap sepeda. Anak kecil sepantaran SD pun banyak yang terampil naik sepeda. Begitu juga, banyak anak SD, SMP, SMA yang menjadi penulis cerita pendek, penulis novel, penulis ilmiah sehingga banyak yang menang dalam Lomba Karya Ilmiah Inovatif Produktif, misalnya.

Apabila belum terbiasa menulis sewaktu di sekolah dasar dan menengah, maka ketika menjadi mahasiswa pun bisa juga mulai menulis. Menulis mulai dari semester satu. Misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia, mahasiswa dilatih menulis ilmiah. Begitu juga di mata kuliah lainnya, biasanya dosen memberikan tugas secara berkala. Bahkan ada mata kuliah yang memang mewajibkan mahasiswa menyelesaikan Tugas Besar. Di dalam prodi Teknik Lingkungan, Tugas Besar ini biasanya ada pada matkul yang 3 SKS. Semua matkul yang 3 SKS adalah matkul yang menjadi kompetensi utama. Makin besar SKS-nya berarti makin penting mata kuliahnya.

Oleh sebab itu, sebagai latihan menulis, maka semua dosen sepatutnya memberikan tugas berupa tugas menulis atau merangkum suatu materi. Tidak boleh copy-paste tetapi harus parafrase. Semua mahasiswa harus belajar menulis dengan cara parafrase. Apabila sejak semester 1 mahasiswa sudah terbiasa menulis dengan parafrase maka pada waktu menulis laporan KP, TA atau Skripsi akan dengan mudah melakukannya. Terbebas dari plagiat dan dengan tenang menerima gelar sarjana, magister, doktor karena tidak akan ada orang yang menggugatnya.

Wajib diingat oleh mahasiswa bahwa sekarang makin mudah menulis secara plagiat karena alat atau teknologinya sudah canggih. Tetapi ingat, alat atau software untuk mendeteksi, mengecek plagiat itu pun makin canggih juga. Ada Turnitin, ada Plagiarism Checker, dll. Software akan mendeteksi persentase (percentage) kata dan kalimat yang tersedia di internet, di berbagai website dan blog. Mudah diketahui, bahkan dalam hitungan beberapa detik sudah diperoleh rangkuman sumber-sumber artikel yang di-copy-paste. Apalagi ada kewajiban mahasiswa melaksanakan uji plagiat sebelum bisa seminar atau sidang TA. Maksimum kemiripan, keserupaan, kesamaan (similarity) adalah 20%. 

Oleh sebab itu, berlatihlah menulis mulai sekarang juga, sedini mungkin. Kerjakan tugas-tugas dari dosen dengan cara parafrase, baik ditulis tangan maupun diketik dengan komputer. Hindari copas meskipun satu paragraf. Ada ungkapan: alah bisa karena biasa. Semua orang pasti bisa menulis. Makin fasih atau lancar apabila setiap hari latihan menulis parafrase. Tulis tangan atau diketik.

Berikut ini adalah beberapa tindakan plagiat yang diambil dari Wikipedia. Di dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo et.al. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme:

·       mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,

·       mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri,

·       mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,

·       mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,

·       menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal usulnya,

·       meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan

·       meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

·       menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain

·       mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Yang tidak tergolong plagiarisme:

·       menggunakan informasi yang berupa fakta umum.

·       menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.

·       mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Demikian, semoga kita terbebas dari plagiat, baik yang terjadi karena sengaja maupun yang tidak disengaja.*

ReadMore »

25 Maret 2022

Wasser Goes to Badaksinga

Wasser Goes to Badaksinga

Menyambut peringatan Hari Air Dunia atau World Water Day 22 Maret 2022, mahasiswa Teknik Lingkungan yang bergabung dalam wadah HMTL Wasser melaksanakan studi lapangan ke PDAM Kota Bandung. Lokasi yang dikunjungi adalah IPAM di Badaksinga. Badaksinga adalah kantor pusat PDAM Kota Bandung. Sebutan PDAM kini berubah menjadi Perumdam Tirtawening Kota Bandung. PDAM ini adalah satu di antara perusahaan air minum tertua yang dimiliki oleh pemerintah daerah selain PAM Jaya-DKI Jakarta, Surabaya dan Medan.

Studi lapangan ini adalah rangkaian kegiatan pengurus Wasser yang sudah direncanakan dalam masa tugas setahun ini. Beberapa kegiatan seperti Wasser Goes to School, penanaman pohon sudah terlaksana yang memperluas jaringan silaturahim dengan parapihak dan masyarakat. Masyarakat makin mengenal keilmuan bidang rekayasa (engineering) Teknik Lingkungan, khususnya prodi TL di kampus Univ. Kebangsaan RI.

Studi lapangan di IPAM yang dibangun pada tahun 1956, tepatnya diresmikan pada 17 Agustus 1956 tersebut dipandu oleh Bapak Abun dan Bapak Asep dibantu oleh beberapa staf. Penjelasan diawali di ruang operasi kemudian menuju lapangan di bagian sisi kanan dan kiri gedung operasi (operation building). IPAM Badaksinga mengolah air baku dari Sungai Cisangkuy. Air sungai tersebut dialirkan ke Badaksinga menggunakan pipa transmisi berdiameter 800 mm dan 900 mm. Pipa ini dipasang pada tahun 1959. Debit yang mampu dialirkan kurang lebih 700-1000 l/d. Pipa transmisi baru berdiameter 850 mm dipasang pada tahun 1990-1992 dengan potensi debit yang mampu dialirkan sekitar 700-800 l/d. Panjang pipa transmisi sekitar 31,25 km.

Yang unik adalah unit operasinya. Ada dua negara yang menjadi desainer atau perancang unit operasi dan unit proses IPAM Badaksinga. Yang pertama adalah rancangan perusahaan dari Prancis, yaitu Degremont, menggunakan ACCELATOR. Yang kedua adalah rancangan dari Belanda. Keduanya menarik dikaji, bisa dijadikan tugas akhir dengan membuat model skala lab.-nya. Beberapa mahasiswa bisa meneliti keunikan satuan operasi dan satuan proses IPAM tersebut. Juga bisa dijadikan materi KP, dengan membandingkan hasil pengolahan antara kedua IPAM tersebut, mengkaji SO dan SP yang digunakan untuk mengolah air Sungai Cisangkuy. 

(Mungkin ada pertanyaan, mengapa perencana dan perancang IPAM bukan insinyur Indonesia? Sebab, pada masa dulu itu, teknik lingkungan, teknik penyehatan, belum ada di Indonesia. Baru pada awal dekade 1970-an mulai ada lulusan Teknik Penyehatan ITB dan alumninya masih sedikit, Pada dekade 1980-an, mulai banyak lulusan, tetapi baru ada di ITB dan ITS. Medio 1986/1987, barulah ada TL ITA yang sekarang berkembang menjadi UK, UKRI. Namun sekarang, prodi TL sudah mencapai 70-an prodi di seluruh Indonesia)

Yang juga menarik adalah sambutan dari PDAM. Ada sesi quiz yang diberikan oleh protokoler PDAM. Disediakan hadiah bagi mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan. Disiapkan juga air minum kemasan produksi anak perusahaan PDAM Tirtawening, yang dinamai Hanaang. Air segar ini menjadi penghilang dahaga setelah belajar di lapangan, berjalan dari satu unit operasi-proses ke unit yang lainnya. Operator pun memberikan satu kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat proses backwashing filter, dimulai dari air scouring dengan tiupan udara sehingga air tampak bergolak selama 3-5 menit. Lalu dilanjutkan dengan air pencuci yang menghanyutkan flok yang menyumbat media filter.

Studi ini memberikan input pengetahuan kepada mahasiswa tentang IPAM. Tentu tidak ada rumus-rumus yang terlihat di lapangan lokasi studi. Yang tampak hanya air. Air yang keruh hingga menjadi jernih di reservoir. Agar sukses menghasilkan air jernih dan bersih, bebas kuman dan bebas zat B3 atau zat lainnya maka desain atau perancangan SO dan SP menjadi faktor utama. Perancangan ini memerlukan ilmu seperti hidrolika (mekanika fluida), ilmu kimia tentang kualitas air baku dan air minum, menggambar teknik, ilmu tentang unit operasi dan proses, serta ilmu perencanaan bangunan pengolahan air minum.

Dengan demikian, selayaknya mahasiswa berterima kasih kepada parapihak di PDAM Tirtawening yang sudah memberikan izin untuk menambah ilmu, memberikan hadiah quiz, dan berterima kasih khusus kepada Pak Abun dan Pak Asep yang menemani selama studi di instalasi, memberikan penjelasan dari satu unit ke unit lainnya. Prodi TL UKRI juga berterima kasih kepada direksi dan kepala dan staf seksi instalasi Badaksinga. 

Semoga PDAM atau Perumdam Tirtawening Kota Bandung terus menjadi rekan dalam ilmu dan teknologi, saling bertukar informasi tentang ilmu dan teknologi pengolahan air, baik air minum maupun air limbah (kotor). Wasser sahabat PDAM. *

ReadMore »

7 Maret 2022

Panduan Perwalian Genap 21 22

Panduan Perwalian Semester Genap 2021/2022

Perwalian kali ini menggunakan Google-Form karena SIAKAD masih dalam perbaikan. Mari kita berdoa agar pandemi Covid-19 ini berakhir segera dan kita sehat walafiat beserta seluruh anggota keluarga. 

Sebelum mengisi Google-Form yang URL-nya akan diberikan oleh dosen wali masing-masing, silakan baca dulu penjelasan di bawah ini. 

1. Mahasiswa Konversi

a. Mahasiswa konversi dari SMK Analisis Kimia:

Sejak awal program konversi sampai dengan perubahan kurikulum pada tahun 2021, tidak ada perubahan (tetap) pada nama mata kuliah dan jumlah SKS yang dikonversi untuk mahasiswa yang berasal dari SMK Analisis Kimia.

1. Kimia Dasar II: 3 SKS
2. Lab. Lingkungan I: 2 SKS

Matkul pengganti adalah yang 2 SKS dan tidak bersyarat. Mata kuliah tersebut sbb:
Di semester 4: Hygiene Industri 2 SKS, Ekonomi Ling 2 SKS, Pencemaran Udara 2 SKS.
Di semester 6: Hidrolika Air Tanah 2 SKS, PSDA 2 SKS, PB3 2 SKS.
Di semester 8: T. Membran 2 SKS, KLHS 2 SKS, apabila masih kurang maka mahasiswa boleh mengambil Amdal 3 SKS.

b. Mahasiswa konversi dari PT lain (pindah, melanjutkan)

Mahasiswa yang melanjutkan dari D3 atau pindahan dari PT lain mengambil mata kuliah yang sesuai dengan hasil konversinya. Ini bisa berbeda-beda antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya karena asal PT-nya juga berbeda-beda. Total SKS adalah 20 SKS persemester. Untuk yang kelas B disarankan agar 18 SKS agar optimal dalam bekerja dan kuliah. Faktanya selama ini, tidak ada perbedaan signifikan antara mahasiswa yang mengambil 18 dan 20 SKS. Umumnya mereka lulus bersamaan. Info dan pertanyaan spesifik, karena berbeda-beda antar mahasiswa boleh ditanyakan pada waktu perwalian.

Sekali lagi, agar seragam dan tidak terjadi bolak-balik perwalian karena tidak disetujui oleh dosen wali, juga agar hemat waktu, maka semua mahasiswa wajib mengikuti poin tersebut.


Catatan

Mahasiswa wajib mendahulukan untuk mengambil mata kuliah yang tidak lulus. Dilarang mengambil matkul di semester atas apabila ada matkul yang tidak lulus kecuali jumlah SKS matkul yang tidak lulus tersebut ditambah dengan SKS di semester jatah dan di semester atas  tidak lebih dari 20 SKS.

Agar tidak terjadi kesalahan dan kelambatan masa studi, maka mahasiswa wajib mengecek apakah sudah lulus semua matkul di semester bawah pada kurikulum lama dan menghitung jumlah SKS yang sudah lulus. Lalu jumlahkan dengan SKS matkul di semester atas yang belum lulus di kurikulum baru. Apabila totalnya akan tercapai 144 SKS, maka ok. Apabila kurang, misalnya hanya 142 SKS maka mahasiswa wajib mengambil mata kuliah baru atau mata kuliah pilihan 2 SKS atau mata kuliah di kurikulum lama yang belum lulus atau matkul di kurikulum lama yang pada kurikulum baru matkul tersebut berada di semester bawah (misal di semester dua seperti TLTG).

Poin tersebut tidak berlaku untuk angkatan 2021. Total SKS angkatan 2021 adalah 145 SKS. 

2. Mahasiswa TIDAK konversi.

Semua mahasiswa yang tidak konversi (selain alumni SMK Analisis Kimia) seperti SMA negeri dan swasta, SMK negeri dan swasta mengambil matkul secara normal persemester 20 SKS. Boleh mengambil 22 SKS apabila IPK lebih dari 3,50 yang dibuktikan dengan lampiran daftar nilai matkul tersebut (DHS). Lampiran matkul bisa diminta di TU FTSP. 

Demikian untuk dilaksanakan dan selamat belajar kembali di semester genap. Semoga semester baru ini menjadi awal peningkatan ilmu bagi semua mahasiswa. Untuk mahasiswa tingkat akhir, semoga waktu 6 bulan ke depan dapat dimanfaatkan dengan optimal sehingga bisa lulus menjadi Sarjana Teknik pada tahun 2022 ini. *

ReadMore »

2 Maret 2022

Akreditasi Teknik Lingkungan UKRI

Akreditasi Teknik Lingkungan UKRI

Merujuk pada SK BAN PT, Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan memperoleh predikat akreditasi B pada tanggal 28 Desember 2018. Pada tahun itu juga, yaitu bersamaan dengan proses penulisan borang dan LED dan penyiapan laporan serta bukti fisik akreditasi untuk diperiksa pada saat kedatangan asesor, ada perubahan nama kampus UK menjadi UKRI. Oleh sebab itu, semua infrastruktur akademik, terutama nonfisik, akhirnya harus diubah. Perubahan ini memerlukan waktu yang panjang. Pertanggal 8 Februari 2022, dengan masa berlaku sejak 28 Juni 2021, prodi menerima salinan SK akreditasi BAN PT.

Agar mahasiswa dan alumnus, terutama yang berdomisili jauh dari Kota Bandung bisa mendapatkan salinannya, maka SK tersebut dilampirkan di sini. Gunakanlah secara bertanggung jawab kepada negara, pemerintah, almamater, dan agama.*

ReadMore »

22 Februari 2022

Batara Kresna, Kereta Wisata

Batara Kresna, Kereta Wisata

Kereta api khas atau khusus untuk perjalanan wisata tentu tidak banyak. Tidak kurang dari 99% kereta api yang aktif pergi pulang saat ini di Indonesia adalah untuk keperluan bisnis, yaitu kereta api komersial. Di bekas Karesidenan Surakarta ada kereta api khusus wisata tetapi bisa juga dimanfaatkan untuk keperluan dagang, misalnya belanja di Solo lalu dijual di Sukoharjo atau Wonogiri atau sebaliknya. Namanya Batara Kresna. Disebut juga Railbus Batara Kresna. Motto yang ditulis di gerbongnya adalah The Spirit of Java, merujuk pada masa kerajaan yang pernah ada seperti halnya di Yogyakarta. Hanya saja, Solo atau Surakarta adalah pemerintahan daerah tingkat II (kabupaten/kota) sedangkan Yogyakarta adalah pemerintahan tingkat I (provinsi) dengan kekhasan sebagai Daerah Istimewa (seperti Aceh).

Gerbong Batara Kresna berisi 24 kursi yang dibagi menjadi dua segmen. Satu segmen berisi 12 kursi berhadapan dengan 12 kursi di segmen depannya. Setiap segmen berisi enam kursi di sektor kiri dan enam kursi di sektor kanan. Ada dua kursi perbaris persektor atau empat kursi perbaris persegmen. Totalnya tiga baris persegmen atau enam baris pergerbong (dua segmen). Tersedia 24 kait pegangan khusus untuk penumpang yang berdiri: 12 kait persegmen. Pintunya diletakkan di tengah gerbong di sisi kanan dan kiri, berbeda dengan gerbong kereta komersial yang pintunya berada di dua ujung gerbongnya. Gerbong dilengkapi dengan pengondisi udara (Air Conditioner: AC) sehingga terasa dingin; 22-23 derajat Celcius. Dinding kacanya bersih sehingga penumpang dapat melihat desa, kampung, jalan raya, jalan setapak, sungai, gunung, awan khas bertengger di atas bukit, dan sawah serta kebun. Semua pemandangan selama perjalanan tampak jelas dari dalam gerbong.

Gerbong berjumlah tiga buah sehingga total kursi penumpang adalah 24 x 3 = 72 kursi. Kait pun berjumlah 72 buah sehingga total jumlah penumpang yang bisa diangkut adalah 144 penumpang dengan asumsi semua penumpang naik dari Purwosari dan turun di Wonogiri. Apabila ada penumpang turun di stasiun Pasarnguter atau Sukoharjo dan ada penumpang yang naik di stasiun tersebut maka jumlah penumpang bisa bertambah. Harga tiket Rp4.000, jauh dekat. Potensi penghasilan dari penjualan tiket adalah 144 x 4.000 = 576.000. Angka ini adalah untuk kereta yang penuh penumpang duduk dan berdiri. Tetapi sehari-hari ternyata tidak penuh. Bahkan pada masa pandemi Covid-19 jumlah penumpang sangat sedikit. Tidak lebih dari 10 orang per gerbong pertrip. Tentu dibutuhkan subsidi dari PT KAI atau mungkin subsidi dari pemerintah daerah (Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri) untuk operasional harian dan perawatan rutin lokomotif dan gerbong serta untuk gaji pegawainya.



Ada tiga stasiun antara Purwosari dan Wonogiri tempat berhenti Batara Kresna, menaikkan dan menurunkan penumpang. Stasiun pertama, apabila perjalanan dimulai dari Solo adalah stasiun Solo Kota (Ini stasiun kecil. Gedungnya mungil. Stasiun selanjutnya adalah Sukoharjo (98 m) . Ini pun mungil. Yang ketiga adalah Pasarnguter (Pasar Nguter). Semuanya stasiun kecil. Begitu juga Wonogiri, termasuk stasiun kecil. Sedangkan Purwosari adalah stasiun sedang, kelasnya di bawah stasiun Solo Balapan. Sebetulnya ada satu stasiun lagi, yaitu stasiun Baturetno. Semua stasiun tersebut, termasuk relnya tentu saja, dibangun pada masa pramerdeka. Pada masa penjajahan Belanda.

Semua stasiun dan depo (bengkel) serta relnya disiapkan pada awal abad ke-20, termasuk Baturetno. Stasiun Baturetno dibangun pada dekade 1920-an. Bekas stasiun Baturetno masih ada tetapi sebagian relnya sudah tenggelam, diairi oleh air waduk Gajah Mungkur pada tahun 1978. Ada relnya yang berujung di tepi air waduk tersebut. Apabila ujung rel ini dibangun stasiun kecil maka waduk Gajah Mungkur bisa dijadikan objek wisata yang mudah dikunjungi oleh pelancong dari Solo dan sekitarnya dengan manaiki Batara Kresna. Tetapi ini perlu kajian ekonomi yang lengkap karena biaya investasi pembuatan stasiun dan rehabilitasi rel lama serta pembebasan rel dari penduduk yang membangun rumah, toko, warung, dll tidaklah mudah dan bisa menimbulkan masalah sosial yang berekses pada persolan politik.

Jenis wisata apa yang bisa ditawarkan di Gajah Mungkur? Ini tentu bisa dipelajari dari wisata-wisata di daerah yang memiliki waduk sejenis. Begitu pula kajian perihal kondisi pertanian di Sukoharjo dan Sragen yang airnya berasal dari waduk tersebut. Apakah terganggu? Bagaimana dengan air baku PDAM yang berasal dari waduk itu juga? Tentu banyak aspek yang mesti dipertimbangkan untuk mewujudkan wisata air di Gajah Mungkur sekaligus wisata-wisata lainnya di Sukoharjo atau di Pasarnguter dan sekitarnya. Sinergi tiga pemerintahan daerah tersebut diperlukan untuk menghasilkan perbaikan ekonomi masing-masing dengan memanfaatkan Batara Kresna. Sayang sekali apabila aset yang tersedia ini tidak dioptimalkan. Minimal aset ini mampu membiayai dirinya seindiri.

Pada saat ini Batara Kresna hanya aktif pada siang hari, antara pk. 06.00 hingga 12.00 WIB. Waktu tempuh Purwosari-Wonogiri sekitar 1 jam 45 menit. Apabila berangkat dari Purwosari pukul 06.00 maka tiba di Wonogiri pada pk. 07.45. Kemudian pada pk.08.00 berangkat lagi ke Purwosari, tiba pada pk. 09.45. Pada pukul 10.00 berangkat lagi ke Wonogiri, tiba pk. 11.45 dan pada pk. 12.00 kembali lagi ke Purwosari. Kereta lantas istirahat, dibersihkan, dicek keamanan dan kenyamanannya agar bisa berangkat lagi esok hari. Seperti kereta lainnya, Batara Kresna juga berangkat tepat waktu. Tetapi Batara Kresna sampai di tujuan juga tepat waktu karena satu-satunya kereta yang lewat di jalur rel tersebut.

Apabila dibandingkan dengan naik bis atau mobil atau motor, maka waktu tempuh Batara Kresna memang lama. Sedangkan bis hanya sejam kurang lebih. Naik mobil bisa lebih cepat lagi. Naik motor mungkin sekira sejam juga atau lebih sedikit. Kereta ini sengaja berjalan pelan agar penumpangnya bisa menikmati alam yang terhampar di sepanjang relnya. Hijau royo-royo, sedap dipandang mata apalagi dilihat dari gerbong ber-AC. Di luar gerbong tentu panas. Tetapi cuaca panas di Wonogiri masih terasa cukup sejuk karena ada hembusan angin yang berisi uap air dari evaporasi air waduk Gajah Mungkur. Oksigen juga banyak karena dikitari oleh bukit yang ditumbuhi oleh pohon jati dan pohon kayu lainnya.


Dua foto di atas adalah untaian kepulan memanjang awan seputih kapas di perbukitan yang mengitari Wonogiri. Wono = hutan, Giri = gunung atau bukit. 

Oleh sebab itu, kalau datang ke Solo, sempatkan beli oleh-oleh khas Wonogiri di pasar Kota Wonogiri yang berada di belakang stasiun. Apabila ada waktu, misalnya sampai di Wonogiri pada pk.08.00 maka bisa juga berkunjung ke waduk Gajah Mungkur, menikmati kuliner ikan bakar. Bisa sewa angkuta di terminal sebelah pasar atau naik taksi online. Tetapi ingat segera ke stasiun lagi untuk kembali ke Solo pada pk.12.00. Kecuali kalau ingin menginap di hotel di sekitar pasar, mengalami semalam di Wonogiri, juga bagus. Sorenya bisa melihat sunset dan warna kemerahan sinar mentari di atas Gunung Gandul yang tampak jelas dari areal kota Wonogiri. 

Gunung Gandul adalah sebutan untuk bukit batu yang menyembul berbentuk segitiga di barat stasiun dengan arah sekitar 265 derajat. Banyak monyet di hutan bukit batu tersebut. Juga burung. Di bawahnya ada Kampung Cubluk dan Bauresan. Stasiun berada di Bauresan. Di sekitar kaki bukit Gandul di Bauresan masih bisa dilihat gudang dan depo kereta pada masa lalu. Bekas relnya juga masih ada. Di sebagian lahannya kini berdiri permukiman dan masjid Al Ikhlas. Di halaman masjid al Ikhlas ini masih tampak tower air dan sumur dengan perpipaan yang berkarat.

Demikian info tentang Batara Kresna, sebuah kereta api wisata antara Solo dan Wonogiri.*

ReadMore »

16 Februari 2022

UKRI Menerima Maba 2022

UKRI Menerima Mahasiswa Baru 2022

Berawal pada 15 Agustus 1985, di sebuah dataran tinggi di Bandung, yaitu Rancabentang, berdiri perguruan tinggi bernama Institut Teknologi Adityawarman (ITA). Kampus ini didirikan oleh Yayasan Budhi Dharma Pradesa di bawah pimpinan Prof. Dr. Judistira Garna. Pada tanggal 23 Oktober 1991 beralih ke Yayasan Pendidikan Kebangsaan yang diketuai oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Beliau adalah ayah Pak Prabowo Subianto. 

Sesuai dengan namanya, yaitu institut teknologi, maka pada waktu itu fakultas yang ada hanya fakultas teknik dan jurusan teknik. Seiring dengan perjalanan waktu berkembang pula fakultas dan jurusan non-teknik sehingga Yayasan Pendidikan Kebangsaan (YPK) di bawah ketuanya Bapak Letjen. TNI (Purn.) Prabowo Subianto berketetapan untuk menamainya Universitas Kebangsaan (UK) pada tahun akademik 2001/2002. Mengikuti spirit kebangsaan yang diemban oleh UK akhirnya pada tahun 2018, pada masa Rektor dijabat oleh bapak dr. Boyke Setiawan (alm.) juga atas pertimbangan Ketua YPK (Pak Prabowo) maka UK diubah menjadi UK Republik Indonesia atau UKRI.

Pengurusan perubahan nama lantas dilanjutkan oleh rektor baru pengganti Pak Boyke, yaitu bapak Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad. Kelengkapan administratif perubahan nama dilakukan terus oleh para wakil rektor, baik ke Kemendikbud maupun Kemenkumham. Sampai akhirnya SK perubahan tersebut resmi diterima oleh kampus pada tahun 2021. Hampir tiga tahun diperlukan waktu untuk perubahan nama UK menjadi UKRI. Berbagai perubahan pun sedang berlangsung, mulai dari website, Sister, Simlitabmas, BKD-LKD dosen, sertifikasi dosen, dll.

Selain perubahan nama, kampus juga berubah jumlah fakultas dan prodinya. Pada tahun 2018 bertambah Fakultas Ekonomi. Rincian fakultas dan program studi yang ada di UKRI adalah:

1. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
            a. Arsitektur   
            b. Teknik Lingkungan
2.  Fakultas Teknologi Industri
            a. Teknik Elektro
            b. Teknik Mesin
            c. Teknik Industri
3. Fakultas Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
            a. Teknik Informatika
            b. Sistem Informasi
4. Fakultas Sastra dan Sosial
            a. Sastra Inggris
            b. Ilmu Komunikasi
5. Fakultas Ekonomi
            a. Manajemen

Semua fakultas dan program studi berada di satu tempat. Berlokasi di kota, dekat dengan bursa buku Palasari. Luas lahan sekitar 7.800 m2 dengan gedung berlantai satu, dua dan tiga. Dosen berpendidikan S2 dan S3, berjabatan fungsional.

Setiap prodi memiliki himpunan mahasiswa masing-masing dan mahasiswa aktif dalam kegiatan internal, ekternal sesama prodi di Indonesia dan eksternal dengan masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang ilmunya masing-masing. Semoga ini bisa menjadi salah-satu bentuk MBKM: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan tentu saja perlu ditingkatkan lagi. Kaizen, perbaikan menerus, continuous improvement. Even the best can be improved.

Terlampir adalah salah-satu video kegiatan UKRI. Pada tahun 2022 ini, mulai Februari ini, UKRI sudah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk semua prodi, baik kelas Reguler A maupun kelas Reguler B. Tersedia beberapa jenis beasiswa yang dapat ditanyakan langsung ke kampus (LPMB) perihal tatacara dan persyaratan untuk memperoleh beasiswa tersebut. 

ReadMore »