- Pengukuran “minimum night flow”, “pola aliran”, dan “tekanan air” di lokasi zone selama 2 x 24 jam (2 kali pengukuran).
- Mengukur konsumsi air konsumen, 2 x 24 jam (2 kali pengukuran).
- Mengukur tekanan air di sejumlah titik di pilot zone, 2 x 24 jam (2 kali pengukuran).
- Mencari titik-titik kebocoran.
- Melaksanakan step test.
- Mensupervisi perbaikan kebocoran.
- Menginspeksi pelanggan, memeriksa kebocoran di pipa dinas, mengukur akurasi meter air dan mendeteksi sambungan ilegal.
- Mengaudit meter air.
- Menganalisis Water Balance nol (sebelum pelaksanaan program) dan Water Balance satu (setelah pelaksanaan program).
- Menganalisis hasil program ATR, termasuk tingkat ATR-nya, tekanan air dan cost benefit analysis.
18 Januari 2008
Air Tak Berekening, Non-Revenue Water
13 Januari 2008
Oom Pasikom
Tak terasa, sudah 40 tahun usia Oom Pasikom. Bagi ukuran orang Indonesia, mungkin juga ukuran umum manusia di Bumi ini, usia 40 dianggap usia matang. “Hidup mulai pada usia 40”, begitu kata orang. Bisa juga dikatakan, usia ini adalah awal goncangan pertama, awal kelabilan manusia. Tak sedikit yang mengalami masa pubertas kedua sehingga mulai larak-lirik perempuan lain selain istri, mulai lagi berdandan a la anak muda belia belasan dan likuran tahun. Tua-tua keladi makin tua makin menjadi (mudah-mudahan makin menjadi baik).
Itulah fenomena sosok manusia yang memasuki usia 40 tahun. Bagaimana dengan “manusia” bernama Oom Pasikom? Saya termasuk penggemar Om ini. Kalau di Amerika Serikat ada yang namanya Uncle Sam, maka di Indonesia ada yang bernama Uncle Pasikom. Ketika membaca Kompas, tak pernah lupa saya menggiliri sentilan Om ini. Apalagi gaya kartunnya sederhana dan pas serta mudah dipahami maknanya. Betapa tidak, dengan gaya olah tulis dan grafisnya, paduan dua karakter ini menghasilkan kritikan sambil minum kopi. Yang dikritik seperti diberi kopi nikmat sehingga tak lantas menyakitkan hati tetapi membenarkan fenomena yang dikatakan Si Om.
Namun demikian, meskipun dia adalah “Om saya”, tetapi usianya tak terpaut banyak dengan saya. Malah saya sepantaran dengan “Om ini”. Di dunia nyata bahkan ada yang Omnya berusia lebih muda daripada Sang Om. Bahkan ada anak usia SD yang sudah menjadi Om dan usia keponakannya justru jauh di atasnya, setara dengan anak usia SMA. Ini banyak terjadi di Indonesia terutama di kalangan ningrat yang memiliki istri lebih dari satu. Ada yang malah empat istri resminya dengan anak mencapai tiga puluhan. Wajarlah kalau seorang Om akhirnya berkeponakan yang jauh lebih tua usianya ketimbang usia dirinya.
Itu sekadar intermezzo. Mari kembali ke soal Si Om ini. Semoga ultah ke-40 Om Bertopi ini makin memajukan “orang tua” Si Om, yaitu ibunya yang bernama Kompas. Semoga Kompas Jawa Barat pun kian berkembang dan menjadi koran kuat di tatar Sunda ini serta kuat pula semangat untuk membela kebenaran, objektif dalam berita dan selektif objektif dalam memuat artikel opini (terutama dari penulis freelancer), menulis kritik berimbang dari semua sisi dan terus memupuk para penulis muda sebagai pilar ketiga dalam kemajuan media. Serta..., spesial buat Kompas Jawa Barat, ini hasil obrolan dengan teman-teman, tolong cepat tambah jumlah halamannya. Makin tebal, tentu makin seru, ok...?!
Akhir kata, selamat berpameran, semoga Galeri Soemardja ITB menjadi saksi jejak langkah Om ini. Pameran untuk umum dibuka pada 18 s.d 27 Januari 2008, mulai pk. 09.00 s.d 16.00 WIB.
Demikian Om, dan ‘met ultah. Good luck Mr. GM Sudarta.
7 Januari 2008
PLTSa: Jebakan Nikmat
23 Desember 2007
Jangan Anak Tirikan Warga Cempaka Arum...!!!
adi wahyono
Kontroversi Pembangunan PLTSa yang akan di bangun di kelurahan Ranca Numpang Kec. Gede bage terus berlarut – larut bahkan sampai pengunduran jadual peletakan batu pertama di undur sekitar 5 kali, dan sampai dengan sakarang kurang lebih 2800 warga sekitar PLTSa Perumahan Griya Cempaka Arum masih ketat bersih keras menolak bahkan cenderung kurang didengar aspirasinya. Seyogyanya untuk menyelesaikan masalah ini jangan sampai menganaktirikan warga.khususnya disekitar PLTSa. Demikian diungkapkan Adi Wahyono Angota DPRD Fraksi PKS DP 6. Mereka harus lebih diperhatikan. Karena Mereka akan merasakan dampak terdekat dari PLTSa, lanjutnya. Bahkan seharusnya Walikota bersedia datang langsung mendengarkan keluhan permasalahan dan aspirasinya untuk diberikan solusi cerdas sehingga win-win solution dapat di peroleh.
11 Desember 2007
Warning: Global Warming!

Epanet (Studi Kasus di PDAM Kabupaten Tangerang)
Tangerang, sebuah kabupaten di Provinsi Banten, memiliki banyak “kekayaan” air permukaan sebagai sumber air baku PDAM. Cisadane, sungai pembelah ibukota Tangerang menjadi bagian Barat dan bagian Timur, adalah sumber terbesar air permukaan di sana. Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik yang dikelola langsung oleh PDAM Kabupaten Tangerang, juga memasok air curah untuk PDAM tetangga dan sejumlah PAM “swasta” di beberapa perumahan. Karena luas sebarannya, maka daerah distribusinya pun menjadi relatif kompleks.

Model Simulasi
Berkaitan dengan pengelolaan jaringan pipa air minum khususnya daerah distribusi yang sangat luas, bagaimana caranya mengelola, memantau, dan mengembangkan sistem yang sangat luas ini dan terus berkembang? Hanya satu kata kuncinya, yaitu PDAM harus memiliki backbone (rangka utama) sistemnya sebagai basis data dalam setiap evaluasi dan perluasan jaringan pada masa yang akan datang. Ini pun harus didukung oleh seperangkat instrumen seperti manometer, flowmeter, dan SDM yang mampu melaksanakan tugas di lapangan dalam memantau jaringan distribusi.
Bersamaan dengan itu, diperlukan perangkat lunak (software) untuk membuat simulasi sistem distribusinya. Pada medio1980-an, UNDP (United Nations Development Program), The World Bank merilis program Loop dan telah diterapkan secara luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan digunakan oleh mahasiswa Teknik Penyehatan & Lingkungan dalam skripsinya, termasuk juga oleh konsultan dan PDAM. Lantas, pada September 2000 dirilis produk yang disebut Epanet. Sebelumnya sudah ada metode untuk menghitung debit, kehilangan energi (headloss), sisa energi (residual head) dalam jaringan pipa, yaitu Hardy Cross. Metode ini layak pakai untuk jaringan sederhana tetapi sangat memakan waktu dan bahkan simulasinya menjadi tidak mungkin ketika sistem distribusinya besar dan kompleks yang terdiri atas banyak loop, banyak sumber air dan reservoir.
imulasi hidrolis sistem distribusi air PDAM meliputi penentuan debit dan headloss di semua pipa yang dijadikan objek studi. Umumnya, sebuah sistem distribusi air PDAM berisi pipa, node, berbagai macam katup (valve), dan bagian jaringan berupa loop dan/atau branch. Solusi langsung (direct solution) untuk menganalisisnya bisa dikatakan tidak mungkin meskipun jaringan pipanya sederhana. Oleh sebab itu, dikembangkan metode tak langsung untuk menganalisis sistem distribusinya, yaitu (1) sectioning, (2) circle method, (3) pipe equivalence, (4) trial and error (or relaxation), (5) digital computer analysis, dan (6) electrical analogy.
Peran Epanet
Dalam tulisan ini akan dipaparkan secara ringkas hasil evaluasi dan analisis jaringan distribusi dengan mengambil sampel studi di PDAM Kabupaten Tangerang. Seperti dipahami bersama, tugas sistem distribusi ialah mengantarkan air olahan ke semua pelanggan PDAM dan harus memenuhi TK3, yaitu tekanan sisanya sesuai dengan persyaratan, kualitasnya sesuai dengan baku mutu air minum, kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan per orang per hari dan tersedia 24 jam (kontinuitas). Agar hal tersebut tercapai maka mulai tahap perancangan, implementasi, dan operasi-rawatnya harus terlaksana dengan baik. Kalau tahap implementasinya berbeda dengan desain atau perancangannya maka hendaklah dicatat dan dimasukkan ke dalam analisis sistemnya. Setiap perubahan sekecil apapun di daerah distribusi, wajib dicatat dan dimasukkan ke dalam basis datanya.
leh sebab itu, pencatatan harus dilaksanakan dalam setiap perubahan di daerah layanan, perubahan letak pipa, termasuk perubahan dan penambahan sumber baru air dari IPAM dengan tetap mengacu pada upaya optimalisasi sistem distribusi yang ada. Artinya, kemampuan sistem harus dikembangkan sesuai dengan kondisi jaringan eksistingnya. Di sinilah peran penting simulasi komputer untuk memperoleh hasil optimal dalam mengoperasikan dan mengembangkan sistem distribusi. Untuk itulah software buatan Water Supply and Water Resources Division USEPA’s National Risk Management Research Laboratory yang bernama Epanet 2.0 digunakan dalam analisis sistem distribusi ini. Contoh “kertas” kerja Epanet ini seperti tampak pada gambar terlampir dan programnya dapat diunduh (download) di internet.
Dalam rangka evaluasi sistem distribusi ini perlu ada aktivitas pengumpulan data pemakaian air (DPA) secara akurat, data variasi pemakaian air dan kecenderungan polanya, kriteria perancangan (opsi), dan analisis jaringannya. Kegiatan ini perlu melibatkan aspek teoretis (textbook) dan data lapangan berupa fakta fisik yang tinggi akurasinya seperti data panjang pipa, jenis pipa dan umurnya (terkait dengan faktor gesekan, friction atau koefisien kekasaran), diameter, pemakaian air, ada tidaknya valve, kondisi sambungan (ada tidaknya kebocoran), head pompa, elevasi, dll. Singkatnya, harus diperoleh data fisik sistem distribusi seperti di atas dan data hidrolis yang absah karena dapat mempengaruhi hasil analisis Epanet 2.0.
Demikian, semoga bermanfaat bagi PDAM yang berencana mengelola, memantau, dan mengembangkan jaringan pipa distribusinya.
18 November 2007
Hatta Rajasa
Camp Test
Tipe
|
Deskripsi
|
Aplikasi
|
Diskrit
|
. partikel diskrit, individualis
. sulit membentuk flok
. konsentrasinya encer (dilute suspension)
|
grit chamber
|
Flok
|
. partikel flok
. bergabung dengan partikel yang lain
. konsentrasinya encer
|
primary settling tank
sedimentation tank (kimflok)
|
Zone
|
. partikel flok.
. konsentrasi intermediate (sedang)
. posisi antarpartikel relatif tetap karena sulit bergerak
akibat jarak antarpartikelnya sangat pendek
|
secondary settling tank (bioflok)
|
Kompresi
|
. partikel flok
. konsentrasi sangat tinggi
. partikel bersinggungan, tak ada jarak antarpartikel
. terjadi pemampatan atau kompaksi
|
lapisan terbawah secondary settling tank
sludge thickener
|
4 November 2007
IPAL PAKAR
IpalPakar menyediakan sejumlah variasi unit yang bisa disesuaikan dengan kualitas air baku untuk air minum dan kualitas air limbah yang akan diolah.
Pabrik makanan dan minuman yang air limbahnya belum sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menerapkan IPAL modifikasi. Begitu juga air limbah rumah sakit, klinik, puskesmas, dan pabrik.
Contact: gedehc77@gmail.com



