Nyepi dan Puasa Ramadhan
Tahun 2025 ini umat Islam dan umat Hindhu di Bali melaksanakan ibadah puasa dalam waktu yang sama. Khususnya pada masa akhir bulan Ramadhan, yaitu hari ke-29 Ramadhan 1446 H. Waktu yang hampir bersamaan antara Nyepi dan Idul Fitri tersebut berulang antara 31, 32, 33 tahun. Artinya, kejadian seperti tahun 2025 ini akan terjadi lagi 31 – 33 tahun yang akan datang. Begitu juga, ada masanya Idul Fitri berdekatan dengan Galungan, Kuningan, Natal, Imlek dan lain-lain.
Hal tersebut terjadi karena kalender Hijriah biasanya bergeser ke awal sekitar 11 hari. Maksudnya, apabila tahun 2025 ini hari Idulfitri jatuh pada 31 Maret 2025 maka diperkirakan tahun 2026 akan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Begitu juga Idul Adha selalu maju sekitar 11 hari sehingga bisa terjadi pada bulan Januari atau bulan-bulan lainnya. Sedangkan kalender Saka umurnya 30 hari dalam satu bulan (Wikipedia). Tentu ada lagi perhitungan kalender yang berbeda-beda yang belum saya ketahui.
Bagaimana dengan Nyepi? Sejak tengah malam tadi, umat Hindhu melaksanakan Catur Brata penyepian, yaitu empat kegiatan yang dilarang: (1) Amati geni, yaitu tidak menyalakan api, (2) Amati karya, yaitu tidak bekerja, (3) Amati lelungan, yaitu tidak bepergian atau diam di rumah masing-masing, (4) Amati lelanguan, yaitu tidak bersenang-senang.
Hari Nyepi diperingati pada hari pertama sasih kedasa (bulan kesepuluh) kalender Saka yang biasanya terjadi pada bulan Maret atau awal April. Sehari sebelumnya disebut hari Pengerupukan, yaitu kegiatan untuk mengusir dan menghancurkan butha kala. Pada tahun 1970-1980-an, remaja, orang tua dan anak-anak terutama laki-laki berkeliling asrama, banjar, atau desa sambil memukul kentongan, kulkul, atau semua benda yang bisa bersuara sambil membawa obor.
Namun kini diwujudkan dalam bentuk ogoh-ogoh. Setiap banjar membuat satu buah ogoh-ogoh yang diarak pada sore hingga malam hari. Pemerintah daerah biasanya mengoordinasikan pawai ogoh-ogoh pada sore hingga awal malam Pukul 22.00 WITA tersebut. Sebelumnya lagi ada upacara Melasti, dilaksanakan di pantai, misalnya pantai selatan Pulau Bali, dari Melaya di Jembrana hingga ke Karangasem. Bahkan ada pantai di Kabupaten Badung yang namanya Melasti. Masyarakat berduyun-duyun ke pantai dalam rombongan banjar.
Bagaimana dengan Idul Fitri? Apabila ada satu orang dari kaum muslimin yang memenuhi persyaratan sebagai orang yang melihat hilal maka besok 30 Maret 2025 adalah tanggal 1 Syawal 1446 H atau Hari Raya Idul Fitri. Apabila hilal tidak terlihat maka puasa digenapkan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal terjadi pada 31 Maret 2025.Perbedaan geografis sangat mungkin mengakibatkan perbedaan perayaan Idul Fitri.
Hanya saja apabila dalam satu kota atau provinsi ada perbedaan 1 Syawal maka hal ini menjadi pertanyaan BESAR. 'Alim 'ulama dan umara adalah kalangan yang paling bertanggung jawab atas perbedaan tersebut. Bertanyalah kepada ahli astronomi di ITB milsanya, dengarkan dan jernihkan hati untuk menerima ilmu pakar-pakar tersebut. Janganlah mengutamakan kelompok, golongan, ormas. Utamakanlah ilmu dan realitas astronominya.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar