Untuk mencapai keajegan operasionalnya, maka ada lima unsur utama yang saling berkaitan dan perlu dukungan parapihak, yaitu masyarakat, civitas akademika, dan pemerintah Kota Bandung. Secara ringkas disebutkan di bawah ini.
23 Desember 2019
Kang PisMan di Universitas Kebangsaan
Untuk mencapai keajegan operasionalnya, maka ada lima unsur utama yang saling berkaitan dan perlu dukungan parapihak, yaitu masyarakat, civitas akademika, dan pemerintah Kota Bandung. Secara ringkas disebutkan di bawah ini.
14 Desember 2019
Untuk Mas Nadiem Menghapal dan Kecerdasan
10 Desember 2019
Penulis Bonceng dalam Artikel di Jurnal Ilmiah
1 Desember 2019
Pidato Mendikbud: Diskusi dan Murid Mengajar
Ada dua lembar pidato Mendikbud yang viral. Isinya yang dikupas singkat di sini hanya sedikit saja. Ada dua poin yang akan disajikan:
1. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar
27 November 2019
Training Legislatif Mahasiswa seJawa Barat
25 November 2019
Untuk Mendikbud Bapak Nadiem Makarim: Adab dan Ilmu
Belum lama berselang setelah menjadi Mendikbud, ada berita di media massa cetak dan online tentang jumlah dan nama mata pelajaran. Yang akan ada menurut kabar itu ialah pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila. Dengan tetap menghormati ide tersebut, sebaiknya pelajaran agama tetap ada, terpisah dari pelajaran Pancasila. Justru menurut Pancasila, negara RI ini ber-Ketuhanan yang mahaesa. Ditegaskan lagi di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan pasal 29 ayat 1 UUD 1945. Di ayat 2 disebutkan tentang kebebasan beragama yang artinya WNI wajib beragama karena menjadi bagian fundamental dalam bernegara. Agar benar dalam melaksanakan ajaran agama masing-masing maka perlu pendidikan dan pengajarannya.
Pada Hari Guru Nasional yang ramai tahun ini, mungkin karena ada Mendikbud baru dan likuidasi nomenklatur Pendidikan Tinggi, izinkan saya menyatakan bahwa pendidikan jauh lebih penting daripada pengajaran. Pengajaran, pembelajaran, belajar – mengajar ilmu bahasa, matematika, IPA, IPS, dll lebih mudah daripada pendidikan adab. Ini merujuk ke sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Inilah landasan pendidikan adab dan adab ini lebih penting daripada ilmu dan teknologi. Sila kedua tersebut menyatakan secara eksplisit perihal manusia dan kemanusiaan (human, humanism), adil dan adab. Manusia Indonesia, yaitu generasi muda, penerus zaman mendatang haruslah dididik agar memiliki afeksi adil dan adab. Terang benar dalam sila kedua tersebut bahwa arah pembangunan manusia Indonesia adalah makna luas kata adil dan adab itu. Kementerian Pendidikan memberikan pendidikan adab dan keadilan, serta Kebudayaan yang berisi ilmu, teknologi, dan hikmah (sila keempat Pancasila).
Perihal mata pelajaran tersebut, tentu semuanya penting. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, (termasuk IPA dan IPS) dibutuhkan dalam aktivitas ekonomi. Diperlukan untuk pengembangan ilmu dan teknologi. Berperan dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Saya sepakat. Ibaratnya begini. Dalam pembuatan nasi goreng, maka nasi lebih banyak daripada garam. Nasi ibarat adab, garam ibarat ilmu. Adab jauh lebih banyak dan lebih penting daripada ilmu. Bagi seorang guru, bagi seorang pemimpin di level apapun, di lembaga apapun, adabnya lebih penting daripada ilmunya. Ini tetap berarti bahwa ilmu itu penting. Sangat penting. Tetapi lebih penting lagi adalah adab dan adil, merujuk ke sila kedua dan kelima Pancasila.
Demikian Pak Mendikbud, selamat bekerja. Semoga sukses memajukan pendidikan, pengajaran, pembudayaan, dan peradaban yang beradab bagi warga negara Indonesia, terutama generasi muda kita.*
Guruku, Pak Ngenteg dan Pak Mara
21 November 2019
Disrupsi Perpustakaan
16 November 2019
Disrupsi di PDAM
15 November 2019
RACUN di Dalam Telur
31 Oktober 2019
Kabinet Berasaskan SDGs
Dimuat di Majalah Air Minum, September 2019
10 Oktober 2019
Mata Kuliah Kerja Praktik
Mata Kuliah Kerja Praktik (2 SKS)
Mahasiswa diwajibkan “bekerja” (dalam tanda kutip) di suatu kegiatan yang berkaitan dengan lingkup kerja sarjana Teknik Lingkungan selama 52 hari kerja di projek pekerjaan konstruksi sipil yang berkaitan dengan teknik lingkungan: instalasi pengolahan air minum atau air buangan perkotaan, IPAL industri, persampahan (sistem transportasi, TPA atau TPPAS), instalasi plumbing 4 lantai ke atas, pekerjaan pemasangan pipa transmisi-distribusi atau pipa pengumpul air limbah berdiameter di atas 150 mm. Pekerjaan operasi dan pemeliharaan di instalasi pengolahan air minum dan air limbah serta IPALin (IPA Lindi). Sistem manajemen lingkungan, K3 di instansi atau projek Teknik Lingkungan dan bidang lain yang erat kaitannya dengan Teknik Lingkungan.
Kerja Praktik boleh dilaksanakan oleh satu orang mahasiswa atau dua orang dalam satu kelompok. Boleh KP di instansi/projek yang sama dengan mahasiswa atau kelompok mahasiswa sebelumnya setelah dua tahun dari mahasiswa yang KP di tempat yang sama tersebut. Boleh dua tema yang berbeda di dalam satu instansi /projek yang sama. Misal kelompok satu bertema air limbah dan kelompok dua bertema air minum atau udara atau limbah B3 atau K3 dll di dalam satu instansi atau projek yang sama.
KP boleh diambil pada semester ganjil (7) atau semester genap (8). Matkul KP ini adalah khas atau matkul khusus seperti halnya matkul TA. Mahasiswa diizinkan mengambil KP apabila sudah memiliki bekal semua matkul di dalam kurikulum, yaitu sudah lulus matkul di semester 1 s.d 6. (Dulu istilahnya adalah sudah sarjana muda dan sudah memiliki ilmu yang cukup apabila bekerja di bidang TL sebagai asisten TL atau assistant engineer). Pada semester 7 mahasiswa boleh mengambil KP. Apabila jumlah SKS yang diambil pada semester 7 kurang dari 14 SKS, maka mahasiswa boleh juga mengambil matkul TA 6 SKS (dengan catatan, mampu melaksanakan, tidak keteteran. Ingat, masa penyelesaian TA adalah dua semester saja. Jika tidak selesai maka harus ganti judul. Baca penjelasan perincinya di artikel tentang TA di blog ini).
Namun tetap dianjurkan agar mahasiswa mengerjakan TA pada semester 8 saja agar penulisan laporan KP bisa fokus sehingga nilainya bisa maksimal (A). Begitu juga dengan TA, nilainya bisa A. Adapun maksimum waktu penyelesaian KP adalah satu semester (6 bulan) atau dengan kondisi khusus yang diizinkan oleh prodi. Untuk mahasiswa pindahan dari kampus lain (konversi matkul) maka mahasiswa boleh ambil matkul KP bersamaan dengan matkul TA (dan matkul Seminar) di semester ganjil (7) atau genap (8).
Apalagi kalau yang tersisa hanya 6 SKS selain KP dan TA sehingga totalnya 14 SKS. Tentu saja dengan cara membagi waktu yang proporsional antara kuliah, melaksanakan kunjungan ke lokasi KP setiap hari (52 hari, atau aturan baru boleh 45 hari kerja efektif), sekaligus melaksanakan TA (ke lapangan lokasi TA atau laboratorium, sampling, mengolah data, menulis laporan, dll).
File pdf unduh di sini...











