• L3
  • Email :
  • Search :

2 November 2012

Limbah, Molasse Menjadi Pupuk

Limbah, Molasse Menjadi Pupuk
Oleh Gede H. Cahyana

Memanfaatkan libur Iduladha kemarin dulu, selepas dari Madiun, sempat mampir ke Solo, ada segenggam kulakan di sana, lantas ke Wonogiri dan berburu buku di “Wonogiri Membaca”, pameran buku dan produk lainnya, serta dibarengi kegiatan pemuda/di dan lomba di GOR Giri Mandala. Meskipun panas, karena hujan masih malu-malu turun, hanya rerintik sore hari, juga karena gedung pameran ini tidak ber-AC, tetap saja saya keliling dan hinggap dari satu stand ke stand yang lain.

Pameran ini digelar di dua gedung yang berbeda, tetapi berdekatan. Satu gedung khusus untuk buku, gedung yang lainnya untuk produk selain buku. Di sebuah stand pameran, ada spanduk besar bertuliskan pertanian organik. Mereka adalah perpanjangan tangan dari PT Indo Acidatama Tbk. Banyak produknya yang berkaitan dengan pupuk organik, padi, dan pakan ternak. Setelah setengah jam ngobrol di seputar pupuk dan pakan ternak, akhirnya saya tertarik membeli satu produknya, yaitu BeKa, Decomposer Plus. Ini namanya. Menurut keterangan Sales Promotion Persons (SPP), BeKa ini berbahan limbah pabrik gula, yaitu molasse dan mikroba degradator selulose dan lignin serta ragi (yeast).

Molasse (Bahasa Rumania) adalah hasil akhir dari nira tebu yang tidak dapat dikristalkan lagi (exhausted molasses atau blackstrap molasses atau tetes). Komposisinya bergantung pada keadaan tebu dan proses pembuatan gula seperti pada tabel terlampir. Molasse dapat dikonsumsi (berupa rum), sebagai makanan ternak, bahan vetsin (monosodium glutamat) dan bahan baku etanol (etil alkohol). Juga, sebagai bahan dalam pembiakan mikroba dan yeast seperti produk pembuat pupuk berbahan sampah organik di atas.

Komponen
Rerata (%)
Komponen
Jumlah, mg/L
Air
20
COD
200.000-1.500.000
Sukrosa
35
N
2500
Glukosa
7
P
350
Fruktosa
9
Sulfat
25.000
Gula pereduksi
3
Fosfat-
400 - 600
Karbohidrat lain
4
Cl-
35.000
Abu
12
Zn2+
5,0 - 8,0
Nitrogen
4,5
K+
15.000
Asam nir-nitrogen
5
Ca2+
8.000
Lilin, steroid, fosfolipid
0,4




Selama ini, sampah halaman rumah seperti daun, ranting, bunga, rumput dan sampah dapur ditanam dan dionggokkan begitu saja di halaman. Sesekali disiram dengan air selokan sebagai asupan mikroba degradator alami yang berlimpah di air selokan. Ingin menerapkan cara seperti dalam kisah, Odessa, The Garbage God, tetapi agak sulit mengambil air dari septic tank. Dengan BeKa ini, sederetan tumpukan sampah di halaman rumah mulai ditaburi dengan larutan ini setelah diencerkan dengan air sumur. Sebaiknya air sumur yang tidak berkaporit, jangan air ledeng dari PDAM yang biasanya berkaporit. Menurut keterangan, satu liter BeKa bisa untuk mengolah dua ton sampah organik.

Mari upayakan, kalau tidak bisa zero waste, ini memang mustahil, karena pasti ada saja sampah (limbah padat) yang ditimbulkan, maka usahakanlah meminimumkan limbah (padat dan cair) yang dibuang ke TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah. Kalau tak mampu berbuat baik untuk kota tempat tinggal masing-masing, persedikitlah buang limbah dan sampah ke lingkungan. Manusia pasti menimbulkan limbah (padat, cair, gas) tetapi kurangilah volume dan beratnya perhari. Limbah, sampah ubahlah jadi berkah, minimal dalam lingkup keluarga sendiri. *

2 komentar:

  1. Min, ane ijin titip info ya. Kali aja ada pembaca blog ini yang butuh Dus Makanan buat usaha makanannya. Kalo ada yang butuh, bisa coba hubungin kita di http://www.greenpack.co.id/

    BalasHapus