• L3
  • Email :
  • Search :

20 Oktober 2014

Inilah Beda Antara Feature dan Artikel

Inilah Beda Antara Feature dan Artikel
Oleh Gede H. Cahyana


Banyak jenis tulisan yang dikenal manusia, baik dalam ragam fiksi maupun fakta (nonfiksi). Penulis fiksi biasanya dinamai author dan penulis fakta (nonfiksi) disebut writer. Tentu saja, untuk sekadar menulis, banyak orang yang bisa mengarang cerita pendek misalnya dan ia pun mampu menulis feature atau artikel. Ada juga orang yang melakoni kedua jenis tulisan tersebut dan sama-sama berkualifikasi baik, disebut sebagai sastrawan dan kolumnis atau esais atau artikelis.

Seseorang yang menjadi sarjana, ia pasti pernah menulis nonfiksi berupa laporan atau tugas kuliah atau skripsi. Namun, penulis laporan, skripsi, tesis, disertasi, dan jurnal ilmiah belum tentu mampu dalam menulis feature atau artikel ilmiah populer. Kedua jenis tulisan fakta (nonfiksi) ini membutuhkan keterampilan khusus dalam paparan dan sentuhan rasa bahasa ilmiah populer yang bisa dipahami oleh sebanyak-banyaknya lapisan masyarakat. Populer itu adalah populis, memasyarakat, merakyat. Tulisan ini bisa dibaca sambil santai, tidak mengernyitkan dahi, ringan tetapi berbobot atau bermutu tinggi. Ia mendidik atau memberikan informasi dalam keringanan dan kesenangan. Tuntas dibaca dalam 15 menit.

Feature
Feature (ficer) adalah tulisan (karya tulis) yang memberikan informasi dan hiburan tentang peristiwa (fakta), fenomena alam (flora fauna), personalitas, dan humanisme. Karya ini bisa dirilis di surat kabar (koran), tabloid, dan majalah populer (bukan majalah ilmiah atau jurnal). Penulisnya bisa saja memang ahli di bidang tema yang dificerkan dan bisa juga ia tidak seahli orang yang disebut tadi tetapi ia punya kemampuan meramu data dari berbagai sumber yang ada sehingga menghasilkan tulisan yang “baru”, berbeda dalam pola dan gaya tuturan tetapi relatif sama datanya.

Mayoritas tulisan ficer bisa dinikmati kapan saja, tidak basi oleh waktu, tak lekang oleh masa. Biasanya ficer diterbitkan pada suatu masa ketika materi yang menjadi tema di dalam bahasannya sedang hangat karena ada kejadian tertentu di masyarakat, di bumi atau alam semesta. Tema tersebut dituturkan dalam struktur penulisan berbentuk kerucut, yaitu lead, jembatan, tubuh, dan penutup (Soeseno, 1997) atau berbentuk bandul dalam praktikum fisika. Sumber tema itu pun ditulis dalam berbagai macam cara, tetapi harus diupayakan agar pembaca dapat membacanya dengan lancar, tidak tersendat atau lamban akibat cara penulisan sumber data yang tidak tepat. Cantuman sumber tulisan ini untuk menghargai penulis sebelumnya dan menghindari plagiasi (jiplakan).  Mengutip yang proporsional tentu boleh, malah harus untuk menguatkan materi tulisan, tetapi menjiplak adalah haram. Kutipan (proporsional) itu halal, jiplakan itu haram.

Artikel
Artikel adalah tulisan (karya tulis) yang memberikan informasi, berisi masalah dan opsi solusi dari penulisnya atas dasar ilmu dan teknologi yang dimilikinya atau pendirian subjektifnya. Penulis artikel biasanya orang yang berlatar pendidikan di bidang bahasan artikelnya. Seorang sarjana fisika akan lebih cenderung menulis artikel dalam ilmu fisika, sarjana kelautan akan condong menulis di bidang kelautan. Tentu ada orang yang mampu menulis artikel di sejumlah bidang ilmu dan teknologi dengan berbekal data dan informasi yang tersedia di buku dan internet lantaran punya kemampuan meracik informasi dan data menjadi tulisan.

Menurut sejumlah kalangan, struktur artikel tidak baku seperti dalam ficer tetapi bebas. Umumnya artikel dimulai dengan lead yang menarik minat pembaca untuk terus mengikuti tulisannya. Batang tubuh atau isi, opsi solusi dan pandangan subjektif penulisnya bisa ditempatkan secara bebas sesuai dengan gaya paparannya. Tulisan ini bisa dibagi menjadi beberapa subjudul tanpa nomor urut. Agar pembaca memperoleh gambaran yang jelas, pada akhir artikel bisa ditampilkan kesimpulan dan saran yang tetap dikemas menarik dan lincah, boleh dengan atau tanpa menuliskan subjudul kesimpulan dan saran (tidak baku seperti dalam laporan riset, skripsi, tesis, disertasi).

Kata kunci dalam menulis nonfiksi adalah tema dan data. Sejumlah data dalam tema yang akan ditulis menjadi modal awal penulisan. Selanjutnya adalah menuliskan peta pikiran atau peta konsep. Berbekal peta pikiran ini lantas tulisan sudah bisa dimulai. Tulislah secara bebas tanpa banyak koreksi, baik secara bahasa maupun materi, dan tulislah dengan cepat segala yang berkelebat dalam pikiran. Tahap kedua adalah mengedit tulisan, dengan melibatkan ilmu dan peraturan yang berlaku. Yang terakhir, opsional, adalah memoles tulisan dengan sentuhan akhir berupa sketsa atau gambar yang sesuai dengan tema. 

Untuk kali ini cukup sekian, lain waktu disambung dengan jenis-jenis feature, kolom opini, dan esai serta tajuk rencana. ***

1 komentar: