• L3
  • Email :
  • Search :

16 September 2018

LAPITEK UKRI

L A P I T E K
Melayani Bangsa Untuk Berbakti

Pendahuluan
LAPITEK UKRI adalah lembaga internal kampus yang memberikan layanan ilmu dan teknologi untuk kalangan eksternal, baik pemerintah pusat, daerah maupun kalangan swasta nasional dan internasional. LAPITEK UKRI memberikan jasa konsultansi, pelatihan dan penerapan ilmu dan teknologi berbasis teknologi tepat guna di masyarakat. Kerjasama dengan parapihak tersebut dilaksanakan oleh dosen-dosen di semua program studi yang ada di UKRI dan didukung oleh fasilitas laboratorium dan studio di prodi masing-masing.

V i s i
Menjadi perusahaan berwawasan kebangsaan yang kompetitif di Indonesia pada tahun 2025.

M i s i
1. Melayani pemerintah pusat, daerah, dan swasta nasional dan internasional dalam penerapan ilmu dan teknologi tepat guna di masyarakat.
2. Membangkitkan masyarakat untuk menerapkan ilmu dan teknologi tepat guna mulai skala rumah tangga hingga skala kota.

Layanan
LAPITEK UKRI memberikan layanan kepada pemerintah pusat, daerah dan swasta nasional dan internasional dalam tiga kegiatan:
1. Jasa Konsultansi
Lingkup kegiatannya adalah kajian (studi), survey, perencanaan (planning), perancangan (designing).
2. Pelatihan
Semua prodi di UKRI memberikan layanan pelatihan yang dibutuhkan oleh pemerintah pusat, daerah, perusahaan swasta nasional dan internasional, atau kelompok masyarakat (ormas dan LSM). Bentuk kegiatan antara lain seminar, lokakarya, workshop, pelatihan in-house.
3. Teknologi Tepat Guna
Melayani perencanaan rinci dan penerapan teknologi di lapangan yang diminta oleh pemerintah pusat, daerah, dan perusahaan swasta atau badan usaha. Lingkupnya adalah semua jasa dan produk yang dihasilkan oleh semua prodi di UKRI.
BIDANG ARSITEKTUR
Prodi Arsitektur: melayani perencanaan, perancangan gedung perkantoran, perdagangan, rumah, kawasan permukiman, dan landscaping.

PENGALAMAN PROJEK
1. DED (Detail Engineering Design) perencanaan RSUD Cideres Kabupaten Majalengka 2014
2. DED (Detail Engineering Design) Perencanaan Pasar Tradisonal Margahayu Kabupaten Bandung 2014.
3.  DED (Detail Engineering Design) Perencanaan Pasar Tradisonal Baleendah Kabupaten Bandung 2014.
4. Pra Rancangan Perencanaan Hotel Pondok Bambu Jakarta tahun 2014 .
5. Pra Rancangan Perencanaan Hotel Sutan Raja Pekan Baru tahun 2014
6. Rancangan Villa Rosita Dewi Kec. Babakan Madang Sentul Kota Bogor tahun 2015.
7. DED (Detail Engineering Design) Perencanaan dan pengawasan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Amuntai Kalimantan Selatan 2015.
8. DED (Detail Engineering Design) Perencanaan Gedung Kantor DISKOMINFO Kab. Bekasi 2015.
9. DED (Detail Engineering Design) Perencanaan GUEST HOUSE KOPEGTEL Kantor Pusat tahun 2016 Jl. Merak No. 5 Bandung
10. Gedung Gallery Latihan Kerja Villa Bandung Indah Komplek DPR-C11 Kec. Cileunyi Kulon Kab. Bandung 2016.

BIDANG TEKNIK LINGKUNGAN & SANITASI
     i. Air Minum.
   Melayani perencanaan penyediaan air minum (PAM: sistem transmisi – distribusi dan instalasi pengolahan), pelatihan pengelolaan air minum isi ulang, pembuatan instalasi air minum isi ulang, pembuatan filter air minum skala rumah tangga.

     ii. Air Limbah dan Air Hujan
    Perencanaan penyaluran air limbah (PAL: sistem koleksi dan instalasi pengolahan) domestik dan pabrik, studi dan perencanaan WC, MCK, IPAL Komunal, pemberdayaan masyarakat dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Open Defecation Free (Bebas BAB Sembarang), pembuatan septic tank ramah lingkungan, perancangan drainase permukiman, instalasi penangkap dan pengolah air hujan.
    
     iii. Sampah.
     Perencanaan transportasi dan Tempat Pengolahan Akhir persampahan, penyusunan SOP pengelolaan sampah di TPA, studi dan penyiapan SOP limbah Berbahaya dan Beracun pabrik dan pelabuhan.

     iv. Studi AMDAL, UKL – UPL, instalasi plambing air minum, air limbah, dan ventilasi gedung yang dilengkapi IPAM dan IPAL, Keselamatan Kesehatan Kerja.

PENGALAMAN PROJEK
1. Penyusunan SOP Limbah di Pelabuhan Tanjung Priok, 2017.
2. Masterplan Persampahan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, 2016.
3. Manajemen Persampahan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 2016.
4. Pekerjaan TPPAS (Pemrosesan Sampah) Regional Bekasi, Karawang Purwakarta, Dinas Tata Ruang - Permukiman, Jawa Barat, 2015
5. Penataan Kawasan Kumuh di Kota Bekasi, 2015
6. Perencanaan IPAL Terpusat RSUD Majalengka, 2014.
7.  Evaluasi Sistem Penyediaan Air Minum RSUD. Majalengka, 2014.
8. Pelatihan Manajemen Air Minum, Pusbin KPK , Kementerian Pekerjaan Umum, 2013.
9.  Bantuan Teknis Pendampingan Operasional TPA di Wilayah Barat Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan), 2013
10. Rencana Induk Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) di Sausapor, Kab. Tambrauw, Papua Barat, 2012.

BIDANG TEKNIK ELEKTRO

JASA KONSULTAN
A. BIDANG TELEKOMUNIKASI MULTIMEDIA
     1. Applications For Mobile Communication
     2. Smart City, Smart Village, Smart Community Applications
     3. Cyber, Security And Biometrics  Systems
     4. Radio Communication System
B. ELEKTRONIKA INDUSTRI
     1. Industrial Control System Based On PLC and SCADA
C. BIDANG KELISTRIKAN / POWER
     1. Electric Power Generation
     2. Electrical Machines and Drive System
     3. Alternative Energy and Renewable Energy

PELATIHAN
A. BIDANG ELEKTRONIKA INDUSTRI
     1. Basic Electronics
     2. PLC System, Operation and Programming
B. BIDANG KELISTRIKAN POWER
     1. Power Electronics, Converters, Application And Design
     2. Sistem Instalasi Dan Proteksi Jaringan Tenaga Listrik
     3. Electric Motor: Operation, Mintenance & Trouble Shooting
     4. Power Plant Operator Training Use Simulator
     5. Basic Electrical

TEKNOLOGI TEPAT GUNA
     1. Detail Planning and Designing of Microhydro Electric Generation
     2. Supervision of Instalation  for Microhydro
     3. Detail Planning and Designing of Photovoltaic Cells
     4. Supervision of Instalation Photovoltaic Cell
     5. Design and Implementation of Smart Village and Smart Community

BIDANG TEKNIK INDUSTRI
       1. Bidang Produksi dan Operasi
       2. Bidang Engineering
       3. Bidang PPIC/Gudang (Warehouse)
       4. Bidang SHE (Safety, Health, and Environment)
       5. Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
       6. Bidang Pemeliharaan (Maintenance)
       7. Bidang Perencanaan Biaya dan Cost Control Engineer
       8. Bidang Pengendalian Mutu (Quality Control)
       9. Bidang Sistem Informasi
       10. Bidang Purchasing
       11. Bidang Marketing
       12. Bidang Logistik (Supply Chain Management, SCM)
       13. Bidang Industri Perbankan dan Asuransi
       14. Bidang Konsultasi Manajemen
       15. Bidang Spesialisasi Teknik Industri
       16. Bidang R & D
       17. Entrepreneur
       18. Bidang pendidikan (dosen/peneliti)

Begitu pula prodi lainnya memiliki layanan jasa masing-masing seperti Prodi Teknik Mesin, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Sastra Inggris, Sastra Arab, Ekonomi Manajemen.
ReadMore »

3 Juli 2018

Dari Sungai Menuju Gelas, CITARUM HARUM

Dari Sungai Menuju Gelas[1]
Gede H. Cahyana


“Kalau ada Ciletuh Geopark, maka boleh juga kita kukuhkan
Citarum Ecopark atau Citarum Waterpark.”

Masa berganti, musim berlalu, kini Citarum semakin harum. Tidak hanya media massa lokal yang mengupas, tetapi juga media cetak ibukota dan daerah. Luasnya sebaran kata Citarum harum ini tentu bukan makna harfiahnya. Sebab, hingga tahun 2018 sengatan bau amoniak, bau belerang akibat asam sulfida (seperti bau di Gunung Tangkubanparahu), bau selokan saat kemarau dan airnya yang keruh selama musim hujan sudah menjadi rahasia umum. Warga yang tinggal di sepanjang bantarannya sudah tahu perihal “harumnya” itu. Lantas, mungkinkah makna leksikal harum bisa disematkan kepada Citarum?

Air (H2O) atau hidrogen oksida adalah senyawa kimia yang luar biasa, kata Sir Hugh Fish (1992). Struktur elektronnya berpengaruh pada sifat fisika – kimia air sehingga menjadi pelarut segala, the universal solvent atau cairan kehidupan, the liquid of life. Sifatnya ini juga yang menyebabkan air menjadi kaya zat pencemar. Lantaran ini juga air menjadi material “sakral” (dalam tanda kutip). Tingginya kesakralan air tampak dari ungkapan tirtha nirmala, tirtha kamandalu, amrta njiwani (Sansekerta), maaul hayat (Arab), nectar-ambrosia (Yunani), the elixir of life (Inggris), air suci (Indonesia). Sebagai contoh ialah Sungai Gangga di India. Dalam ritual Kumbh Mela yang dipadati oleh 30-an juta orang, Gangga dimuliakan, bahkan diberi 108 nama-nama indah.

Vandana Shiva (2003) mengutip pernyataan Dr. F. C. Harrison. “Menurut fakta yang janggal, yang belum pernah dijelaskan secara memuaskan, adalah begitu cepatnya (tiga sampai lima jam) kuman kolera mati di Sungai Gangga. Ketika seseorang mengingat banyaknya kotoran yang dibuang para penduduk, yang sering merupakan penderita kolera, dan ribuan penduduk yang mencebur ke sungai, tampak sungguh luar biasa bahwa kepercayaan orang Hindhu, bahwa sungai ini memiliki air yang murni dan tidak bisa tercemar dan mereka bisa dengan aman meminum airnya dan mandi di dalamnya, bisa dibuktikan dengan alat penelitian bakteriologi modern”. Tak heran, lanjut Shiva, masyarakat India begitu sayang kepada Sungai Gangga. Betapa orang India menghargai sungainya. Bagaimana dengan Citarum, adakah jejak historis penghormatan kepadanya?

Dokumen Historis
Bersinonim dengan kata rekonstruksi, rehabilitasi, reparasi, kata restorasi dipilih karena dikaitkan dengan fungsi storasi (storage) yang bermakna penyimpanan air untuk kebutuhan mendatang. Air harus disimpan, distorasi, diawetkan untuk kebutuhan masa depan. Adapun makna luasnya ialah pengembalian ke masa lalu ketika kesetimbangan ekologis Citarum masih terjaga. Parapihak harus merujuk ke masa lalu dengan membuka kembali dokumen historis Citarum, khususnya yang berkaitan dengan pertanian, perhutanan, perkebunan, pengairan, perairminuman, perairlimbahan, persampahan, perikanan, perlistrikan, dan kalau ada, pelayaran (rakit bambu pada masa dulu).

Membedah dokumen historis akan memberikan akurasi jejak kualitas, kuantitas dan peruntukan air Citarum kepada orang yang mempelajarinya, mulai dari warga setempat, murid, guru, mahasiswa, dosen, peneliti. Evaluasi catatan masa lalu ini bisa digunakan dalam perencanaan dan proyeksi kualitas, kuantitas, dan peruntukan pada masa mendatang. Upaya membaca kembali data dan peta Citarum masa lalu akan memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga diharapkan menimbulkan perencanaan dan perancangan yang lengkap, lugas, dan tegas. Adakah contoh dokumen historis yang menjadi jejak dalam rekonstruksi daerah aliran sungai dengan hasil yang dinyatakan baik atau good practice?

Pemerintah dan parapihak bisa mempelajari contoh pengelolaan sungai dan lembah bantaran sungai di negara lain, misalnya Tennessee Valley Authority (TVA) (Wikipedia, 2018). Kehadiran otoritas ini ditandatangani oleh Presiden Franklin D. Roosevelt tahun 1933 untuk meluaskan pemanfaatan sungai di bidang pertanian, industri, dan niaga. Meskipun awalnya bergolak secara sosial politik, namun kebijakan ini berdampak positif karena mampu memahami kejadian masa lalu dalam rangkaian jejak historis dan memahami kebutuhan masa yang akan datang dalam visi yang kongkrit berupa perencanaan (planning) dan perancangan (designing) dengan mengutamakan manfaat terbesar diterima oleh warga sekitar sungai.

Citarum pun memiliki jejak sejarah. Satu di antaranya adalah slogan rehabilitasi kualitas air akibat limbah kegiatan manusia. Tidak hanya limbah domestik, industri, dan pertanian yang mencemari Citarum tetapi juga dari cemaran vulkanik seperti Gunung Tangkubanparahu dan Kawah Putih. Inilah sumber riil polutan di Citarum. Merujuk ke jejak historisnya, perang melawan polusi sudah diprakarsai oleh Masyarakat Cinta Citarum (MCC) dan Program Kali Bersih (Prokasih) yang menjadi saksi sulitnya membersihkan Citarum. Hadir pula Gerakan Cikapundung Bersih (GCB) sebagai sungai yang “muaranya” di Citarum. Berikutnya ialah Gerakan Citarum Bergeutar [bersih, geulis (Sunda: cantik), lestari] (Cahyana, G. H, 2004).

Lantas muncul program Cita Citarum (2010). Jejak historis terakhir (2014 – 2017) ialah Gerakan Citarum Bestari yang menumbuhkan tidak kurang dari 120 Ecovillage. Sampah mulai berkurang, minimal di sektor yang dikelola Ecovillage, namun kualitas airnya masih buruk meskipun masih bisa diolah menjadi air yang lebih jernih dengan Gutertap (Gugus Filter Multitahap). Pada tahun 2016 Rosalina dan Cahyana meneliti pengolahan air Citarum menggunakan Gutertap dengan dana hibah dari BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat. Kekeruhan Citarum pada saat penelitian yang mencapai 1.200 NTU (Nephelometric Turbidity Unit) bisa diturunkan hingga 25 NTU, dengan efisiensi 98%. Sebagai pembanding, kekeruhan air minum kurang dari 5 NTU (Cahyana, G. H, 2016).

Jejak selanjutnya adalah kuantitas. Kuantitas pohon di hulu Citarum menyusut sehingga lahan kritis mencapai 80 ribu hektar. Kuantitas awal mata air 300 unit tetapi sisanya sekarang 144 unit. Ada ungkapan bahasa Sunda: leuweng ruksak, cai beak, manusa balangsak: hutan gundul, air habis, manusia menderita. Akibatnya, kuantitas air Citarum juga susut. Data Puslitbang Sumber Daya Air (2017), debit normal air Citarum 41 meter kubik/detik. Debit saat hujan 578 meter kubik/detik, dan pada musim kemarau hanya 2,7 meter kubik/detik. Ini menimbulkan banjir saat hujan dan kekeringan waktu kemarau sehingga gagal panen padi, reduksi daya PLTA Saguling, sampah mencapai 20.000 ton/hari, air limbah 340.000 ton/hari dari 1.900-an industri, termasuk limbah berbahaya dan beracun dari pabrik tekstil. Padahal Citarum digunakan untuk perikanan, irigasi sawah, dan air baku untuk air minum 80% warga DKI Jakarta.

Sebuah foto Sungai Citarum pada musim hujan ditampilkan pada Gambar 1. Tampak sampah .... 

Naskah lengkap dan foto-foto bisa diunduh di SINI.. 




[1] Pemenang lomba Writingthon Dikti 2018, Indonesia Untuk Citarum Harum, Kemenristekdikti Bitread Publishing, 2018
ReadMore »

8 Juni 2018

Cara Menulis ABSTRAK

Cara Menulis Abstrak
Oleh Gede H. Cahyana

Tugas Akhir (TA), seperti tersirat dan tersurat pada namanya, adalah tugas kuliah yang dikerjakan oleh mahasiswa pada bagian akhir dari kuliahnya dengan beban minimal 6 SKS dalam bentuk skripsi (naskah) atau karya lainnya (lukisan, patung, model, dll) yang diujikan di depan dewan penguji pada sidang sarjana. Dengan demikian, semua syarat dan karakteristik karya ilmiah harus ada di dalam TA tersebut. Satu di antaranya adalah Abstrak. Lantas, apa maknanya dan bagaimana cara menuliskannya?

What is an abstract?
An abstract is one-paragraph summary of a reseaach project. Abstracts precede papers in research journals and appear in programs of scholarly conferences. In journals, the abstract allows readers to quickly grasp the purpose and major ideas of a paper and lets other researchers know whether reading the entire paper will be worthwhile. In conferences, the abstract is the advertisement that the paper deserves the audience's attention. (dikutip dari ucdavis.edu). 


Abstrak adalah ringkasan makalah atau ringkasan TA dalam satu paragraf. Karena berupa ringkasan, maka isinya mencakup semua isi makalah atau ringkasan TA, baik TA penelitian maupun TA perancangan (desain). Saripati Bab Pendahuluan, Studi Kepustakaan, Metodologi, Hasil – Pembahasan, dan Kesimpulan dihadirkan di dalam Abstrak. Intisari atau bagian terpenting dari setiap bab tersebut dimasukkan ke dalam Abstrak. Upayakan satu atau dua kalimat dengan maksimum 15  kata per kalimat. Menurut Abdullah, M (2018), Abstrak terdiri atas empat bagian, yaitu 1) Pendahuluan, 2) Apa yang dikerjakan, 3) Apa yang dihasilkan, 4) Penutup atau dampak. Tampak bahwa struktur Abstrak serupa dengan struktur makalah atau TA (khususnya penelitian). Yang TA desain juga mengikuti pola tersebut dengan tambahan bab Gambaran Umum Daerah Studi, Kriteria Desain, dan RAB.

Berkaitan dengan Pendahuluan dan Penutup pada naskah Abstrak, banyak penulis makalah (artikel ilmiah) yang meniadakannya. Artinya, boleh tidak ditulis. Namun sebaiknya ditulis minimal dengan satu kalimat yang mewakili bab tersebut. Adapun bagian “apa yang dikerjakan, dilakukan, dilaksanakan” adalah ringkasan dari Metodologi (Materials & Methods). Tulislah dengan satu atau dua kalimat yang meringkas metode atau cara pelaksanaan percobaan (eksperimen). Bagian “ apa yang dihasilkan” adalah ringkasan dari Hasil dan Pembahasan. Tulislah hasil yang utama (intisari) dalam makalah atau laporan TA. Hasil utama ini menjadi kekuatan dalam penelitian yang sudah dilaksanakan.

Apabila hasil penelitiannya banyak, bagaimana cara menuliskannya? Caranya adalah dengan mengubah susunan kalimat sehingga lebih ringkas dan tetap berisi materi yang banyak tersebut. Tahap ini perlu diulang-ulang sampai diperoleh kalimat yang tepat dan lengkap, menjadi representasi uraian yang panjang. Substansi hasil penelitiannya terbaca jelas dengan kalimat yang lain. Cara penulisan seperti ini dapat menghindarkan diri dari plagiasi atau persentase kemiripannya bisa sekecil-kecilnya, di bawah 15% apabila dicek dengan software pengecek plagiat. 

Yang terakhir adalah bagian Penutup. Bagian ini adalah ringkasan Kesimpulan. Isinya bisa satu atau dua kalimat yang menyatakan dampak penting dari penelitian. Dampak ini bisa di bidang ekonomi, sosiologi, politik, teori baru, materi ilmu dan teknologi terkait, pendidikan, dll. Bisa juga dilengkapi dengan kelebihan (keunggulan) dan kekurangan (keburukan) metode penelitian. Termasuk kemungkinan pengembangan ilmu dan teknologi di masa depan pada bidang penelitian yang sudah dilaksanakan.

Tampak bahwa Abstrak memiliki peran sangat penting dalam karya ilmiah, baik berupa makalah maupun laporan Tugas Akhir. Formatnya memang pendek atau ringkas tetapi isinya harus bernas. Agar bernas maka “isi” yang akan disampaikan harus dipikirkan serius dan “tulis dengan kalimat yang tepat dan lengkap”. Kalau diibaratkan dengan rumah, maka Abstrak adalah pintu gerbang masuk ke dalam rumah (makalah atau laporan TA). Sedangkan judul adalah plank nama dan nomor rumah tersebut. Judul adalah eye catcher, seperti orang melihat nama dan nomor rumah. Judul adalah mikroabstrak. Apabila judulnya menarik, maka peminat akan langsung masuk ke pintu atau Abstrak. Jika isinya sesuai dengan yang dibutuhkannya, maka mereka akan membaca seluruh isi naskah makalah atau laporan TA. 

Catatan akhir, meskipun diletakkan di bagian depan, setelah judul, tetapi penulisan Abstrak bisa dilaksanakan dengan baik dan benar apabila seluruh komponen naskah di dalam makalah atau laporan TA sudah tuntas ditulis. 


Let's try to write an Abstract, try again, and try again every time you can build your spirits and imaginations to have the best reason for your graduation day as soon as possible. You can be success like the others... 


Daftar Pustaka
1. Abdullah, Mikrajuddin, Tuntunan Penulisan Makalah Untuk Jurnal, Penerbit FMIPA ITB, 2018.
ReadMore »

30 Mei 2018

Sekilas Cara Menulis Tugas Akhir

Sekilas Cara Menulis Tugas Akhir
Oleh Gede H. Cahyana

BAB 1 Pendahuluan
Sesuai dengan namanya, Pendahuluan ini adalah bagian awal dari badan Tugas Akhir (TA). Isinya fokus pada latar belakang atau yang melatari penelitian ini dilaksanakan. Apa saja yang menyebabkan penelitian ini diadakan? Tulislah sebab-sebabnya dalam satu atau dua alinea. Hal ini biasanya berkaitan dengan “ada hal yang menarik dan bermanfaat” dalam tema penelitian. Bahaslah hal menarik ini di bagian awal Pendahuluan, yaitu hal-hal yang sifatnya umum. Agar mudah menulis bagian awal ini, maka bacalah banyak-banyak jurnal ilmiah yang membahas tema (judul) yang akan diteliti. Sebaiknya jurnal ilmiah yang terbaru atau lima tahun terakhir dalam bidang Teknik Lingkungan. Dapatkanlah “hal-hal yang menarik dan bermanfaat” di dalamnya.


Dari jurnal ilmiah tersebut lantas disarikan tentang “posisi perkembangan ilmu yang akan diteliti dan pemahaman para ahli di bidang tersebut”. Baca dan kaji lagi semua artikel ilmiah dan TA yang berkaitan dengan tema (judul) penelitian, baik tulisan sendiri (kalau sudah pernah menuliskannya) maupun tulisan orang lain. Setelah menelaah artikel dan TA tersebut akan diperoleh beberapa kesimpulan tentang masalah yang belum diperoleh jawaban atau solusinya atau belum optimal hasilnya. Masalah inilah yang harus diidentifikasi dan akan dicari jawabannya dengan cara penelitian. Akan lebih mudah memperoleh “masalah” apabila kita membaca banyak-banyak artikel ilmiah yang tema (judul) hampir sama. Yang sering dinyatakan sebagai “masalah” dalam penelitian adalah “proses yang butuh waktu lama”, “biaya mahal”, “sulit diterapkan/digunakan”, “material/bahan bahaya bagi manusia dan/atau lingkungan”, “material jarang atau sulit diperoleh”, “belum ada kesesuaian dengan teori yang ada”, "belum bisa luas diterapkan", “metodologi berbelit”, “sulit direproduksi”, dan seterusnya.

Dengan rincian masalah tersebut maka dibuatlah usulan untuk mendapatkan solusi atau jawaban atau penyelesaiannya. Tulislah hal-hal yang akan dilaksanakan untuk menjawab masalah yang sudah diidentifikasi tadi. Misalnya, tulislah alat yang akan dibuat, apakah berupa bioreaktor, kemireaktor, filter dan jenis-jenisnya atau yang lainnya (ini berupa narasi saja tapi gambar dan skema dimasukkan di Bab Metodologi). Bisa juga rencana survey ke lapangan apabila penelitian berkaitan dengan kondisi lapangan (udara, air, tanah dll). Semua upaya ini adalah untuk memperoleh jawaban (solusi) terhadap masalah yang sudah diperoleh tadi. (The main questions are: why did you do the work? And what is its purpose?)

Bab 2 Studi Kepustakaan
Sesuai dengan namanya, bab ini berisi teori tentang tema (judul) penelitian dari jurnal ilmiah, buku teks, website, blog, dari media massa, atau media sosial yang semuanya harus bisa dilacak keabsahannya. Ada URL atau permalink-nya dan diberi keterangan kapan diunduh. Mulailah dengan tulisan bersifat umum tentang tema penelitian. Susunlah menjadi subbab-subbab yang logis secara deduktif, yaitu umum ke khusus. Setiap subbab dilengkapi dengan sumber pustaka berupa jurnal ilmiah (usahakan yang terbaru atau lima tahun terakhir di bidang Teknik Lingkungan). Pelajari tata-kutipnya, yaitu (nama belakang penulis, tahun terbit). Tetapi jurnal yang lama juga boleh saja asalkan memang betul dibutuhkan lantaran ada materi yang perlu diambil (dikutip) dari jurnal lama tersebut, apalagi kalau menjelaskan perihal aspek sejarah sebuah teori atau rumus. Penulisan subbab-subbab dalam Studi Kepustakaan ini boleh mengacu pada penulisan yang ada di buku teks tentang materi penelitian tersebut atau bisa juga mengikuti pola yang ditulis di artikel ilmiah (jurnal ilmiah) yang dijadikan rujukan. Pola penulisan fleksibel dan sangat bergantung pada gaya atau style penulis (peneliti).

Setiap alinea yang ditulis dan berisi sumber data atau kutipan, maka wajib ditulis sumbernya, baik berupa buku teks, jurnal ilmiah, atau manuskrip lainnya. Dilarang copy-paste karena bisa terdeteksi sebagai plagiasi. Sekarang setiap dosen, minimal lembaga di kampus sudah memiliki software untuk cek ada tidaknya plagiasi atau kemiripan yang berlebih.  Di bab ini penulis (peneliti) wajib paraphrase, yaitu penulisan ulang dengan kalimat sendiri. Cara parafrase ini bisa mulai dengan menuliskan Peta Pikiran. Caranya ada di sini.


Bab 3 Metodologi
Di dalam bab ini, isinya adalah “metode” dan “alat dan bahan” yang digunakan dalam penelitian. Flow chart ditulis dengan gambar yang baik dan benar. Baik artinya jelas, garis-garisnya tegas, bagus dilihat. Benar maknanya adalah ukurannya proporsional: yang panjang digambar panjang, yang pendek digambar pendek atau berskala sehingga tampak riil (nyata). Gunakan dua dimensi, lengkap dengan ukuran (dimensi) dalam cm atau mm. Gambar ini mengikuti kaidah dalam MK Menggambar Teknik. Bisa juga dilengkapi dengan gambar tiga dimensi atau isometri dengan syarat proporsional dan indah dipandang (sebagai nilai tambah). Alat ini diberi penjelasannya. Juga alat-alat lain yang digunakan seperti glassware, jar test, mikroskop, dst. Jelaskan juga speks alatnya. Alat mekanikal-elektrikal, neraca analitis, dll dikalibrasi terlebih dulu.

Berikutnya adalah bahan penelitian. Tulislah zat-zat kimia yang digunakan, apa mereknya, kemurniannya, konsentrasi atau dosis yang digunakan, bagaimana cara menggunakannya. Kondisi lingkungan (temperatur, pagi, siang, malam, tekanan udara, kelembaban, hujan, tidak hujan, dll) untuk penelitian di lapangan. Tuliskan juga cara pengambilan data, cara pengolahan data, statistiknya, software-nya apa (misal Epanet, Waternet, dll), rumus-rumusnya apa saja, dll. Bisa dikatakan, penulisan dalam bab ini akan memampukan orang lain untuk mengulang penelitian yang sudah dilaksanakan dan hasilnya sama atau hampir sama dengan raihan penelitian yang kita lakukan sebelumnya. Disebut juga sebagai bagian eksperimen, pertanyaan yang harus dijawab di bab ini adalah: what materials did you use? How did you use them?

[[Namun demikian, penulisan langkah dalam penelitian sebaiknya berbentuk narasi atau cerita yang mengalir. Tidak disusun seperti resep masakan atau urutan praktikum di laboratorium kimia misalnya. Urutan detilnya bisa disajikan di dalam lampiran TA, termasuk speks alat mekanikal-elektrikal dan lain-lain di taruh di sini.]]

Bab 4 Hasil dan Pembahasan
Bab 4 ini berisi hasil yang diperoleh selama penelitian. Hasil ini disebut data, baik data mentah maupun data olahan. Data adalah serial beberapa percobaan atau eksperimen dengan variasi tertentu, Lakukan minimal lima kali percobaan agar diperoleh data yang valid (jangan sekali-kali mengubah data). Data layaknya ditampilkan dalam tabel atau grafik. Lebih baik ditampilkan dalam satu jenis saja. Andaipun harus keduanya, yaitu tabel dan grafik, maka grafiknya harus bisa memberikan tampak visual yang lebih jelas dan tegas (gamblang) daripada tabelnya. Tabel dan gambar ini dinamai dengan nomor urutnya masing-masing. Gunakan angka Arab. Tabel dan grafik diberi penjelasan (legenda) yang mudah dipahami oleh pembaca. Adapun penjelasan rincinya dituliskan di dalam teks laporan. Sebaiknya (jika mungkin) tabel dan gambar memiliki format “portrait”, yaitu tinggi > lebar.

Di bagian Pembahasan, penulis harus menjelaskan data yang diperolehnya. Penulis (peneliti) harus membahas data yang ditampilkan berupa tabel atau grafik dan menjadi bagian penting dalam pencapaian tujuan penelitian. Berilah penjelasan, mengapa data yang diperoleh cenderung naik atau turun atau stagnan, dst. Bandingkan dengan teori dan hasil penelitian sejenis yang terbit di jurnal ilmiah atau di dalam TA sebelumnya. Tulislah argumentasi lengkap agar semua masalah dalam penelitian bisa terjawab sehingga tujuan penelitiannya tercapai. Andaikata hasil yang diperoleh berbeda (jauh) dengan penelitian orang lain maka paneliti harus bisa menjelaskan sebab-musababnya, baik berdasarkan teori yang sudah ada atau menyusun penjelasan (teori) yang baru. Teori yang sudah ada di jurnal ilmiah dan buku teks bisa digunakan untuk lebih menguatkan hasil penelitian. Caranya adalah dengan membaca buku dan artikel ilmiah di berbagai jurnal sebanyak-banyaknya.

Pendeknya, eksaminasi hasil penelitian, terangkan signifikansinya, jawab pertanyaan (perumusan masalah) yang ditulis di Pendahuluan.

Bab 5 Kesimpulan
Simpul bisa diartikan ringkas, lengkap, padat, terpusat. Bagian ini berisi tulisan yang ringkas tetapi padat (lengkap). Isinya adalah bukti atau jawaban atas hipotesis (kalau penelitian punya hipotesis) atau jawaban atas tujuan penelitian yang ditulis di Bab 1. Boleh juga dituliskan berbagai kendala dalam metode penelitian yang sudah dilaksanakan, potensi penelitian lanjutan di dalam road map penelitian, modifikasi alat (reaktor), dll. Hanya saja, jangan mengklaim terlalu banyak dan jangan terlalu khawatir  dalam mengklaim hasil penelitian.

Demikianlah ringkasan isi TA di bidang penelitian untuk Prodi Teknik Lingkungan Universitas Kebangsaan RI di Bandung. Bidang Perancangan agak berbeda sedikit, dengan tambahan Gambaran Umum Daerah Studi, Kriteria Desain, Spesifikasi Teknis, RAB. Semoga semua mahasiswa yang sedang dan akan TA bisa mencoba tips di dalam tulisan ini. I'm sure you can do that! Take action right now. Ok? Of course you can. 

Daftar Pustaka
1. Abdullah, Mikrajuddin. Tuntunan Penulisan Makalah Untuk Jurnal, FMIPA ITB, 2018.
2. O’Connor, Maeve, Writing Successfully in Science, Chapman & Hall, 1991.

ReadMore »

28 Mei 2018

Mimpi Recycle Center di Bandung

Oleh Gede H. Cahyana

Sejak longsor TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 yang menewaskan 147 orang, masalah sampah di Bandung masih berjalin berkelindan. Upaya solusi terus dilaksanakan misalnya dengan beragam bentuk bak sampah praktis dan artistik namun dirusak oleh vandalisme warga. Terapi kejut (shock therapy) terhadap mobil tanpa wadah sampah juga sudah dicoba, termasuk pembuatan biodigester di sejumlah lokasi seperti di pasar Gedebage. Namun, masalah sampah setia bergelayut dan pemerintah kewalahan memindahkan sampah dari Bandung ke TPA Sarimukti. Upaya kuratif ini adalah bagian akhir dari pengelolaan sampah. Perlu tindakan preventif di bagian awal timbulan sampah dengan menggencarkan lagi pendidikan lingkungan hidup (PLH).

Ironisnya, pendidikan lingkungan hidup di sekolah justru meredup ketika penduduk Bandung makin banyak. Selayaknya PLH ini kian dikembangkan, diperluas hingga ke masyarakat dengan menggerakkan pengurus RT/RW yang dimotori oleh sarjana teknik lingkungan di tingkat kecamatan. Pendidikan lingkungan hidup ini menjadi aset untuk perubahan sikap dan perilaku, memandang sampah sebagai berkah, sumber daya yang bernilai ekonomi, waste for one is added value for another.


Komposisi dan Potensi
Data terakhir timbulan sampah di Kota Bandung ialah 2.255 ton/hari (PD Kebersihan, 2015). Apabila dimisalkan dengan sapi seberat satu ton seekor, maka di Kota Bandung bermunculan 2.255 sapi jumbo setiap hari. Kalau satu truk mampu memuat 5 ekor sapi, maka muncul 451 truk pengangkut sapi yang tersebar di wilayah Kota Bandung setiap hari. Merujuk pada data PD Kebersihan, yang mampu dikelola sekira 1.100 ton/hari sehingga  tersisa 1.155 ekor “sapi yang berkeliaran” di Kota Bandung. Dari total berat sampah tersebut, komposisinya adalah: organik 60% atau 271 truk dan anorganik 40% atau 180 truk setiap hari. Dari 271 truk tersebut yang diolah menjadi kompos kurang dari 1 persen atau hanya dua – tiga truk saja. Yang diolah di semua biodigester kurang dari 2 persen atau 4 – 6 truk saja sehingga sisanya 265 truk berisi lima “sapi” setiap truk dibuang ke TPA, sungai, selokan, diurug, dibakar, dan lain-lain.

Adapun sampah anorganik yang 40% tersebut (180 truk setiap hari), kira-kira 20%-nya bisa didaur ulang (recycleable) yang saat ini dikelola oleh sektor informal, pedagang barang bekas, dan industri daur ulang swasta, termasuk bank sampah. Hanya saja, mayoritas pengolahan barang recycleable itu dilaksanakan di luar Bandung. Sisanya 80% atau 144 truk material recycleable dibuang ke TPA atau tempat-tempat lainnya. Inilah sesungguhnya potensi ekonomi tersembunyi sampah Bandung. Komposisi dan potensi sampah recycleable ini bervariasi dari hari ke hari, bulan ke bulan. Angka yang disajikan di atas bisa berubah setiap saat.

Bandung Recycle Center
Tahun baru adalah tahun sampah, Natal dan Idulfitri pun kalah. Volume atau berat sampah pada tanggal 1 Januari melebihi hari-hari lainnya. termasuk yang recycleable berbahan plastik. Pemulung dan bandar sampah panen besar. Mereka tidak tidur dan bekerja sampai pagi, ketika “selebritis: orang-orang yang merayakannya (to celebrate)” mulai tidur. Dini hari itu juga insan kebersihan kota bertugas, tak hanya di jalan dan permukiman, tetapi juga puluhan armada truk berseliweran dan keramaian petugas TPA yang menatap kembang api di langit dalam keheningan pinggir hutan pinus Sarimukti.

Sebagai daerah tujuan wisata, apalagi libur panjang tahun baru, Bandung didatangi oleh orang dari luar kota yang membuang sampahnya di Bandung. Kalau diambil positifnya, selain mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, wisatawan dan warga Bandung pun ikut memberikan kehidupan kepada sektor “pekerja sampah” khususnya yang recycleable.

Ada empat kategori sampah anorganik recycleable, yaitu kertas, plastik, logam, dan kaca (beling). Komposisi empat jenis sampah ini bervariasi di setiap kota. Kota besar lebih banyak sampah anorganiknya  ketimbang kota kecil. Di dalam satu kota pun, variasi anorganik ini terjadi dan biasanya karakteristik permukiman-perumahan ikut mempengarui jenis dan kuantitasnya. Ini sebabnya, sebagai kota besar, Bandung membutuhkan recycle center, pusat daur ulang.

Fokus sampah yang didaur ulang juga bergantung pada komposisi sampah dan kondisi sektor informal pendaur ulang sampah bernilai ekonomi tinggi. Apabila pemerintah ingin berperan dalam daur ulang ini maka opsinya tidak harus untung secara ekonomi tetapi untuk melayani warga sekaligus membuka peluang baru dalam daur ulang sampah. Sampah yang rendah nilai ekonominya (low value) seperti plastik kresek dan lembaran membutuhkan peran serta dan subsidi pemerintah.

Perlu juga kerjasama dengan perguruan tinggi atau lembaga penelitian agar sampah low value bisa dijadikan barang yang bernilai (valuable). Plastik keras bekas wadah air minum, soft drink yang bernilai ekonomi tinggi sudah banyak dipulung dan diolah oleh swasta. Akibatnya, semua plastik kresek dan lembaran yang tidak diminati oleh pemulung dan bandar dibuang ke TPA sehingga memperpendek usia-guna TPA. Untuk recycle center ini, pemerintah jangan berharap untung dulu dan break event point yang cepat. Keuntungan itu ada tetapi di belakang, sekian tahun kemudian.

Recycle center juga bisa dijadikan lokasi belajar PLH murid dan masyarakat. Tidak hanya sampah yang dipelajari, tetapi juga rain water harvesting sebagai sumber air pencuci sampah, instalasi pengolahan air minum, instalasi pengolahan air limbah dan pengolahan lumpur (sludge). Di dalam gedung recycle center, penulis melihat lalu-lalang truk pembawa sampah dari seluruh kota. Suara mesin penggerak konveyor (conveyor belt) bergema dengan deru truk dan gemericik air cucian sampah.

Di unit IPAL penulis menyaksikan gerak motor pengaduk air limbah dan zat kimianya. Lalu… bruumm, mesin truk memekakkan telinga, di sebelah penulis berdiri. Kaget, penulis terkesiap…, mata terbuka, mengingat-ingat, di atas meja tampak buku Integrated Solid Waste Management, terbuka di halaman yang membahas recycle center, material recovery facilities. Ternyata penulis bukan berdiri di gedung recycle center tetapi sedang duduk di kursi lalu tertidur dan bermimpi. Mimpi tentang Bandung Recycle Center (BRC).

Semoga BRC terwujud suatu saat kelak, beroperasi optimal serta menjadi salah satu sarana yang membantu kebersihan kota selain biodigester, komposter, TPA, dan perilaku warga yang kian bersahabat dengan sampah sambil berkata “sayonara PLTSa”. *

ReadMore »

22 Februari 2018

Silaturahim Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Silaturahim Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Dalam rangkaian silaturahim dengan pengurus Yayasan Pendidikan Kebangsaan di Jakarta, juga bertemu dengan sejumlah eksponen Partai Gerindra, di antaranya  Pak Fadli Zon. Rektor dan wakil rektor serta pejabat di Universitas Kebangsaan berkunjung ke kantor DPR Senayan, bertemu dengan beberapa orang yang membidangi kepemudaan dan magang mahasiswa. 

Foto terlampir adalah foto di dalam ruang Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Ruangan luas, di tengah-tengah berderet kursi untuk menerima tamu yang datang silih berganti. Di sudut lainnya ada buku-buku, juga setumpuk kertas yang bermap-map. Ada juga keris dan wayang. Keris di Jawa, di Bali, mungkin juga di Minangkabau, adalah simbol kewibawaan bagi pria. 

Pak Prabowo memang mengangkat Pak Fadli Zon sebagai orang kepercayaan di Gerindra. Sebagai aktivis pada masanya kuliah, Fadli Zon dikenal cerdas, lugas, dan berani. Debat dengan siapapun dilayaninya. Disegani oleh lawan politik dan kawan-kawannya. Mudah saja mengeceknya, yaitu di internet, baik di ILC TVOne, di portal berita, di media sosial, akan selalu ada nama Fadli Zon, baik di kalangan yang pro maupun yang kontra dengannya.



ReadMore »