• L3
  • Email :
  • Search :

15 Desember 2006

Iklan Tahun 1889

Kemarin saya anjangsana ke blog milik Pak Sarlito W. Sarwono. Saya temukan satu tulisan unik di blognya. Diambil dari Perpustakaan Nasional, demikian menurut psikolog ini, tulisan tersebut berupa iklan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Nederlandsch Indie Governor Generaal) untuk mencari buruh (boedak) dan satpam (tjentenk) yang akan dikirim ke beberapa daerah, termasuk ke Buleleng (atau Boeleleng?) Bali.

Kalau dilihat dari tahunnya, iklan ini dibuat lebih kurang enam tahun pasca letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda tahun 1883. Letusan dahsyat yang debunya konon sampai ke Benua Eropa itu telah memangkas puncak gunung laut itu dan menimbulkan tsunami yang luar biasa. Namun jika dilihat dari isi iklannya, bisa diduga kehidupan masyarakat telah pulih dan perekonomian berjalan seperti “biasa” yang dikendalikan oleh penjajah Belanda. Buktinya, mereka merekrut tenaga buruh dan penjaga keamanan untuk projek-projek perkebunannya.

Namun ada satu hal yang layak direnungkan. Perhatikanlah besar upahnya dan pajak yang mesti dibayarkan. Jelas sudah, Belanda betul-betul pengisap darah, mirip lintah atas rakyat negeri ini: Indonesia.

Berikut ini adalah isi iklannya yang masih menggunakan ejaan masa itu dan berbahasa campuran Belanda-Melayu.

***

PENGOEMOEMAN!!!

DAG INLANDER,.....HAJOO OERANG MELAJOE,...KOWE MAHU KERDJA???
GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLOE KOWE ENTOEK DJADI BOEDAK ATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN-PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE


DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI BERIKOET:
1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat
2. Kowe poenja njali gede
3. Kowe poenja moeka kasar
4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie
5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak-pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.
6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah.
7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.


KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS :

1. Keliling rawa Senajan 3 kali
2. Angkat badan liwat 30 kali
3. Angkat peroet liwat 30 kali

Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja. Kowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.

Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :
1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil
2. Istirahat siang 1 uur.
3. Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago.

Haastig kalaoe kowe mahoe..
Pertanggal 31 Maart 1889
Niet Laat te Zijn Hoor..
Batavia 1889
Onder de naam van Nederlandsch Indie Governor Generaal
H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij

***

Kutipan iklan di atas dicuplik dari koran tahun 1889 yang ada di Perpustakaan Nasional oleh Sarlito Wirawan Sarwono.


Gede H. Cahyana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar