• L3
  • Email :
  • Search :

2 Agustus 2019

Sampah Jakarta Sehari = 375 bis Trans-Jakarta

Sampah Jakarta Sehari = 375 bis Trans-Jakarta

Batavia, Betawi, atau DKI Jakarta hamil setiap hari dan melahirkan perhari. Ibukota melahirkan bayi sampah 7.500 ton. Seberapa banyakkah itu? Asumsikan saja dengan bus kosong Trans-Jakarta yang beratnya kira-kira 20 ton. Maka, 7.500/20 = 375 bis/hari. Anggap saja panjang bus itu 15 meter. Lebarnya kira-kira 3 m. Ini sudah termasuk jarak parkir antar bus di lapangan. Satu bus luasnya 15 m x 3 m = 45 meter persegi. 


Maka luas total kebutuhan lahan parkir adalah 375 x 45 = 16.875 meter persegi. Atau sama dengan 1,6875 hektar perhari. Andaikan luas lapangan sepakbola adalah 1 hektar. Maka luas lahan parkir untuk sampah Jakarta kira-kira 1,7 lapangan bola SETIAP HARI. Dalam tujuh hari, 1,7 x 7 = 11,9. Bulatkan menjadi 12 lapangan sepakbola.

Dalam satu bulan atau selama empat pekan, dengan asumsi tinggi bus Trans-Jakarta adalah 3,5 meter, maka tinggi total = 3,5 x 4 = 14 m. Bisa dibayangkan, ada 12 lapangan sepakbola yang berjejer, berisi bus Trans-Jakarta empat lapis dengan tinggi 14 m. Dalam setahun, atau 12 bulan, maka tingginya menjadi 12 x 14 = 168 meter

Tinggi Tugu MONAS = 132 meter. Tinggi tumpukan sampah 168/132 = 1,3 kali tinggi Monas. Pertahun, dengan asumsi semua sampah organik tidak terdegradasi dan sampah botol, kain, kertas, kardus, logam, dll tidak diambil pemulung, maka ada lahan seluas 12 lapangan sepak bola yang berisi tumpukan bus Trans-Jakarta, lebih tinggi daripada Monas = 1,3 kali ketinggian Monas.

Sampah tidak akan selesai masalahnya kalau masyarakat tidak ikut berperan. Minimal buang atau taruh sampah di bak sampah, di mana pun berada. Yang organik usahakan sesedikit mungkin ke luar rumah. Buatlah lubang di rumah untuk menampung sampah yang mudah busuk tersebut. Sisanya yang anorganik bisa diberikan kepada pemulung atau dibawa ke TPS, ITF, recycle center, dll. 

Kalau setengah warga atau 50% warga ibukota sudah peduli sampah, maka 75% masalah sampah sudah selesai. Tinggal 25% saja yang bisa ditanggulangi dengan terapan teknologi yang diupayakan ramah lingkungan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar