• L3
  • Email :
  • Search :

9 Maret 2019

Prabowo, Pendidikan, dan Pekerjaan

Prabowo, Pendidikan, dan Pekerjaan
Oleh Gede H. Cahyana

Sejak 1991 ketika masih menjadi perwira menengah di TNI AD hingga sekarang, Prabowo adalah pengurus dan kemudian menjadi ketua YPK. Dewan Pembina (Penyantun) waktu awal itu adalah Prof. Soemitro, Pak Hashim, Prof. Zuhal, dan Farid Prawiranegara (anak Presiden/Ketua Pemerintahan Darurat RI (PDRI) Mr. Sjafruddin Prawiranegara). 


Prabowo dikenal sebagai sosok peduli pada petani, nelayan, buruh, olahraga, dan pendidikan. Keluarganya terdidik, bahkan sejak abad ke-18. Prabowo mewarisi kecerdasan kakek dan ayahnya, fasih berbahasa asing. Ia lahap membaca buku, terutama buku tokoh-tokoh dunia, buku sejarah, humaniora. Ia cinta bangsa, negara bangsa. Yayasan yang didirikan ayahnya pun bernama Yayasan Pendidikan Kebangsaan.

Bagaimana perhatiannya pada pekerjaan? Bersama Pak Hashim, seperti yang dikatakannya pada Studium Generale Renaisans Indonesia yang digelar di Universitas Kebangsaan RI pada Jumat, 8 Maret 2019, Pak Prabowo peduli pada pengembangan generasi muda. Cita-citanya ialah memberikan kesempatan kepada anak muda, muda-mudi, generasi milenial untuk belajar dan bekerja di bidang masing-masing. Beasiswa disediakan dan pekerjaan difokuskan untuk pemuda pemudi Indonesia, bukan orang China.

Bersama Bang Sandiaga, Pak Prabowo memiliki road map (peta jalan dan arah pengembangan) tenaga kerja konvensional seperti yang sudah dilaksanakan dalam bisnisnya dan akan mengembangkan prioritas industri 4.0 untuk generasi milenial. Apalagi didukung oleh Bang Sandiaga yang dikenal sebagai pemuda baik sejak remaja, orang yang semua gajinya ketika menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta disedekahkan untuk anak bangsa dan punya garis keturunan yang jelas dan baik.

Bang Sandi berprinsip: “Bekerja adalah ibadah.” Banyak-banyaklah ibadah dengan cara bekerja dalam hal penciptaan jenis-jenis pekerjaan untuk generasi muda. Bang Sandi dan Pak Prabowo ingin menghormati kaum milenial dengan penciptaan lapangan kerja, bukan dengan memberikan kartu bagi para pengangguran. Sebab, bekerja adalah ibadah. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar